Cerpen Hari Ini : Ikatan Persahabatan

Arif Arifin
Karya Arif Arifin Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 02 Maret 2016
Cerpen Hari Ini : Ikatan Persahabatan


? ? ? ?Malam begitu gelap, bahkan bulan yang sedang menggantung di langit itu tak bisa menyinarkan cahayanya, awan awan hitam menutupinya dengan paksa.
Sebuah mobil Jeep hitam melaju dengan cepat menusuk ke daerah perhutanan yang begitu pekat untuk dipandang. suara mesin yang beberapa kali tersedak karena dipaksa melewati jalan tanah yang terjal menjadi musik dimalam itu.
akhirnya ditepi jurang hutan mobil jeep itu berhenti, lalu seorang lelaki muda keluar. Ia memperhatikan sekeliling. Mencoba menangkap adakah orang disini.

" Rahmat ! bawa kemari. "
teriaknya.

kemudian dua pintu belakang jeep itu terbuka, ada seorang wanita disana, dan juga ada pria tua yang ia panggil rahmat itu, terlihat rahmat membawa seseorang yang mungkin sudah tak sadarkan diri.

"cepat ! "
teriak lelaki muda itu.

" iya, tuan "
rahmat hanya bisa menurut, walau sebenarnya ia benar benar menyesal bisa terlibat di kejadian yang mengerikan ini.

" mau apakan orang itu, hen "
Wanita itu menghampiri lelaki muda didepanya yang sedang berdiri tegap di tepi jurang.

" kita akan melakukan seperti yang ia lakukan dulu kepadaku, tapi yang kali ini aku akan pastikan ia takkan hidup lagi "

" ide yang bagus, aku setuju "
Wanita itu mengambil sesuatu dari tas-nya. Pisau, ya wanita itu membawa pisau.

" ini adalah pisau yang dulu yorang brengsek itu gunakan untuk mencoba untuk membunuhmu, tapi sekarang kamu bisa menggunakan pisau ini bukan sekedar untuk membunuhnya, tapi benar benar akan membunuhnya "
Wanita itu tersenyum keji. Betapa senangnya ia bisa melihat kejadian yang sama 10 tahunan ini, rencananya benar benar berhasil.

Lelaki muda itu mengambil pisau berwarna yang telah ditawarkan.

Rahmat sudah berada didepan jurang, persis didepan lelaki muda itu.

"bangunkan dia "

Rahmat sedikit ragu, kenapa ia harus terlibat dikejadian yang sama 10 tahun ini, ia benar benar merasa mengulangi kesalahan yang sama, kalau tau mau begini lebih baik ia mencari pekerjaan di lain tempat saja, tanganya bukanlah tangan kotor, matanya bukanlah mata yang mau disuguhi kejadian keji seperti itu. Akkh ! Tapi ia benar tapi melakukan apa apa, yang hanya bisa ia lakukan adalah, Menurut.

Dengan berusaha tak menyakitinya rahmat membangunkan pria itu dengan cara mengguncang - guncangkan badan didepanya.

" bodoh ! "
Pria muda itu sedikit naik pitam.

" tampar pipinya sekeras mungkin ! "
Perintahnya.

" sial "
Batin rahmat berujar.

Dengan begitu ragu rahmat menampar pipi pria itu.

" yang keras ! "

" maafkan aku... "
Batinya meminta maaf, lalu segera ia menampar pria itu dengan sekeras mungkin dua kali.

PLAK !
PLAK !

Bukan tanpa alasan ia begitu ragu melakukan hal hal kotor kepada pria itu, satu hal yang ia ingat tentang pria itu adalah kebaikan hatinya, Pria itu adalah majikan Rahmat 15 tahun yang lalu, atau tepatnya pria itu adalah anak dari majikanya yang begitu baik hati, mereka bahkan tidak menganggap rahmat hanya sekedar sopir pribadi melainkan anggota keluarga mereka, rahmat ingin menangis betul kalau mengingat masa masa itu.

