••• Eksploitasi Pengalaman •••

Ardiansyah Fadli
Karya Ardiansyah Fadli Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 Agustus 2016
••• Eksploitasi Pengalaman •••

Banyak orang berkata "Experience is a Good Teacher", ya bgulah kira kira untaian indah yg di hasilkan dari kebanggaan seseorang dalam pengalamannya. Tidak ada yg salah memang bahkan terkadang ada saja yang menjadikan pengalaman sebagai ajang bergengsi untuk di tunjukkan sebagai sebuah eksistensi.

Dengan Pede-nya ada saja yang mengatakan bahwa "Orang berpengalaman itu di anggap lebih hebat dari pada orang yang fokus mencari sebuah kebenaran teori dan ilmu pengetahuan.

Mungkin saja pikirku, mereka menganggap teori dan ilmu pengetahuan tak akan pernah mampu menjawab soal dan tantangan kekini-an.

Padahal kalau kita berfikir secara lebih mendalam bahwa sebuah teori dan ilmu pengetahuan juga tak lepas dari adanya pengalaman dan penelitian.

Bicara Pengalaman saya kira menjadi sesuatu hal yg subjektif. sbab, hanya dapat merepresentasikan apa yang terjadi pada dirinya.
Oleh sebab itu, teori dan ilmu kemudian mengakomodir dari banyaknya pengalaman  sehingga dapat menjadi sebuah teori.Saat itulah pengalaman dikatakan objiktif dan dapat merepresentasikan banyak orang.

Berpengalaman tanpa adanya kematangan ilmu pengetahuan justru akan cenderung di manfaatkan oleh banyak kalangan.

Pragmatis kini bukan menjadi hal yang tabu di kalangan masyarakat pada umumnya, hal ini melihat, pragmatis sebagai sebuah  "sebab hukum akibat" pada kehidupan yang perlu disikapi secara realistis dan profesional.

Hidup di zaman yang serba pragmatis tidak juga membuat kita munafik, bahwa masih banyak orang membutuhkan pemasukan dan menutupi banyaknya pengeluaran.

Terkadang Dikalangan kita saat ini sering terjadi pemanfaatan pengalaman oleh sejumlah kalangan, klo boleh saya menyebutnya sebagai "eksploitasi pengalaman".

Atas nama pengalaman orang rela bekerja tanpa memikirkan pendapatan. Sebab yang di cari adalah pengalaman. Hal tersebut tentu menuntut orang untuk selalu "give" tanpa adanya "take".

Padahal menyoal pengalaman adalah sesuatu yang secara otomatis bisa kita dapatkan dimanapun, kapan pun, dan dalam bentuk apapun.
Mencari pengalaman dengan melakukan suatu kewajiban di era kekinian bukan berarty harus tunduk dan patuh menjalankannya tanpa harus menuntut akan hak yang seharusnya d dapatkan.

Dan kita pun tidak bisa pungkiri untuk meyakini bahwa dalam sistem demokrasi (semi) liberal ini yg mengesahkan adanya persaingan secara ketat tentu dalam hal ini selalu ada orang yang di untungkan juga di buntungkan.

So selaku Rakyat yang rentan di Exploitasi dengan aqal sehat kita akan melawan dan mengatakan "bawah orang yang d buntungkan tidak akan pernah diam membisu untuk menuntut hal dan menyuarakan keadilan dan kesejahteraan.

Dan itulah mengapa menjadi orang yang berpengalaman saja i think Its not enaough, tanpa Teori dan Ilmu Pengetahuan.

Semoga Kita menjadi manusia yang seutuh nya

 

 

  • view 228