Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Ekonomi 18 Juli 2018   10:51 WIB
Inilah yang Harus di Pahami Surat Setoran Pajak dan Cara Pengisiannya

Surat Setoran Pajak adalah sebuah formulir tanda bukti penyetoran pajak, yang pembayarannya dilakukan di kantor pajak, atau media pembayaran lainnya. Surat setoran pajak ini dianggap sah, jika telah divalidasi oleh pejabat kantor yang bertugas menerima pembayaran pajak kamu. Salah satu hal penting dalam pengaturan pajak telah diatur dalam PPH Pasal 25.

Mungkin kamu masih bingung dengan cara penyetorannya. Dalam cara penyetorannya mungkin masih banyak orang yang masih bingung karena baru pertama kali menyetorkan pajak. Lalu apa saja, yang perlu di isi dalam formulir Surat Setoran Pajak tersebut. Namun, di sini kami akan membantu kamu yang masih awam atau belum familiar dalam urusan membayar pajak.

Kolom yang harus diisi, dalam Surat Setoran Pajak:

1. Kolom NPWP
Kolom tersebut diisi dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang kamu miliki. Jika kamu belum mempunyai NPWP, bisa diisi dengan cara sebagai berikut ini: WP Badan : Nomor NPWP dapat diisi 01.000.000.0-XXX.000. Sebaliknya untuk WP OP: Nomor NPWP bisa diisi dengan 04.000.000.0-XXX.000. Huruf xxx bisa kamu isi dengan nomor KPP, dari domisili Wajib Pajak.

2. Nama WP
Diisi dengan nama kamu atau nama Wajib Pajak.

3. Alamat WP
Diisi dengan alamat domisili atau alamat yang terdapat dalam Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

4. NOP
Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak yang didasarkan pada surat Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

5. Alamat OP
Diisi dengan alamat tempat Objek Pajak berdasarkan SPPT.

6. Kode Akun Pajak
Diisi dengan angka kode akun pajak yang ada di tabel.

7. Kode Jenis Setoran
Diisi dengan angka yang tertera di tabel kode akun dan jenis setoran.

8. Kode Iuran Pembayaran 
Diisi dengan jenis setorannya yang memiliki hubungan dengan Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran.

9. Masa Pajak
Diisi dengan tanda X atau silang di salah satu kolom sesuai masa pajaknya.

10. Tahun Pajak
Diisi dengan tahun terutangnya pajak.

11. Nomor Ketetapan
Isi dengan nomor ketetapan pajak yang ada di surat tagihan pajak, yang kamu isi digunakan untuk pembayaran pajak kurang dibayar.

12. Jumlah Pembayaran
Isi dengan jumlah pajak yang harus dibayarkan dengan nilai Rupiah.

13. Terbilang
Diisi dengan jumlah pajak yang harus dibayarkan dengan tulisan huruf terbilangnya.

14. Diterima Oleh Kantor Penerima Pembayaran
Diisi dengan tanggal penerimaan saat Anda membayar pajak dari Kantor Penerima Pembayaran.

15. Wajib Pajak atau Penyetor
Diisi dengan tanggal dan tempat pembayaran, tanda tangan, kemudian tulis nama jelas dari Wajib Pajak atau penyetor dengan stempel.

16. Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran
Bagian ini diisi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara(NTPN) dan Nomor Transaksi Bank (NTB).

Karya : Aprilia Periera