Takdir

Arifin Narendra Putra
Karya Arifin Narendra Putra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Januari 2016
Takdir

Tentang Takdir yang menyertai kita, tiba-tiba ingatanku kembali ketika kita masih berusaha menemukan cinta dalam sekat-sekat keremajaan, entah akan jadi seperti apa diriku jika wakru itu tak bertemu denganmu. ?Kurasa aku sudah ditakdirkan bertemu dengannya.? Dengan peryataan gila semacam itu, aku berusaha percaya diri pada perkataanku. Aku tak pernah mengetahuinya, seperti apa Takdir bekerja, bagaimana ia mempertemukan dan memisahkan. Namun, Dia selalu bisa memberikan takdir yang asik menurutku.

Aprilia, sesuatu telah terjadi barangkali di kehidupan kita pada tahun 2023, entah apa itu tapi yang pasti semuanya sudah ditakdirkan. Mungkin aku akan mengingat kembali ketika tahun 2012, kita dipertemukan dalam sebuah tempat bernama sekolah, dan semua cerita kita membaur bersama waktu.

Setiap orang bisa menerka-nerka akan jadi seperti apa mereka nantinya, tapi takdir yang telah Ia tuliskan mempunyai berbagai kemungkinan-kemungkinan pada nasib. Apa yang kita putuskan hari ini, selalu punya kesempatan untuk mengubah kejadian beberapa tahu kedepan, semacam penglihatan pada batin. Namun, apa jadinya ketika manusia menyalahkan sebagian takdir dalam hidupnya? Apakah mereka termasuk ke dalam orang yang bisa menghargai kehidupan atau orang yang menatap realita apa adanya. Kadang aku selalu berpikir konyol terhadap semua orang yang sama sekali tak mengerti. ?Bukankah Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik di akhir? Bukankah kita memang ditakdirkan untuk berbahagia di bagian akhir?? Ya, seperti kematian, bagi sebagian orang mungkin menyeramkan tapi bagi sebagian orang lainya itu adalah hadia Tuhan yang paling menyenangkan.

Mulai membuka buku-buku pelajaran agama, mulai membukan artikel-artikel soal apapun yang sudah dituliskan. Maktub, namun selalu saja terjatuh pada point yang paling penting. ?Takdir adalah serangkaian perjalanan, semacam pengabdian pada iman. Seperti cinta yang harus diungkapkan, kata yang harus dikalimatkan, dan perasaan yang harus selalu dirasakan.?

?

Aprilia, menurutku takdir adalah semacam manifestasi pada amal, kita selalu saja berada pada ambang diri yang selalu berputus asa, padahal Tuhan sudah menyiapkannya, sesuatu yang paling membahagiakan. Seperti tetes air yang perlahan tapi pasti akan menghacurnkan batu, seperti itulah kesedihan. Bagaimanapun juga dia akan hancur dengan seribu macam kebahagiaan, dan takdir tak pernah main-main, kan?

Aprilia barang kali ini cerita sederhana yang akan aku beritahu padamu.

?

---

?

?Guru ajarkan saya agar mengetahui masa depan.? Kata salah seorang murid.

?

?Untuk apa?? tanya sang guru.

?

?Agar saya bisa mempersiapkan semuanya, agar saya tak kewalahan guru, agar saya mengetahui takdir saya.? Keluh sang murid.

?

Sang guru terdiam, memikirkan kata-kata sang murid. ?Besok bawakan aku satu buah kelapa hijau dengan keadaan sudah di buka bagian atasnya.?

?

?Untuk apa guru?? tanya sang murid yang bingun dengan permintaan sang guru.

?

?Sudah bawakan saja.?

---

Keesokan harinya sang murid kembali dengan wajah lesu, dan dengan memohon kepada sang guru.

?

?Aku kehilangan kelapaku, orang lain telah membelinya lebih dulu.?

?

Sang guru terdiam.

?

?Kenapa kau diam saja? Apa yang harus aku lakukan?? tanya sang murid.

?

?Carikan lagi satu kelapa untukku.? Pinta sang guru.

?

Sang murid mengangguk.

?

Berjam-jam sang murid mencari kelapa hijau, namun sulit ditemukan. Tak ada satupun kelapa hijau yang tersisa. Padahal baru beberapa jam warung-warung yang menjajakan kelapa buka, tapi semua sudah habis terjual. Sekali lagi dia kembali dengan wajah lesu, dengan keringat yang masih basah.

?

?Aku tak menemukannya lagi.?

?

?Kau belum mengerti juga?? tanya sang guru.

?

?Soal apa?? sang murid kembali bertanya.

?

?Takdir.?

?

Sang murid mulai bingung dengan arah pembicaraan sang guru, dia tak megerti sama sekali soal semua yang dia lakukan, apa hubungannya dengan takdir.

?

?Kadang apa yang sudah kau usahakan tak selamanya seusai dengan apa yang telah dituliskan, Tuhan telah menuliskan semua kejadian sebelum manusia pertama diciptakan, semuanya; Albert Einstein akan menjadi fisikawan yang sukses, pulpen akan diciptakan, lampu akan ditemukan, listrik akan dibutuhkan, air akan surut, tsunami akan terjadi, dan seterusya.? Jelas sang guru. ?Nak, kau tak akan bisa menebak-nebak takdir, pada kenyataanya terkadang apa yang kita usahakan belum yang terbaik, keputusan yang terbaik selalu berada padaNya.? Lanjut sang guru.

?

?Lalu apa yang harus aku lakukan guru? Aku tak mau hidups seperti ini terus.?

?

?Usaha dan berdoa.? Singkat sang guru. ?Disitu kau akan mengerti sebagian takdir lainnya selalu bisa diusahakan, dan sebagian takdir lainnya sudah dituliskan dan hanya menunggu untuk di keluarkan. Selalu ada kebahagiaan setelah kesedihan, itu juga termasuk kedalam takdir manusia. Kau akan baik-baik saja.? Tutup sang guru.

?

Sang guru pergi, mengambil dua buah kelapa yang sudah terbuka bagian atasnya.

?

?Guru ini??

?

?Ini juga sudah ditakdirkan.?

?

Sang murid mengangguk tersenyum

?


Depok, 21 Januari 2016.
Muhammad Arifin Adi Saputra

  • view 188