Kepada hati yang jelas-jelas menginginkanku

Aha Anwar
Karya Aha Anwar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Februari 2017
Kepada hati yang jelas-jelas menginginkanku

Kini ku membuka hati bagi hati yang benar-benar menginginkanku. Hati yang lebih pasti menginginkan kebahagiaanku.

Dari pada menginginkanmu kembali. Padahal kamu jelas-jelas menginginkan pergi dari kehidupanku. Maka tak perlu ku lakukan hal sia-sia; menginginkanmu kembali. Kini ku sediakan tempat baru bagi hati yang ingin membersamaiku. Hati yang yang jelas-jelas menaruh harap membersamaiku bahagia. Dari pada terus terluka mengharapimu kembali; mengharap bahagia bersamamu lagi.

Aku tak ingin terus melakukan hal sia-sia dengan mengharapkan kembali hati yang menginginkan pergi. Aku tak ingin terus melakukan hal sia-sia dengan terus merindukanmu yang jelas-jelas tak pernah merindukanku. Tak perlu lagi ku mengarahkan pandang memperhatikanmu, yang jelas-jelas ingin berpaling dari hadapanku. Tak perlu aku melakukan hal sia-sia yang ku pikir bisa mengembalikan bahagia yang justru menambah luka.

Baru aku sadari bahwa aku telah bertindak bodoh. Melukai diri sendiri dengan mengharapkanmu kembali. Mengisi hari-hari dengan mengutuk diri, menyalahkan perlakuan-perlakuan saat membersamaimu dulu. Mengganti ruang-ruang bahagia dengan kesedihan dan kegalauan yang tak bertepi. Merapal harap yang jelas-jelas tak ada arti. Mengharap kamu berubah pikiran, berubah perasaan, lalu datang kembali kepadaku. Sungguh aku telah melakukan hal sia-sia yang panjang selama ini. Menutup hati bagi hati lain yang menginginkan membersama.

Kini ku putuskan untuk membuka ruang bagi hati yang menginginkan hatiku. Agar aku tidak terus-terusan melakukan hal sia-sia, tak ada artinya. Kini ku membuka hati agar bisa membuka kesempatan-kesempatan indah lainnya. Agar ku sadari bahwa menginginkan yang lama kembali sebentuk sedia kala adalah hal yang teramat sia-sia. Semuanya pasti berubah dalam berjalannya waktu. Kebahagiaan lama tidak akan mungkin sama jika diulang kembali dengan cara yang sama.

Maka ku putuskan merelakan kamu pergi. Semoga kamu pergi sejauh mungkin. Jangan pernah kembali. Jangan pernah hadir mengusik hidup baruku. Cukup sudah kamu beri aku kisah yang memilukan hati. Berikan aku kesempatan untuk mendapatkan bahagiaku kembali. Lama sudah aku terjerat ilusi kebahagiaan membersamaimu. Yang terbungkus harapan-harapan indah yang semuanya adalah palsu. Menjadikanku sulit sekali untuk membuka ruang, membuka hati, menerima hati yang baru.

Kepada hati yang jelas-jelas menginginkanku, datanglah, beritahu aku bahwa kamu menginginkan kebahagiaanku. Kamu pasti sangat menginginkanku bahagia karena bahagiamu berasal dari bahagiaku. Percayakan aku bahwa kamu adalah yang paling pantas membersamaiku. Karena tak ada yang lain yang paling ingin membahagiakanku.

Kepada hati yang jelas-jelas menginginkanku, bantu aku untuk menyembuhkan luka lama yang tak mau enyah melukaiku. Bantu aku menyadari bahwa masa lalu, tak perlu diharap-harapkan datang kembali, cukup diambil pelajarannya. Karena masa lalu hanya akan melukai berulang-ulang kali. Bantu aku meneguhkan hati bahwa kamu jauh lebih baik bagi masa depan yang jauh lebih pasti.

Teruntuk hati yang jelas-jelas menginginkanku, demi kamu, akan ku tutup sumber rasa untuk mengalirkan perhatian ke kenangan lama. Demi kamu akan ku tutup ruang untuk rindu-rindu masa lalu masuk kembali. Akan ku tutup segala keinginan untuk mengharap-harapkan yang lama kembali. Karena kamu jauh lebih penting untuk ku perhatikan sekarang. Dari pada membuang waktu untuk berharap-harap kepada masa lalu yang telah sirna.

Untuk apa mengingat-ingat masa lalu lagi. Bukankah lebih baik menata hari untuk menyongsong hari depan yang lebih berarti. Karena kamu jauh lebih penting bagi masa depan. Maka akan ku persembahkan segala perlakuan penuh cinta dan kasih sayang terspesial teruntuk kepadamu. Agar kamu tetap utuh dalam berbahagia membersamiku hingga waktu tak berujung nanti.

 

  • view 92