tetapi sesuatu terjadi. ayah pria itu adalah rekan kerja orang tua pria muda keji didepanya. Walau iya tak begitu tau betul apa yang terjadi tapi ia sedikit tau apa yang terjadi, memang yang terjadi didepan pria muda itu adalah bahwa ayah pria tak bersalah itu menyuruh pria yang kini terkapar disisihnya untuk membunuh pria muda itu, tetunya pembunuhan itu tak terjadi karena apa ? Karena mereka adalah sahabat yang dekat sahabat yang begitu hebat. Pria yang terkapar didepanya itu bukanlah orang yang bersalah melainkan orang yang berjasa karena telah menggagalkan pembunuhan. Tapi mengapa semua ini bisa terjadi saat ini.

Mungkin yang rahmat ingat dan ketahui cuma sedikit dari kejadian yang mengerikan itu. Karena sebenarnya kejadian 10 tahun itu adalah awal dari bencana.

Pria muda itu mendekat.
Menarik kerah baju yang dikenakan pria yang terkapar itu.
Kesadaran pria itu mulai pulih namun tiada tenaga lagi dalam tubuhnya.

Matanya pelan pelan mulai terbuka, dan yang pertama ia lihat adalah 'Hendra !" ia ingin menjerit ata apa yang dilihatnya, hendra ?
sahabatnya itu ?
yang sepluluh tahun yang lalu ia lempar kejurang karena ia benar benar tak ingin membunuh sahabat karibnya itu, dia disini. ia benar benar kangen. ia juga yakin selama ini bahwa hendra masih hidup.

" he-hendra... "
katanya pelan.

" kaget ? "
hendra semakin meremas keras kerah baju pria didepanya itu.

" ooh, tentu kamu kagetkan ?, kenapa aku disini, kenapa aku tidak mati sepuluh tahun yang lalu, dan kenapa aku bisa berdiri diatas perusahaanmu itu kan?, ya kini aku telah memiliki dan menguasai VStar Corp. suatu hal yang besar yang sangat ingin kuperlihatkan padamu. sekarang dunia berbalik, Yan ! dulu kudibawah dan kini aku diatas. HAHAHAHA."
kata hendra penuh dengan kebencian.

" ta-tapi? "
iyan begitu ingin menjelaskan semuanya, namun semua itu percuma. Ia tahu Hendra tidak akan mempercayainya.

kejadian pembunuhan itu didalangi oleh seseorang, bukan ayahnya. tapi seseorang diluar sana yang begitu ingin menghancurkan kerja sama antara dua pemilik saham terbesar VStar Corp.

selama sepuluh tahun ini ia sudah berusaha untuk mencari dalang dalam kejadian itu. tapi nihil hasilnya.

" tapi apa? kamu mau minta ampun ?, ayahku sudah meninggal karena ulah kelaurgamu...... "

" tidak ! ?Salah !, keluargaku tak pernah membunuh ayahmu !, Ughgt ! "
Iyan berusaha bicara keras, ia tak ingin ada kesalah pahaman diantara mereka.

" Vi, kemari... "
Wanita itu mendekat dengan anggun, senyumnya sinis dan begitu senang.

lalu Vi mengeluarkan sebuah kertas terbungkus plastik mika putih.

" lalu ini apa?, sidik ayahmu sama persis dengan sidik jari yang ditemukan di daeranh kejadian, dulu aku tak percaya, dan bahkan berusaha menyembunyikanya dari polisi, karena aku tak mau ayahmu yang dulu kupandang sebagai orang yang baik dan kujadikan ayah keduaku masuk penjara. Tapi kini aku sudah benar benar murka dan tau semuanya. Keluargamu adalah 'harimau ber berselimut domba !' "
Teriaknya begitu penuh dengan amarah.

Iyan ingin menjelaskan semuanya, namun tiba tiba kesadaranya hilang ketika ia merasakan kepalanya begitu nyeri dan seperti mau meledak.

" kenapa dia? "
Hendra melepaskan genggamanya.

lalu Vi datang mendekat dan mengechek kondisi tubuh Iyan.

