Cinta Pertama di Akhir Tahun

Aji Adhitya Ardanareswari
Karya Aji Adhitya Ardanareswari Kategori Inspiratif
dipublikasikan 26 Januari 2016
Cinta Pertama di Akhir Tahun

Ibu, barangkali aku bukan tipe anak yang romantis ala Tere Liye. Aku bukan pula salah satu anak laki-laki yang sering disebut Tere Liye dalam novelnya. Cinta pertama seorang anak laki-laki dalam hidupnya adalah ibunya. Aku mungkin tipe anak yang selengekan ala Sujiwo Tedjo yang jika ditanya siapa cinta pertamaku, akan kujawab Angelina Jolie. Namun, semenjak dia bersama dengan Bradd Pitt, aku sudah tak peduli lagi dengan kecantikan wanita.
?
Kini, aku semakin realistis. Usiaku semakin menua. Aku membutuhkan seseorang yang bisa menemaniku, mendampingiku, yang bukan sekadar ibu. Ibu tetap kucintai sebagai wanita yang telah bersedia menampungku dalam rahimmu, bersedia bersusah payah membawaku kemana saja ibu berada, berjasa menuntun-mendampingi-mendewasakanku. Aku hanya ingin seorang lagi yang bersedia membantuku-membalas semua kebaikanmu. Satu saja ibu, aku butuh restumu agar semua ini berjalan dengan mudah. Merawatmu bersama ayah, mengganti semua waktumu yang pernah ibu berikan padaku, hingga kuhabiskan sisa waktu yang kita miliki bersama. Tentu bukan Angelina Jolie yang akan kupilih, karena dia telah bersama Brad Pitt. Bukan pula Luna Maya, karena dia berjanji akan berkarir di Jakarta. Aku hanya butuh satu yang bisa dekat denganmu, juga dekat denganku. Aku hanya butuh satu, wanita yang kucintai yang bersedia menghabiskan sisa waktunya berbagi denganku berbakti kepadamu.
?
Ibu, tiada lagi yang perlu engkau khawatirkan. Karena cintamu nomer satu di hati putramu.
Ibu, selamat hari ibu. Semoga ibu sehat selalu. Ingin kucium dan kupeluk ibu, namun sekali lagi namun... Aku bukanlah tipe anak laki-laki yang romantis ala Tere Liye yang bisa melakukan hal semacam itu. Aku hanya anak laki-laki yang jenaka dan gengsinya gedhe macam Sule, yang hanya bisa mencium tangan ibu dan berdoa semoga ibu selalu sehat dan dilingkupi kebahagiaan.
?
Ibu, ini masih dalam rangka menyambut tanggal 22 Desember. Sudah kubilang aku bukanlah anak manis tipe Tere Liye yang akan merengkuh kedua telapak kaki ibu jika aku ingin meminta maaf padamu. Aku hanya tipe anak bandel yang hanya bisa menangis dan berdoa memohon ampunan Tuhan jika aku telah berbuat salah padamu. Aku hanya tipe anak yang keras kepala yang diam-diam berbuat baik membantumu, jika aku sedang menginginkan sesuatu. Aku tipe anak yang gengsinya gedhe dan hanya bisa meringankan pekerjaan rumahmu jika aku sedang membutuhkan doa dan restumu agar apa yang sedang kuinginkan terkabul.
Ibu, tiada lagi yang perlu engkau khawatirkan. Karena cintamu nomer satu di hati putramu.
?
Aku mencintaimu, meski tidak pernah kukatakan padamu.
?
Happy mother?s day untuk seluruh perempuan di dunia :)

?

  • view 150