Di Pinggir Jalanan Pantura

Ardhan Niqa
Karya Ardhan Niqa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 29 Januari 2016
Di Pinggir Jalanan Pantura

Kekasih, malam ini langit mungkin sedang murung. Saat awan menghitam oleh mendung

Dari rintik gerimisnya samar-samar terdengar sayup nada ?Strawberry Field?-nya The Beatles

Hujan sedang bersenandung sedih.

??????????????? Let me take you down cause I?m going to Strawberry Field forever

??????????????? Nothing is real

??????????????? And nothing to get hung about, strawberry field forever

??????????????? Living is easy with eyes closed, misunderstanding all you see

??????????????? It?s getting hard to be someone but it?s all works out

??????????????? It doesn?t matter much to me

Dingin merambat naik ke ranting pohon

Daun-daunnya menggulung menghangatkan stomata

Lampu penerangan jalan ikut ambil bagian

Menatap dengan sorot kuningnya yang mengiba

Seorang laki-laki duduk di warung kopi di pinggir jalanan pantura saat hujan mulai menetes dari atap langit

Memandangi kepulan asap dari kopi yang mendidih

Ditangan kanannya memegang Handphone yang sedari tadi sepi tak berbunyi

Sesekali dia tekan tombol ?refresh?

Untuk melihat update twitter maupun status BBM dari seseorang

Lelaki ini sedang dilanda perasaan rindu

Sebanyak bintang yang tertutup mendung di malam itu

Tetapi terlalu pengecut untuk sekedar mengucapkan ?Hai?

Tidak ada yang lebih abstrak daripada segunung rindu yang tak tersampaikan, alih-alih yang dirindukan pun tak merasakan rindu yang diharapkan

Ingin hati menitipkan secangkir rindu pada supir truk untuk disampaikan tepat di depan rumahnya

Membisikkan kata sayang pada kunang-kunang yang berterbangan di tengah pematang sawah

Atau mengirimkan surat lewat udara untuk disampaikan tepat di bawah bantal tidurnya

Anak laki-laki itu bukannya tak bernyali, hanya saja waktu yang membuat semuanya seperti ini

Rasa sayangnya yang amat besar membuatnya berjanji untuk tidak pernah menyakitinya

Hujan sudah mulai berhenti, tinggal rintiknya saja yang masih bernyanyi

Meninggalkan jejak genangan di atas aspal yang menghitam

Tetesan hujan yang bercampur embun bergantung di ujung daun,

Semakin lama semakin berat, dan akhirnya jatuh di kaki bumi

Di dalam hatinya, rindu itu serupa nenek-nenek yang pergi meninggalkan jemuran, ia akan panik saat aroma hujan mulai datang

Jalanan pantura mulai lenggang, namun tak begitu dengan isi kepala anak lelaki

Di setiap sudut pikirannya masih terus memikirkan perempuan itu

Serumit anyaman bambu yang menjadi dinding di bawah rumbai jerami

Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

??????????????? Let me take you down cause I?m going to Strawberry Field forever

??????????????? Nothing is real

??????????????? And nothing to get hung about, strawberry field forever

Rimbunan pohon di belakang jalan ini masih menyanyikan lagu duka

Berduka karena sudah mengetahui takdir semesta

Bahwa selamanya anak laki-laki itu akan tetap menyimpan rindu di dalam dadanya

Merindukan seseorang yang tidak akan pernah dimilikinya.

  • view 172