Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Ekonomi 3 Mei 2018   17:21 WIB
Melihat Galang Kapal Di Dunia yang Menjadi Poros Maritim

Kegiatan di kota Ulsan - Korea Selatan dengan galangan kapal terbesar di dunia, dibandingkan dengan kota-kota maju lainnya seperti Seoul dan Busan. Kota Ulsan, berada 5 jam dari kota Seoul, adalah salah satu dari beberapa kota dengan kemunduran di kota-kota lain di Korea Selatan. Kota ini dapat menjadi salah satu tempat terbaik untuk berakhir pekan singkat sambil menikmati sedikit alam. Kota Ulsan dibantu oleh korporasi industri yakni Hyundai, yang bertanggung jawab dibalik setiap operasi yang ada di Galangan Kapal Terbesar ini.
 
Galangan terbesar di dunia, mengingatkan pengunjung dari masa lalu, bahwa industri pembuatan kapal yang ada di daratan Eropa, yang kini sedang diganti. Galangan kapal masuk ke dalam Industri industri berat salah satu pekerjaan yang paling sulit dan paling fantastis. Saat ini, dominasi industri berat, terutama "bengkel" galangan kapal, tidak lagi di Eropa. Bahkan galangan kapal terbesar di Rumania, Polandia, Rusia dan Jerman masih terlalu kecil dibandingkan dengan galang di Jepang, Korea Selatan dan Cina. Industri perkapalan Korea Selatan naik sampai  ke puncak dunia pada Januari 2000, untuk mengalahkan Jepang. Jarak antara mereka lebih besar sampai 2008, bahkan Jepang disusul oleh Cina.

Begitu juga dengan Galang kapal diIndonesia peluang industrinya masih sangat besar, dengan memanfaatkan berbagai pasar kemaritiman. Pemerintah Indonesia optimistis industri perkapalan bisa berkembang sebagai sektor strategis untuk mendukung infrastruktur dan konektivitas antar daerah. Menurut Airlangga kapal bukan hanya berfungsi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi. Tetapi lebih dari itu, menjadi simbol kekuatan dan kedaulatan negara. Saat ini kapasitas produksi untuk pembangunan baru maupun reparasi kapal terus ditingkatkan.

Industri maritim menjadi prioritas untuk pemasaran investasi dan membantu para investor mengatasi hambatan yang ada. Kementerian Perindustrian, juga akan mempromosikan pusat industri maritim baru seperti Kabupaten Lamongan dan Kawasan Industri Tanggamus. Untuk meningkatkan transportasi perairan darat, Kementerian Keuangan akan segera memperkenalkan insentif pajak dalam bentuk pembebasan bea masuk PPN.

Industri perkapalan juga menerima insentif lain dalam bentuk tugas yang disponsori oleh pemerintah, serta fasilitas untuk keringanan pajak yang disampaikan melalui BKPM. Jumlah armada kapal di Indonesia saat ini mencapai 14.156 unit dengan total kapasitas 20,79 juta gross ton (GT). Pemerintah telah mengalokasikan Rp. 28 triliun untuk pembelian kapal pada periode 2015-2019. 
 
Menurut Menteri Perindustrian Saleh Husin, kini tersedia lebih kurang 250 galangan kapal. Dengan ratusan perusahaan terbesar di Indonesia yang sanggup memproduksi 1,2 juta dead weight tonnage (DWT) kapal bangunan baru dan mereparasi kapal dengan kapasitas total 12 juta DWT. Perusahaan-perusahaan kapal dapat membangun berbagai macam jenis dan tipe kapal sampai dengan ukuran 50.000 DWT. Dari seluruh galangan di Tanah Air, 80 persen di antaranya bisa membangun kapal kapasitas 5,000 DWT.

Karya : Aprilia Periera