Sepucuk Surat Dari Dunia Maya

Arie Prakoso
Karya Arie Prakoso Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 30 Januari 2017
Sepucuk Surat Dari Dunia Maya

 

 
     Hay, lama kita tak jumpa, bagaimana kabarmu di sana? Kuharap kau baik-baik saja !!
Kau mungkin tak mengingatku sekarang. Karena waktu dan jarak telah menjadi penghalang nyata diantara kita.
 
     Mungkin ini sekedar kata-kata usang, dari seseorang yang tak kau ingat lagi. Mungkin bukan kata-kata yang begitu berarti bagimu. Tapi kutulis sepucuk surat dari dunia maya ini sekedar untuk pelepas rindu yang tiba-tiba hadir di hari-hariku saat ini, tiba-tiba saja nama samaran yang kau gunakan teringat kembali dalam pikiranku.
 
     Ku tak tahu alasan yang jelas mengapa nama itu muncul kembali. Dan seketika kenangan masa lalu itu muncul kembali dalam otakku. Kuakui memang tak banyak kenangan indah yang terlukiskan diantara kita. Tapi masa lalu itu, masa-masa di mana kita pernah saling mengenal, merupakan masa yang paling indah bagiku saat ini, mungkin tidak bagimu.
 
     Jika boleh ku utarakan sebuah kejujuran, ku akan katakan kalau kau adalah orang pertama yang mengenalkanku  pada C.I.N.T.A. Kaulah orang pertama yang memasuki dan mengisi hati ini, walau rasa itu tak pernah berani ku ungkapkan saat itu.

      
Waktu telah jauh berlalu, sangat jauh sekali dan penyesalan datang ketika kita sadar akan sebuah sikap dan tindakan. Penyesalan itu adalah kutak pernah bisa mengartikan sikap dan tindakan yang kau tujukan padaku kala itu. Kutak pernah mampu untuk membaca dan mengartikannya, dalam hati kecilku aku menyimpan suatu perasaan padam. Ataukah sekarang aku salah mengartikan tindakan yang pernah kau tujukan padaku dahulu? .

      
Dahulu memang ku pernah menyimpan perasaan padamu, perasaan yang tak pernah berani kau ungkapkan. Karena dahulu ku sadar, aku bukan siapa-siapa, bukan orang yang bergelimang harta, dan ku tak sempurna, dibandingkan kau, kau jauh dariku, kau orang berada, kau cantik, pintar, dan tentunya orang yang berada.

      
Dahulu memang ku pernah menyimpan perasaan padamu, perasaan yang tak pernah berani kau ungkapkan. Karena dahulu ku sadar, aku bukan siapa-siapa, bukan orang yang bergelimang harta, dan ku tak sempurna, dibandingkan kau, kau jauh dariku, kau orang berada, kau cantik, pintar, dan tentunya orang yang berada.

     Sayang seribu sayang waktu telah jauh berlalu, dan tak mungkin waktu itu dapat berputar kembali untuk menjadikan semuanya indah.


      
Itu kejujuran yang ingin ku utarakan saat ini. Sekarang, kuhanya bisa melihat senyum manismu walau yang kudapatkan dari dunia maya.

      
Semoga kau masih mengingatku setelah kau baca pesan usang ini. Harapanku semoga kau sukses, bahagia dunia dan akhirat. Kuharap kubisa melihat sekali lagi senyum termanismu secara nyata, semoga bisa berjumpa kembali di lain waktu dan kesempatan. Tidak di dunia ini, mungkin di dunia yang lainnya.

  • view 88