" dia pingsan, "

" aku akan melakukan apa yang ia lakukan 10 tahun yang lalu, Rahmat buang tubuh sialan ini kejurang, aku ingin dia tau apa yangku rasakan dulu "
Iyan langsung menuju kearah mobil Jeepnya.

Terlihat Vi begitu kecewa.
"Sial, kenapa ia tak bunuh aja cowok sialan ini, bisa bisa rencanaku gagal kalau ia tak mati"
Batinya berujar.

ketika Vi hendak menusukan sebuah pisau kecil ke leher Iyan Tiba tiba Hendra Berujar.

" Ayo Vi pulang, jangan sampai ada yang curiga dengan kita "

Vi pun berdiri dan berjalan menuju mobil.

Tentu Pak Rahmat tak tega melakukanya namu,
" Maafkan aku nak"
ia melempar tubuh itu ke jurang.

Suara binatang binatang mulai terdengar kencang disana. bahkan aungan serigala mulai terdengar mendekat.

" mungkin Ia akan dimakan serigala serigala itu "
kata ?Hendra sebelum menutup pintu Jeep dan menjalankanya menuju arah keluar Hutan


Mobil Jeep itu berjalan begitu cepat.
Terlihat Vi tersenyum bahagia melihat semua ini, walaupun dia tak bisa melihat Iyan mati didepanya namun ini semua sudah lebih dari cukup.

" aku pinjam pisau yang tadi "
kata Vi meminta.
dengan pelan Hendra mengambil pisau itu dari sakunya.

dengan ekspresi keji, Vi tersenyum bahagia, ia memainkan pisau ?itu.
Mobil berhenti karena didepan ada sebuah pohon besar yang tumbang.

" sialan "
Hendra menggerutu kesal.

lalu mereka semua turun.
Pak rahmat mencoba untuk mengangkat pohon itu, namu semua percuma karena terlalu besar.
Tiba tiba..

JLLEEEEB !

" akh !, ap-pa yan-ng ka-kamu laku-kan V-vi ! "
hendra menahan pisau yang sudah ditancapkan diperutnya itu.

pak Rahmat yang begitu panik hendak menolong Hendra namun tiba tiba sebuah peluru menancap dikaki kirinya.

"akh ! "
ia terjatuh kesakitan.

"apa apaan ini vi ! "
hendar benar benar tak mengerti.

"sudah berakhir, tugasmu sudah selesai, sekarang sudah giliran pemain utama pertujukan yang bertugas. Iya kan sayang ? "
Seseorang datang dibalik bayang bayang malam.

" a-ayah ? "
Hendra benar benar terpukul, ayahnya ? Apa yang sebenarnya terjadi.

" semua sudah selesai, kini kamu telah usai. "
Begitu kata ayah hendra yang baginya adalah ayah yang hebat, tapi mengapa dan sebenarnya apa yang terjadi.

" kematian Iyan, kematianmu, sudah cukup bagiku untuk mendapatkan perusahaan itu sepenuhnya "
pria itu tersenyum, begitu kejam.

"tapi kenapa ayah lakukan in-ini pa-da ku "
Darah muali mengalir dari perut Hendra.

"sudah kubilang karena aku harus menguasai perusahaan itu sepenuhnya ! "
ia mencengkram rambut hendra.

" ja-jadi, 10 tahun yang lalu itu a-apa ? "

" itu adalah sandiwaraku, awal dari rencanaku, dan aku harus benar benar membuatmu membenci keluarga Handoyono itu !, mengerti ! semua itu hanyalah adegan yang sengaja kubuat !, dan kini SI handoyoso dan anaknya Iyan benar benar sudah Selesai. "

"tapi aku anakmu, ayah "
Hendra sudah begitu tercengang mendengar semuanya.

" anak ? Hahahaha apa kamu tak tau, ?kamu bukan anakku aku menikahi ibumu karena aku kasihan ! Dia sudah hamil duluan ! Hahahaha. Kamu itu anak yang tak diharapkan. Hahaha. Dan aku benar benar memanfaatkanmu sebaik mungkin. "
Katanya begitu menyayat kuping hendra.

