Mengenal Terusan Kra Bagi Indonesia dan Negara Tetangga

Aprilia Periera
Karya Aprilia Periera Kategori Ekonomi
dipublikasikan 02 Juli 2018
Mengenal Terusan Kra Bagi Indonesia dan Negara Tetangga

Sejak tahun 1677 terusan Kra sudah di konsep oleh seorang insinyur berkebangsaan Perancis, De Lamar, atas perintah raja Thailand. Proyek ini juga berhubungan dengan cita-cita China untuk memanggil ruh ekonomi yang hingga kini masih menjadi sejarah-  jalur sutra laut. 

Terusan Kra ini selain hemat biaya, jarak yang ditempuh hanya 1.200 mil laut. Begitu juga dengan para pengusaha yang mampu menyimpan $300.000 sebagai ongkos perjalanan kapal kargo seberat 100.000 ton daripada melewati Selat Malaka. Tetapi makna terkandung dari hal ini adalah usaha Thailand untuk membuat pusat perdagangan di kawasan Pasifik dan Samudra Indonesia.

Bayangkan jika ada banyak 79.344 kapal kargo/tahun atau 217 kapal/hari (2015) mengganti rute ke Terusan Kra, Selain alasan efisiensi waktu dan biaya, keamanan pun perlu dipertimbangkan. Jika pembangunan kanal ini terwujud, Singapura diprediksi akan paling terkena dampaknya karena kapal-kapal nantinya tidak harus melewati Negeri Singa dan Selat Malaka.

Hal ini perlu diwaspadai, jika Terusan Kra sukses, Indonesia tidak lagi dibutuhkan, Sehingga, multiplier effect dari proyek ini adalah akan berkurangnya kapal kargo yang singgah di Indonesia, yang semakin lama akan menurunkan pendapatan Indonesia, sehingga dapat mematikan industri kargo di Indonesia seperti, Tanjung Priuk, Tanjung Perak, Belawan, Makassar, dsb. 

  • view 18