Sebelum Jingga Benar-benar Hilang

arik abd muhyi
Karya arik abd muhyi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Maret 2017
Sebelum Jingga Benar-benar Hilang

Sebelum kau melupakan aku lebih jauh, izinkan aku mengingatkanmu lewat tulisan ini dengan segenap rasa yang tumbuh tumbang berkali-kali bagaikan tunas pinus menjulang tinggi menembus matahari, membakar daun-daun rindang untuk melindungi tunas-tunas baru Agar ia bisa tumbuh dan terus tumbuh. Lewat untaian kata-kata yang aku tulis inilah penuh dengan tanda tanya dengan tanda baca. ( ? )

Aku sering bertanya-tanya mengapa?, mengapa? Dan  inginku sekali menjawab ya begini adanya memang sudah takdir. Seketika itu berubah diam, sesambil berkata “atau masih ada kemungkinan-kemungkinan lain?”. Semoga kemungkinan itu membuka celah ikhtiyarku untuk menjawab pertanyan mengapa dan biasnya kata “mungkin”.

Saat ini aku sudah tak asing dengan kata “mungkinkah aku di lupakan?” rasanya membias bersamaan kenangan yang ada. Aku masih ingat tentang kata kuat yang aku tulis di kedalaman batin, yaitu “Ketika dua insan berpisah ada hal yang tak sudi. Yaitu, kenangannya”.

Kau boleh saja melupakan, kau boleh saja mengatakan ini “takdir” dan kau boleh saja mengucapkan dalam batinmu “biarlah”. Tetapi, kenangan dan ingatanlah yang akan membombardir batinmu sendiri dan menyadarkanmu dari kuatnya ego dalam diri  yang tak mungkin itu.

Aku pernah berkata pada derasnya gelombang laut, bisik sunyi pasir pantai, ayunan perahu-perahu nelayan. Bahwa, bahwa aku kan terus beriktiyar untuk membawa htimu sampai dipelabuhan senja. meskipun samudra lautan sana menghempas mengombang ambingkan bahteraku. Teguhku!. Kau tau badai yang menakutkan itu? Kita bisa melewati itu bersama dengan kekuatan cinta dari yang Maha Cinta.

Kata penyair dan penyanyi badai pasti berlalu. Ah, aku tak yakin itu!. Kalaulah kata Nahkoda Kapal aku yakin dan percaya. Pengalaman dan kenanganlah yang menguatkan ia berlabuh dan menepi di pelabuhan.

Pernah Aku mengimpikan kita berlabuh di pelabuhan senja, mega yang temaram, melihat burung-burung yang berterbangan, hempasan hempasan buih kecil ketepi pantai, menyaksikan betapa ciptaan Tuhan begitu indahnya.

Ataukah kau pernah mengimpikan juga tentang hal itu? Rasanya aku yakin dan lagi-lagi “Mungkin”. Semoga sajalah..

Oleh: Arik Abd Muhyi

-Tulisan ini aku tulis bersamaan dengan jatuhnya fotomu dalam dompetku.

  • view 141