Membuka hati tanpa melupakanmu

Aha Anwar
Karya Aha Anwar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Februari 2017
Membuka hati tanpa melupakanmu

 

Menerima kenyataan bahwa kamu telah pergi selalu ku upayakan sepenuh hati. Bukan kesungguhan cinta jika tidak sulit untuk merelakan bukan? Beberapa kali aku harus menemui jalan memutar yang membawaku kembali tak bisa merelakanmu. Kenyataannya kamu memang masih menetap di hati. Meninggalkan kediaman nyaman yang selalu ingin ku tinggali.

 

Aku kembali mengenang kisah-kisah lama, meski terkadang berubah menjadi luka yang menguras air mata. Masih saja ku merindukan kebersamaan kita, keceriaan kita saat merangkai hal-hal indah bersama. Hingga akhirnya ku yakini bahwa merelakanmu tak perlu aku melupakanmu. Sebab kenyataannya kamu tak akan bisa terlupa.

 

Kini ku berusaha bangkit lagi; membuka hati. Berharap bisa jatuh pada kenyamanan baru; yang senyaman kediamanmu. Namun kalau boleh berharap, tentu yang lebih dari kamu. Yang memiliki kesabaran lebih dari kamu. Agar mampu menghadapi aku yang penuh dengan kekurangan ini. Sehingga bisa bertahan menghadapi gelombang kebersamaan yang selalu datang menghalangi. Dulu ku yakini kamu bisa melakukan itu, ternyata salah. Kamu memang tak sesabar itu. Aku pun begitu.

 

Kini ku membuka hati dan belajar untuk lebih bersabar. Karena kebersamaan tak selamanya indah. Selalu ada masanya gelombang perselisihan datang menghadang. Mengganggu kebahagiaan yang kita rawat bersama. Menjegal mimpi-mimpi yang kita perjuangkan bersama. Memupuskan masa depan indah yang kita rencanakan bersama. Membersamaimu menghadapi segala prahara, aku jadi menemukan banyak pelajaran berharga.

 

Meski akhirnya gagal bertahan membersama lebih lama. Namun hikmah dari kebersamaan kita pasti abadi selamanya. Pelajaran yang ku dapat akan ku simpan selama-lamanya. Ku harap kamu juga bisa mengambil pelajaran dari kebersamaan kita itu. Sehingga kamu bisa tumbuh lebih bijaksana di luar sana. Jika gilirannya tiba, kamu pasti akan dipertemukan dengan pasangan yang pantas membersamaimu bahagia.

 

Membuka hati artinya aku musti membuat hati yang baru. Karena hati yang lama telah menjadi rumah milikmu. Aku tak bisa mengusirmu dari sana. Biarlah kenanganmu tinggal di dalamnya. Ku yakin kamu tidak akan mengganggu seseorang yang akan tinggal di hati yang baru. Karena kamu yang memutuskan untuk pergi. Dan tinggalmu di hatiku adalah sebagai benda mati. Bukan lagi sosok hidup yang bisa ku kasih sayangi.

 

Kalau pun nanti aku mendapati seseorang yang mampu menerima hati baruku, tak akan ku buka hati lamaku untukmu. Sekeras apapun kamu memintanya; seandainya kamu berubah pikiran, memutuskan kembali. Aku tak ingin menjadi sepertimu; yang seenaknya pergi lalu datang kembali. Aku tak ingin mengecewakan seseorang yang teramat aku percaya. Sebab kepercayaan adalah gerbang utama masuknya ketenangan dan bahagia di dalam jalinan kebersamaan dua orang berbeda.

 

Aku akan terus berusaha merelakanmu dengan meneguhkan hati bahwa kamu tak lagi pantas ku percayai. Cukup kamu menjadi masa lalu yang indah untuk dikenang dan berharga untuk diambil pelajarannya. Baik-baiklah di luar sana. Belajarlah dari hubungan kita. Untuk membangun hubungan masa depan yang lebih mulia dan bahagia.

 

  • view 82