Fairy Tale

Ara Diara
Karya Ara Diara Kategori Lainnya
dipublikasikan 15 Maret 2016
Fairy Tale

Malam. Ketika buku dongeng masih di tempatnya. Pasar Seni judul bukunya.

Bandung. Sedingin kamu waktu pertemuan pertama.

Hari itu, ketika mencarimu kemana-mana. Dari setiap sudut di ITB hingga ke gasibu dan gedung sate.

Kuputuskan mengirimimu satu pesan:

Kamu dimana?

Ah, bukankah terlalu klise pertanyaan yang kubuat?

Hingga?terkirim sebuah pesan tanda tanya:

Bendera berkibar. Wahana ketiga. Depan itb dan jalan. Aksi pertama. Tempat kelima di bandung.

Selamat menemukanku di pasar seni.

Begitu bunyinya.

Berharap kamu benar-benar menemukanku di sana.

Lalu, halaman buku dongeng itu terbuka.

Gadis fairy tale dengan gaun hijau kesayangannya.

Setiap lembar dongeng itu bercerita, bagaimana gadis fairy tale ini mencarimu, berdegup kencang di setiap sisi yang dilalui.

Sangat lucu. Karena memang tidak ada hal yang menarik bagiku saat itu melainkan berimajinasi bahwa dua pasang mata itu akan saling mencari, radar ini saling tarik-menarik, dan seperti sebuah panggung ketika semuanya beku pada saat klimaks berjumpanya pemeran utama.

Ya, memang itu yang ada di pikiran gadis fairy tale saat itu.

Hingga senja tiba, kamu tiba-tiba saja berkata bahwa kamu telah pulang.

Seketika warna hijaunya layu. Gaun itu berganti abu-abu.

Hei, kamu bercanda kan?

Sebab yang kutahu kisah dongeng selalu bahagia pada akhirnya.

Hmm? mungkin aku lupa bahwa kita sebenarnya ada di buku dongeng yang berbeda.

  • view 116