" sekarang, sayang bunuh dia "
Vi tersenyum.

Lelaki itu menjulurkan pistolnya tepat di depan wajah hendra.

Clik !

Tiba tiba.
suara sirine polisi terdengar, suara hellikopter terdengar diatas mereka.
mereka kini tersorot lampu pengawas hellikopter, sebagau pentanda mereka sudah tak bisa apa apa.

sebuah mobil polisi mendekat. lalu seseorang keluar dari dalam.

" Semuanya selesai disini ! "

" Iyan ! "
Hendra begitu tercengang melihatnya.


***


" aku sampai lupa kaman kita bisa belibur bersama seperti ini "
kata Iya disisih Hendra.

" dan sekarang kita sudah bersama sama "
Kata hendra tersenyum.

" dan seperti inilah yang aku inginkan pada akhir cerita hidup kita "

" ya, kita adalah sahabat yang takkan terpisahkan oleh apapun, kamu berjanjikan ? "

"tentu saja"
Iyan menyunggingkan senyum.

Seorang anak kecil berlarian menuju arah Iyan dan memeluknya.
Dengan segera Iyan menggendongnya.

" darimana saja kamu, nak "
katanya gemas melihat anak kecilnya yang lucu itu.

"biasa lari larian sama si Farel "
seorang wanita berambut panjang dan bertubuh seksi itu datang menghampiri Iyan dan menggandeng tanganya.

"kalau lari larian pasti akhir akhirnya pada berantem"
seorang wanita berambut pendek dan bertubuh kurus berisi datang menggendong farel.
lalu ia mendekat kesisih Hendra dan menggandeng tanganya.

"jadi ingat waktu kita kecil dulu, iya gak yan ? "

" Hahahahaha... "
mereka semua tertawa bahagia, sebahagia keadaan mereka saat ini. badai sudah berlalu dan kini hari yang cerah telah tiba.

Kapal yang mereka naiki masih terus melaju pelan menyusuri laut bali di senja hari. Awan sore menggantung dilangit begitu indah. sang mentari menggantung turun, seperti tenggelam dialut menambahkan kesan keindahaan yang begitu nyaman.

?
?
Selesai
Malam begitu gelap, bahkan bulan yang sedang menggantung di langit itu tak bisa menyinarkan cahayanya, awan awan hitam menutupinya dengan paksa.
Sebuah mobil Jeep hitam melaju dengan cepat menusuk ke daerah perhutanan yang begitu pekat untuk dipandang. suara mesin yang beberapa kali tersedak karena dipaksa melewati jalan tanah yang terjal menjadi musik dimalam itu.
akhirnya ditepi jurang hutan mobil jeep itu berhenti, lalu seorang lelaki muda keluar. Ia memperhatikan sekeliling. Mencoba menangkap adakah orang disini.

" Rahmat ! bawa kemari. "
teriaknya.

kemudian dua pintu belakang jeep itu terbuka, ada seorang wanita disana, dan juga ada pria tua yang ia panggil rahmat itu, terlihat rahmat membawa seseorang yang mungkin sudah tak sadarkan diri.

"cepat ! "
teriak lelaki muda itu.

" iya, tuan "
rahmat hanya bisa menurut, walau sebenarnya ia benar benar menyesal bisa terlibat di kejadian yang mengerikan ini.

" mau apakan orang itu, hen "
Wanita itu menghampiri lelaki muda didepanya yang sedang berdiri tegap di tepi jurang.

" kita akan melakukan seperti yang ia lakukan dulu kepadaku, tapi yang kali ini aku akan pastikan ia takkan hidup lagi "

" ide yang bagus, aku setuju "
Wanita itu mengambil sesuatu dari tas-nya. Pisau, ya wanita itu membawa pisau.

" ini adalah pisau yang dulu yorang brengsek itu gunakan untuk mencoba untuk membunuhmu, tapi sekarang kamu bisa menggunakan pisau ini bukan sekedar untuk membunuhnya, tapi benar benar akan membunuhnya "
Wanita itu tersenyum keji. Betapa senangnya ia bisa melihat kejadian yang sama 10 tahunan ini, rencananya benar benar berhasil.

