••• Narasi dalam Mimpi •••

Ardiansyah Fadli
Karya Ardiansyah Fadli Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 Agustus 2016
••• Narasi dalam Mimpi •••

Hari hari ini saya suka bingung dan bertanya tanya mencari satu jawaban yang entah siapa yang bisa menjawabnya.

Seiring dengan semangatku membaca buku, dan memenuhi Blog yang saya miliki dengan target tulisan yang kubuat untuk setiap harinya.

Kegiatan kegiatan apapun saya ikuti, guna mengisi waktu kekosongan dan mencari bibit bibit inspirasi yang bisa saya tuangkan menjadi sebuah tulisan yang bermakna.

Mulai dari mengikuti kegiatan pelatihan ibu ibu terkait belajar anak, menari dan mendongeng dan memberikan ide ide kreatif yang bisa di terapkan untuk KBA (Kelompok Belajar anak) di daerah tempat tinggal saya.

Ibu saya menjadi salah satu tutor untuk KBA, yang mengajarkan anak anak di lingkungan saya tinggal. Sehingga saya rencana nya ingin dilibatkan dalam proses kegiatan KBA.

Terlepas dari itu, saya yang juga sedang mencari banyak ide, gagasan, dan juga inspirasi memiliki kesempatan untuk ikut kegiatan tsb.

Terlebih kegiatan nya berlokasi di salah satu hotel di Jakarta.  Saya seketika ingat ucapannya penulis Sigit Susanto dalam bukunya "Menyusuri Lorong-Lorong Dunia", bahwa ia menyimpulkan dari banyak nya Napak tilas sang penulis, tokoh, sastrawan, di berbagai belahan dunia yang ia pernah kunjungi, ternyata kebesarannya tak lepas dari tempat favoritnya yaitu 'Cafe', banyak para penulis hebat lahir dari sebuah kafe, seperti Kafka di Praha, Kemudian Einstein, sampai beberapa penulis muda Indonesia seperti Puthut Ea, Eka Kurniawan dsb mereka aktif dari sebuah komunitas tempat bernama "Kafe".

Dari sanalah saya bermaksud mengikuti acara ibu Ku Di Hotel. Semoga dari sana lahir sebuah ide dan gagasan yang baru.

Dan ini terbukti, 3 hari ketika tinggal di Hotel,  sampai beberapa hari setelah nya saya sering mengalami keanehan tersendiri.

Pasalnya di setiap saya bangun tidur dengan keadaan setengah sadar, saya di suguhkan beberapa alur cerita dengan konsep dan narasi yang jelas. Mulai dari awal sampai akhir cerita saya sangat menikmati betul alurnya. Sehingga pada kesimpulan alam bawah sadar saya berusaha membuat judul cerita tersebut. Dan saya berusaha mengingatnya agar bisa saya tuliskan judul tersebut saya terbangun.

Tak lama setelah cerita itu usai, dan saya sudah bisa menentukan judul nya saya pun terbangun dan langsung mengaktifkan Handphone dan menuliskannya di buku catatan, berharap agar tidak lupa. Saya hanya menulis judul nya saja, selebihnya akan saya lanjutkan nanti, sebab saya masih ingat betul alur cerita yang di sajikan dalam mimpi saya itu.

Dan tak lama, di sela sela waktu luang, barulah saya mencoba mengembangkan judul tersebut dan menuliskannya dalam bentuk cerita sesuai dengan alur cerita yang telah saya tangkap dari mimpi semalam.

Hal tersebut bukan yang pertama kalinya saya alami, semenjak saya suka buku, saya aktif membaca buku, dan saya rajin mengkoleksi buku, khusunya setelah saya pulang dari hotel pun saya masih mengalami hal demikian.

Apakah ini sugesti ?? Ataukah stimulus tuhan agar saya menuangkannya dalam bentuk tulisan ?? Yang pasti saya tidak begitu memahami hal demikian.
Saya percaya apa yang di cintai seseorang dengan hati dan ketulusan maka ia akan mendapatkan jalan.  Maka dengan hal ini saya berusaha untuk Mencintai sesuatu sepenuh hati.

Saya tadi mengatakan bahwa kejadian seperti ini bukan hal yang pertama memang betul adanya, hanya saja kejadian masa lalu dalam konteks yang berbeda tapi masih pada esensi yang sama.

Waktu di pesantren dulu, tatkala saya menghafalkam banyak kitab (Jurmiab, imrihthi, alfiyyah, sulam Munawaroh, zauhar maknun, awamil, dsb) dan  juga surat surat panjang di Alquran, alam bawa sadar saya sering terlibat dan ikut dalam proses menghafal. Bagaimana teman suka melihat mulut saya berkomat Kamit menghafal bait bait kitab dan juga ayat ayat Qur'an. Mungkin waktu itu kata teman saya ini hanya kelelahan Anda saat menghafal sehingga wajar jika hafalan terbawa saat Anda tertidur karena saking fokus nya anda.

Nah, ini mungkin jawaban sederhana yang masih saya pegang, 'FOKUS'. Jadi fokus dapat mempengaruhi alam bawah sadar.

Tapi tak puas dengan hal itu saya masih tetap mencari jawaban jawaban yang lain, sebab bagi saya jawaban tidak hanya satu melainkan banyak sesuai dengan cara pandang dan landasan berfikir seseorang.

 

 

  • view 308