Kere Ke Luar Negeri: Kisah Travelling ke 3 Negara (Bagian 4)

Aha Anwar
Karya Aha Anwar Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 05 April 2017
Kere Ke Luar Negeri: Kisah Travelling ke 3 Negara (Bagian 4)

Keberangkatan ke Singapore tanpa uang dari orang tua. Orang tua hanya aku kabari H-2. Biar tidak terlalu khawatir dan bingung mencarikan uang saku.

Keberangkatanku itu memang bisa dibilang nekad. Aku bismilah berangkat sendirian. Tanpa teman yang menemani. Bekal informasi hasil googling dan lihat-lihat video youtube. Setidaknya sudah memberi gambaran musti melakukan apa di negara itu dan hendak ke destinasi apa saja, pun termasuk jalur mana saja yang harus ku lalui.

Semua sudah ku telusuri lewat internet. Karena zaman sudah maju. Informasi berserakan dimana-mana. Berbeda dengan zaman dulu atau di generasi orang tuaku; yang masih buta internet dan gadget. Tentu akan lebih kesulitan.

Ku mantabkan keberanianku. Aku yakin pasti bisa sirvive di negara itu. Pasti akan ada jalan dan kemudahan. Kalaupun ada kendala, tersesat mungkin. Itu justru akan menjadi kesan tersendiri. Jadi lebih menarik bukan?

Termasuk hal-hal yang dikhawatirkan teman-teman. Bagaimana nanti ngomongnya disana? Apakah lancar bahasa inggris? Nanti kalau dicopet, diculik atau dijadikan kurir dunia hitam gimana? Aku berfikir positif. Tidak akan terjadi. Pasti aku bisa jaga diri.

Kalaupun terjadi aku pasti bisa kabur dan bisa meminta bantuan orang lain. Justru kejadian seperti itu akan jauh mengesankan. Saat itu aku memang merencanakan setelah dari Singapore langsung balik ke Indo lewat Batam. Sekalian menyambangi Batam yang terkenal itu.

Banyak orang bekerja dan sukses disana. Jadi pingin lihat kemegahan kota Batam itu. Untuk kemudian bisa pulang lewat jalur darat lewat pulau Sumatera. Mungkin bisa nebeng-nebeng truk atau mobil sayur jika uang saku habis. Toh aku juga sudah mempersiapkan banyak bekal makanan. Sebisa mungkin di Singapore tidak jajan. Takutnya harganya mahal dan jadi cepat habis uang sakuku.

Kan lucu. Gak bisa jalan-jalan karena habis buat jajan. Oleh sebab itu aku membawa bekal banyak mie instan, roti, wafer, beng-beng, dan air mineral.

(bersambung)

  • view 83