Lelaki muda itu mengambil pisau berwarna yang telah ditawarkan.

Rahmat sudah berada didepan jurang, persis didepan lelaki muda itu.

"bangunkan dia "

Rahmat sedikit ragu, kenapa ia harus terlibat dikejadian yang sama 10 tahun ini, ia benar benar merasa mengulangi kesalahan yang sama, kalau tau mau begini lebih baik ia mencari pekerjaan di lain tempat saja, tanganya bukanlah tangan kotor, matanya bukanlah mata yang mau disuguhi kejadian keji seperti itu. Akkh ! Tapi ia benar tapi melakukan apa apa, yang hanya bisa ia lakukan adalah, Menurut.

Dengan berusaha tak menyakitinya rahmat membangunkan pria itu dengan cara mengguncang - guncangkan badan didepanya.

" bodoh ! "
Pria muda itu sedikit naik pitam.

" tampar pipinya sekeras mungkin ! "
Perintahnya.

" sial "
Batin rahmat berujar.

Dengan begitu ragu rahmat menampar pipi pria itu.

" yang keras ! "

" maafkan aku... "
Batinya meminta maaf, lalu segera ia menampar pria itu dengan sekeras mungkin dua kali.

PLAK !
PLAK !

Bukan tanpa alasan ia begitu ragu melakukan hal hal kotor kepada pria itu, satu hal yang ia ingat tentang pria itu adalah kebaikan hatinya, Pria itu adalah majikan Rahmat 15 tahun yang lalu, atau tepatnya pria itu adalah anak dari majikanya yang begitu baik hati, mereka bahkan tidak menganggap rahmat hanya sekedar sopir pribadi melainkan anggota keluarga mereka, rahmat ingin menangis betul kalau mengingat masa masa itu.

tetapi sesuatu terjadi. ayah pria itu adalah rekan kerja orang tua pria muda keji didepanya. Walau iya tak begitu tau betul apa yang terjadi tapi ia sedikit tau apa yang terjadi, memang yang terjadi didepan pria muda itu adalah bahwa ayah pria tak bersalah itu menyuruh pria yang kini terkapar disisihnya untuk membunuh pria muda itu, tetunya pembunuhan itu tak terjadi karena apa ? Karena mereka adalah sahabat yang dekat sahabat yang begitu hebat. Pria yang terkapar didepanya itu bukanlah orang yang bersalah melainkan orang yang berjasa karena telah menggagalkan pembunuhan. Tapi mengapa semua ini bisa terjadi saat ini.

Mungkin yang rahmat ingat dan ketahui cuma sedikit dari kejadian yang mengerikan itu. Karena sebenarnya kejadian 10 tahun itu adalah awal dari bencana.

Pria muda itu mendekat.
Menarik kerah baju yang dikenakan pria yang terkapar itu.
Kesadaran pria itu mulai pulih namun tiada tenaga lagi dalam tubuhnya.

Matanya pelan pelan mulai terbuka, dan yang pertama ia lihat adalah 'Hendra !" ia ingin menjerit ata apa yang dilihatnya, hendra ?
sahabatnya itu ?
yang sepluluh tahun yang lalu ia lempar kejurang karena ia benar benar tak ingin membunuh sahabat karibnya itu, dia disini. ia benar benar kangen. ia juga yakin selama ini bahwa hendra masih hidup.

" he-hendra... "
katanya pelan.

" kaget ? "
hendra semakin meremas keras kerah baju pria didepanya itu.

" ooh, tentu kamu kagetkan ?, kenapa aku disini, kenapa aku tidak mati sepuluh tahun yang lalu, dan kenapa aku bisa berdiri diatas perusahaanmu itu kan?, ya kini aku telah memiliki dan menguasai VStar Corp. suatu hal yang besar yang sangat ingin kuperlihatkan padamu. sekarang dunia berbalik, Yan ! dulu kudibawah dan kini aku diatas. HAHAHAHA."
kata hendra penuh dengan kebencian.

