Perlahan-lahan berusaha merelakanmu

Aha Anwar
Karya Aha Anwar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Maret 2017
Perlahan-lahan berusaha merelakanmu

Mencintaimu aku rela kehilangan segalanya, karena bahagiamu adalah pengganti segalanya yang pernah ku miliki. Bahkan lebih dari itu.

Begitu pikirku dulu kala masih berbunga-bunga mencintaimu. Meski kini bunga-bunga itu telah layu dan tak bergairah lagi. Aku selalu mengharap masa-masa seperti itu; masa-masa yang penuh dengan semangat, gairah dan kebahagiaan penuh bunga-bunga datang kembali, menyertai hari-hariku.

Mencintaimu memang membuat diriku tak masuk akal untuk ku pikirkan sendiri. Meski kamu hancurkan keberadaanku dengan pengabaian-pengabaian yang menyakitkan, aku tetap tak goyah pun tak pernah mundur. Aku tetap kukuh menyukaimu pun tetap kukuh mencintaimu.

Masihkah kamu menutup mata dan telinga terhadap seseorang sebentuk diriku yang tetap kukuh ingin membahagiakanmu? Masihkah kamu menguras tenagamu mencari seseorang yang lain? Masihkah kamu menggunakan kesalahan-kesalahan kecilku di masa lalu untuk membuat pagar dari langkahku untuk kembali padamu?

Ah, terserahlah. Aku hampir putus asa mengharapkan kembali ke pelukanmu. Setidaknya kamu masih mengingatku, itu sudah bagus. Meski kamu sudah membuangku jauh dan melarangku datang. Karena mengingatku pasti sudah membuatmu berubah. Aku adalah bagian dari yang mengubahmu. Walau mungkin hanya sedikit saja.

Orang baik tak pernah berbuat baik atas dasar karena diberi kebaikan oleh orang lain. Mau orang lain berbuat baik atau pun berbuat jahat padanya, orang baik akan tetap berbuat baik. Orang baik tak pernah pandang bulu untuk memberikan kebaikannya. Jika masih tebang pilih dalam memberikan kebaikan, berarti kebaikannya hanya bulu domba. Aslinya srigala.

Begitu pun aku mencintaimu. Pecinta sejati harusnya tak kecewa dengan penolakan atau dengan penutupan pintu. Ia akan terus mengasihi, memberi, melindungi, menjaga dan terus memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh seseorang yang dicintainya. Mau timbal balik yang diberikan padanya merupakan sesuatu yang tidak diinginkannya, tak apa. Karena kebahagiaan seseorang yang dicintainyalah yang merupakan sumber kebahagiaan utamanya.

Karena kamu cantik, itulah kenapa aku mendekatimu, kala itu. Kecantikanmu membuatku tertarik. Laki-laki lain pun pasti akan sama. Tertarik karena kecantikan, bukan karena sikap. Karena yang pertama kali tertangkap indra adalah kecantikan. Bukan sikap maupun sifat keseharian. Maka beruntunglah kamu dan mereka-mereka yang terlahir cantik. Pasti amatlah populer di dunia para lelaki. Karena mampu menyegarkan pandangan lelaki.

Jika hanya melihat kecantikanmu saja untuk mendekatimu, mungkin bagiku itu adalah kesalahan. Bahkan bisa jadi merupakan jebakan batman yang akan memerosokkanku ke dasar lubang suatu saat nanti. Awalnya berpisah denganmu adalah baik. Namun setelah itu aku justru tertarik dengan pesona hatimu. Ternyata kamu memiliki hati yang begitu baik. Hal itu baru dapat ku lihat setelah sekian lama mengenalmu. Namun akhirnya aku tak kunjung bisa kembali ke pelukanmu.

Kembali tentang kecantikan, bagaimana seharusnya dengan yang jelek? Yang jelek haruslah kerja keras, disiplin, ikhlas, jujur, dapat diandalkan, baik hati, penyayang dan sifat-sifat baik lainnya. Pria yang baik akan memilih wanita yang baik dan berkualitas. Tak perlu khawatir sendiri seumur hidup. Pasti akan ada yang mau dengan wanita yang demikian itu. Meski tampang kurang beruntung.

Barangkali aku tak akan lagi mengutamakan tentang tampang dalam ukuran mencari pendamping hidup. Karena sejatinya ukuran yang pas adalah tentang kepribadian. Ada yang bilang, jika kamu tak kunjung mendapatkan dia yang kamu inginkan. Maka terimalah dia yang menginginkan kamu. Ada banyak jalan menuju bisa. Mungkin saatnya aku membuka mata dan hati kepada yang menginginkan aku.

Mungkin inilah akhir perjuanganku untuk kembali kepadamu, dengan berbagai prahara dan kisah memalukan untuk diingat. Tapi, bagaimana pun itu, inilah kisahku. Aku harus mampu mensyukurinya. Karena, katanya jika belum bisa mensyukuri apa yang orang lain dapatkan. Kita harus bisa mensyukuri apa yang telah kita dapatkan.

Bersatu denganmu membuatku mengerti bahwa bersatu bukan lagi tentang aku atau pun kamu atau pun kita. Bersatu adalah tentang hal yang lebih luas dan lebih berarti. Bersatunya kita untuk menanam kembali yang meranggas, menumbuhkan yang terhambat, menegakkan yang telah layu, serta merawat yang tak dijaga. Karena kita adalah penjaga kelestarian peradaban. Agar tidak segera punah oleh sifat buruk yang mendominasi zaman.

Maka setelah berpisahnya kita, aku akan tetap melestarikan prinsip-prinsip dan pengertian-pengertian indah yang aku dapatkan dari hubungan kita dulu. Karena sejatinya mencintai memang lebih dari sebatas aku mencintai kamu. Namun merambah ke sesuatu yang jauh lebih luas; seperti mencintai manusia, alam dan kebaikan.

Jika seseorang adalah sumber kebahagiaannya, maka seseorang itu akan dipertahankannya. Jika seseorang itu ditinggal pergi, maka saatnya menjadi sumber kebahagiaan bagi orang lain. Relakan dia itu. Begitu pesan temanku. Barangkali aku memang bukan lagi sumber kebahagiaanmu. Maka saatnya bagiku untuk menerima kenyataan dan perlahan-lahan berusaha merelakanmu.

 

  • view 168