Untukmu yang Berulang Tahun

Arifin Narendra Putra
Karya Arifin Narendra Putra Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 14 April 2016
Untukmu yang Berulang Tahun

Aprilia, mungkin kau akan bertanya ketika orang-orang yang kau sayang perlahan meninggalkanmu. Pergi entah kemanapun mereka, mencari apa yang mereka ingin capai. Mungkin ini menjadi bagian terburuk dalam nasib yang tidak bisa kau kehendaki, mungkin ini menjadi semacam perasaan takut kesepian dan ditinggalkan. Aprilia, kadang hidup seperti gugus bintang yang terlihat indah begitu malam namun hilang begitu cahaya datang.

Aprilia, Manusia dilahirkan untuk menjadi dirinya sendiri. Namun, dari sedikit yang kutahu kita juga harus berbagi bahagia pada apa saja yang ada di sekitar kita. Mungkin waktu akan merekamnya dalam dimensi yang mungkin kita sendiri tak pernah bisa melihatnya secara langsung. Perlahan aku menyukai cara berpikirmu tentang mereka orang-orang yang meninggalkan kita.

“Kenapa mereka pergi ninggalin kita disaat kita udah bener-bener menganggap mereka seperti saudara sendiri?!” Teriakmu waktu itu.

Aku terdiam mencoba merasakan apa yang sedang kau rasakan, kau tahu, kadang apa yang kita usahakan tidak selamanya menjadi kenyataan. Banyak sekali kemungkinan hidup ini akan berbelok di titik yang kita tidak pernah sangka sebelumnya, mungkin yang harus kita lakukan Cuma satu, berusaha sebaik mungkin memperbaiki diri sampai pada saatny mereka kembali untuk sekedar bertegur sapa.

Aprilia, manusia terus bertumbuh, usia kita selalu bertambah perlahan tapi pasti. Seperti dirimu yang berulang tahun 12 April kemarin, aku rasa kau harus sadar bahwa manusia terikat pada perubahan-perubahan yang mungkin kita sendiri tak mau menerimanya. Mungkin kau ditinggalkan kali ini, mungkin kau menganggap semua yang telah terjadi tidak cukup adil dan belum cukup bisa membahagiakanmu, tapi kau harus tahu aku selalu ada bersamamu. Menapaki jalan bersama, antara gugusan bintang dan cahaya aurora dari kutub utara, aku tetap bersamamu, membersamaimu dalam ketidakberdayaan kita pada takdir, nasib dan juga kehidupan.

Sayangku, selamat ulang tahun, mungkin kau masih bertanya-tanya mengapa mereka pergi perlahan dan bergantian. Tapi kali ini aku mempunyai jawaban untukmu.

“Hidup kadang harus kita teruskan dengan cara yang tak pernah kita duga sebelumnya, menerka masa depan kita sendiri. Dan kita akan kembali bertemu orang-orang baru, sahabat baru, teman baru, saudara baru. Dan merekalah yang nantinya akan membersamai kita setiap saat. Aku disini masih bersamamu, selamat ulang tahun.”