30 Hari MencariMu

Ara Diara
Karya Ara Diara Kategori Puisi
dipublikasikan 19 Juni 2016
30 Hari MencariMu

“Aku mencintaiMu” Kataku.

Sebuah Teorema seorang hamba kepada Tuhannya.

Tanpa bukti, Teorema bukanlah apa-apa.

Tanpa aksi, Cinta bukanlah proposisi.

Melainkan, hanya sebuah kalimat terbuka penuh tanda tanya.

 

Ketika satu demi satu aksi kujalani, muncul satu tanya dalam hati

“Apakah Engkau mencintaiku?”

Aku hanya takut ketika yang kuharapkan hanya akan jadi sebuah kontradiksi

Bahwa cintaku hanya sebuah negasi dari naifnya diri.

Aku pun kemudian mencari.

Kata mereka, aku bisa menemukan cintaMu di tiga puluh hari istimewa.

Ramadhan namanya.

Segala pintu rahmatMu terbuka, pengampunanMu pun tersedia

NerakaMu kau tutup pintunya, Pintu Syurga Engkau buka selebar-lebarnya

Dan Aku pun semakin gigih melimitkan diri

Meningkatkan frekuensi kedekatanku menujuMu

Mengharap kekonvergenan sebuah jawaban: cintaMu ada di ujung pencarian

Hingga segala tanya mulai menyimpulkan jawabnya

 

“Aku mencintaimu.” KataMu

Tanpa perlu aku mencari, ternyata cintaMu sedekat denyut nadi

Tanpa syarat, Engkau selalu membuktikannya

Aksioma cintaMu pun sungguh valid adanya.

Selama ini aku hanya berputar-putar dengan logika, tanpa pernah sejenak menutup mata

Merasakan hembus napas, detak jantung, dan segala nikmat yang tiada terhingga

Bahkan Engkau yang Maha Penyayang memberi kesempatan diri yang lalai untuk menyadarinya

Ada tiga puluh hari waktu mensucikan diri

Terlempar dosa, berbalas berkali-kali lipat pahala

Lalu, aku kembali bertanya pada diri sendiri

Apakah reliabilitas cintaku sebagai seorang hamba mampu menjaga nilai kekonsistenannya?

Lirih, aku bertekad berusaha sebaik-baiknya.

Hey, Ramadhan.. Jadikan aku berhierarki tinggi di sisiNya.

Tiga puluh hari mencariMu, semoga aku tak sekedar menemukan cintaMu

Tapi juga.. Semoga aku mendapat Rahmat dan AmpunanMu.

Aamiin

  • view 101