" ta-tapi? "
iyan begitu ingin menjelaskan semuanya, namun semua itu percuma. Ia tahu Hendra tidak akan mempercayainya.

kejadian pembunuhan itu didalangi oleh seseorang, bukan ayahnya. tapi seseorang diluar sana yang begitu ingin menghancurkan kerja sama antara dua pemilik saham terbesar VStar Corp.

selama sepuluh tahun ini ia sudah berusaha untuk mencari dalang dalam kejadian itu. tapi nihil hasilnya.

" tapi apa? kamu mau minta ampun ?, ayahku sudah meninggal karena ulah kelaurgamu...... "

" tidak ! ?Salah !, keluargaku tak pernah membunuh ayahmu !, Ughgt ! "
Iyan berusaha bicara keras, ia tak ingin ada kesalah pahaman diantara mereka.

" Vi, kemari... "
Wanita itu mendekat dengan anggun, senyumnya sinis dan begitu senang.

lalu Vi mengeluarkan sebuah kertas terbungkus plastik mika putih.

" lalu ini apa?, sidik ayahmu sama persis dengan sidik jari yang ditemukan di daeranh kejadian, dulu aku tak percaya, dan bahkan berusaha menyembunyikanya dari polisi, karena aku tak mau ayahmu yang dulu kupandang sebagai orang yang baik dan kujadikan ayah keduaku masuk penjara. Tapi kini aku sudah benar benar murka dan tau semuanya. Keluargamu adalah 'harimau ber berselimut domba !' "
Teriaknya begitu penuh dengan amarah.

Iyan ingin menjelaskan semuanya, namun tiba tiba kesadaranya hilang ketika ia merasakan kepalanya begitu nyeri dan seperti mau meledak.

" kenapa dia? "
Hendra melepaskan genggamanya.

lalu Vi datang mendekat dan mengechek kondisi tubuh Iyan.

" dia pingsan, "

" aku akan melakukan apa yang ia lakukan 10 tahun yang lalu, Rahmat buang tubuh sialan ini kejurang, aku ingin dia tau apa yangku rasakan dulu "
Iyan langsung menuju kearah mobil Jeepnya.

Terlihat Vi begitu kecewa.
"Sial, kenapa ia tak bunuh aja cowok sialan ini, bisa bisa rencanaku gagal kalau ia tak mati"
Batinya berujar.

ketika Vi hendak menusukan sebuah pisau kecil ke leher Iyan Tiba tiba Hendra Berujar.

" Ayo Vi pulang, jangan sampai ada yang curiga dengan kita "

Vi pun berdiri dan berjalan menuju mobil.

Tentu Pak Rahmat tak tega melakukanya namu,
" Maafkan aku nak"
ia melempar tubuh itu ke jurang.

Suara binatang binatang mulai terdengar kencang disana. bahkan aungan serigala mulai terdengar mendekat.

" mungkin Ia akan dimakan serigala serigala itu "
kata ?Hendra sebelum menutup pintu Jeep dan menjalankanya menuju arah keluar Hutan


Mobil Jeep itu berjalan begitu cepat.
Terlihat Vi tersenyum bahagia melihat semua ini, walaupun dia tak bisa melihat Iyan mati didepanya namun ini semua sudah lebih dari cukup.

" aku pinjam pisau yang tadi "
kata Vi meminta.
dengan pelan Hendra mengambil pisau itu dari sakunya.

dengan ekspresi keji, Vi tersenyum bahagia, ia memainkan pisau ?itu.
Mobil berhenti karena didepan ada sebuah pohon besar yang tumbang.

" sialan "
Hendra menggerutu kesal.

lalu mereka semua turun.
Pak rahmat mencoba untuk mengangkat pohon itu, namu semua percuma karena terlalu besar.
Tiba tiba..

JLLEEEEB !

" akh !, ap-pa yan-ng ka-kamu laku-kan V-vi ! "
hendra menahan pisau yang sudah ditancapkan diperutnya itu.

pak Rahmat yang begitu panik hendak menolong Hendra namun tiba tiba sebuah peluru menancap dikaki kirinya.

