Aku yakin pergimu adalah cara bahagiamu

Aha Anwar
Karya Aha Anwar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Februari 2017
Aku yakin pergimu adalah cara bahagiamu

Kamu tahu, aku selalu merasa memiliki banyak salah kepada perempuan? Aku merasa tidak pernah bisa mengerti dunia perempuan, sekeras apa pun aku mencoba. Itulah mengapa aku jadi takut tidak bisa membahagiakanmu.

 

Kata mereka yang pernah mengenalku, aku orangnya tidak peka, tidak peduli, tidak bisa memahami perempuan, bahkan suka memberi harapan palsu. Itulah yang membuatku takut membuatmu kecewa, karena berkemungkinan tidak bisa mengerti kamu.

 

Padahal tujuan membersamaimu adalah untuk membahagiakanmu. Dan bahagiamu menentukan bahagiaku. Jika aku tak bisa mengerti kamu, bagaimana aku bisa membahagiakanmu. Maka mohon mengertilah keterbatasanku dalam mengerti kamu.

 

Aku harap kamu bisa mengajari aku cara memahamimu. Agar segera ku dapati bahagia dari usahaku membahagiakanmu. Aku selalu memimpikan menjadi penyebab kebahagiaan perempuan sebaik kamu. Karena senyum dan tawamu adalah pemandangan terindah yang pernah ku temui.

 

Setelah ku putuskan untuk mengikatkan hati pada pribadimu, maka sejak saat itu aku menjadikan kamu sebagai satu-satunya tempat bermuaranya kasih dan sayangku. Aku hanya ingin mengusahakan kebahagiaanmu; bahagia yang indah bersamaku.

 

Dengan bersatunya kita, aku menjadi begitu bertenaga. Aku ingin kita menyatukan kekuatan untuk membangun masa depan; sebuah kehidupan terbaik, yang pernah kita impi-impikan. Mari kita saling membantu mewujudkan mimpi-mimpi yang telah lama kita biarkan berdebu. Mari kita lejitkan potensi yang pernah kita kubur dengan ketidak-percayaan diri.

 

Ku ingin kamu terbang bebas sesuka hatimu. Aku tak ingin mengekang atau memaksamu menjadi seperti yang ku mau. Jadilah seperti yang kamu ingini; seperti sosok yang kamu idam-idamkan. Tak ingin aku membatasi ruang gerakmu. Karena tak ingin hadirku dalam hidupmu memundurkan langkahmu menemui bahagiamu.

 

Masing-masing kita memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang. Kamu harus sukses dan maju. Aku pun begitu. Aku tak ingin kebersamaan kita merugikan. Kebersamaan kita harus menghasilkan kebahagiaan lebih banyak, kedamaian lebih banyak dan manfaat lebih banyak.

 

Aku yakin aku memang bukan lelaki terbaik yang ada di muka bumi. Namun ketika kamu memutuskan menjadikan aku sebagai lelakimu, maka aku ingin selalu menjadi lelaki terbaik di mata dan di hatimu. Selamanya.

 

Begitulah mimpiku dulu. Namun bergulirnya waktu membalikkan segalanya, mengubah jalan cerita. Perubahan perasaan mengungkap kenyataan bahwa aku bukanlah lelaki terbaik satu-satunya. Kamu pun akhirnya pergi tanpa sepatah kata. Aku tak mampu menghalangimu, karena pergimu menjadi hak dan kebebasanmu.

 

Aku yakin pergimu adalah cara bahagiamu. Kamu pasti mencari kebahagiaan yang lebih baik dan lebih pasti. Oleh sebab itu ku terima kenyataan pahit ini, demi bahagiamu. Meski itu artinya aku harus mengubur dalam-dalam kebahagiaanku membersamaimu.

 

  • view 53