Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 13 Mei 2016   08:47 WIB
Aku Merindukanmu

Seperti kata yang kurajut perlahan

Seperti rindu yang ku tempa di setiap waktu

Kembali ke masa lalu, melihatmu terduduk menatapku

Manusia mulai mencari jati dirinya lewat semua kefanaan dunia, sementara dirimu Rasulullah, terdiam menatap kami dengan tangisan

Ketika Iman sudah tidak mampu membawa diri kepada perasaan paling agung. Kami terjatuh di lubang kehancuran.

Aku ingat ketika kau menyuapi seorang pengemis di pinggir kota, kau begitu murah hati meski ia mengejekmu.

Tapi kami hancur dalam ketidakmampuan Iman, membagi semuanya sendiri. Masih tertunduk dengan "opini" kami akan bertobat

Dengan rasa rindu kami padamu yang kami pura-pura kan

Aku tahu kau sedang menatap kami perlahan, melihat kami jatuh dalam ketidakmampuan pada Iman

Dan aku masih disini, merindukanmu di dalam ruangan yang gelap dan sempit, menatap terang lampion malam, mencari keberadaanmu lewat doa yang setiap hari terpanjatkan

Sederhana, semoga kita di bersamakan wahai Rasulullah...

Karya : Arifin Narendra Putra