"akh ! "
ia terjatuh kesakitan.

"apa apaan ini vi ! "
hendar benar benar tak mengerti.

"sudah berakhir, tugasmu sudah selesai, sekarang sudah giliran pemain utama pertujukan yang bertugas. Iya kan sayang ? "
Seseorang datang dibalik bayang bayang malam.

" a-ayah ? "
Hendra benar benar terpukul, ayahnya ? Apa yang sebenarnya terjadi.

" semua sudah selesai, kini kamu telah usai. "
Begitu kata ayah hendra yang baginya adalah ayah yang hebat, tapi mengapa dan sebenarnya apa yang terjadi.

" kematian Iyan, kematianmu, sudah cukup bagiku untuk mendapatkan perusahaan itu sepenuhnya "
pria itu tersenyum, begitu kejam.

"tapi kenapa ayah lakukan in-ini pa-da ku "
Darah muali mengalir dari perut Hendra.

"sudah kubilang karena aku harus menguasai perusahaan itu sepenuhnya ! "
ia mencengkram rambut hendra.

" ja-jadi, 10 tahun yang lalu itu a-apa ? "

" itu adalah sandiwaraku, awal dari rencanaku, dan aku harus benar benar membuatmu membenci keluarga Handoyono itu !, mengerti ! semua itu hanyalah adegan yang sengaja kubuat !, dan kini SI handoyoso dan anaknya Iyan benar benar sudah Selesai. "

"tapi aku anakmu, ayah "
Hendra sudah begitu tercengang mendengar semuanya.

" anak ? Hahahaha apa kamu tak tau, ?kamu bukan anakku aku menikahi ibumu karena aku kasihan ! Dia sudah hamil duluan ! Hahahaha. Kamu itu anak yang tak diharapkan. Hahaha. Dan aku benar benar memanfaatkanmu sebaik mungkin. "
Katanya begitu menyayat kuping hendra.

" sekarang, sayang bunuh dia "
Vi tersenyum.

Lelaki itu menjulurkan pistolnya tepat di depan wajah hendra.

Clik !

Tiba tiba.
suara sirine polisi terdengar, suara hellikopter terdengar diatas mereka.
mereka kini tersorot lampu pengawas hellikopter, sebagau pentanda mereka sudah tak bisa apa apa.

sebuah mobil polisi mendekat. lalu seseorang keluar dari dalam.

" Semuanya selesai disini ! "

" Iyan ! "
Hendra begitu tercengang melihatnya.


***


" aku sampai lupa kaman kita bisa belibur bersama seperti ini "
kata Iya disisih Hendra.

" dan sekarang kita sudah bersama sama "
Kata hendra tersenyum.

" dan seperti inilah yang aku inginkan pada akhir cerita hidup kita "

" ya, kita adalah sahabat yang takkan terpisahkan oleh apapun, kamu berjanjikan ? "

"tentu saja"
Iyan menyunggingkan senyum.

Seorang anak kecil berlarian menuju arah Iyan dan memeluknya.
Dengan segera Iyan menggendongnya.

" darimana saja kamu, nak "
katanya gemas melihat anak kecilnya yang lucu itu.

"biasa lari larian sama si Farel "
seorang wanita berambut panjang dan bertubuh seksi itu datang menghampiri Iyan dan menggandeng tanganya.

"kalau lari larian pasti akhir akhirnya pada berantem"
seorang wanita berambut pendek dan bertubuh kurus berisi datang menggendong farel.
lalu ia mendekat kesisih Hendra dan menggandeng tanganya.

"jadi ingat waktu kita kecil dulu, iya gak yan ? "

" Hahahahaha... "
mereka semua tertawa bahagia, sebahagia keadaan mereka saat ini. badai sudah berlalu dan kini hari yang cerah telah tiba.

Kapal yang mereka naiki masih terus melaju pelan menyusuri laut bali di senja hari. Awan sore menggantung dilangit begitu indah. sang mentari menggantung turun, seperti tenggelam dialut menambahkan kesan keindahaan yang begitu nyaman.
?
?
Selesai

  • view 192