Jenis dan Fungsi Surat Izin Usaha dalam Berbisnis UKM

Aprilia Periera
Karya Aprilia Periera Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 27 April 2018
Jenis dan Fungsi Surat Izin Usaha dalam Berbisnis UKM

Ketika menjadi wirausaha merupakan hal yang di impikan hampir semua orang. Pekerjaan ini bisa dijadikan bisnis sampingan oleh semua kalangan baik itu bisnis sampingan pelajar, bisnis sampingan mahasiswa, bisnis sampingan karyawan, dan ternyata mendapatkan keuntungan yang menggiurkan. Tapi, hal yang perlu diperhatikan sebelum membangun usaha adalah mengenal surat izin usaha, agar usaha kamu dapat berjalan dengan lancar.

Macam-Macam Jenis Surat Izin Usaha

Apapun jenis usaha yang ingin kamu jalani, sebaiknya harus memiliki Surat Izin. Mulai dari Pembangunan tempat, sampai pada jenis usaha yang akan dijalani. Oleh karena itu, Agar kamu lebih memahaminya berikut ini adalah macam dan Fungsi dari Surat Izin Usaha

1. SKDU
SKDU kepanjangan dari Surat Keterangan Domisili Usaha. Surat ini harus dimiliki setiap pengusaha. Ketika mengurus SKDU, diperlukan beberapa berkas seperti KTP, NPWP, Akta Pendirian, dan dokumen lainnya. SKDU diterbitkan oleh Kantor Kelurahan atau Kecamatan setempat.
2. SITU
SITU ialah Surat Izin Tempat Usaha. Model perizinan ini biasanya ditujukan untuk perorangan atau instansi. SITU yang diterbitkan oleh pemerintah memiliki masa berlaku hingga tiga (3) tahun. Sebagai bukti legalitas dari usaha SITU harus dimiliki sebuah badan usaha atau usaha perorangan. 
3. SIUI
SIUI adalah Surat Izin Usaha Industri yang dikeluarkan untuk pengusaha kecil dan menengah. Syarat untuk memperoleh SIUI, yaitu pengusaha mengajukan permohonan ke kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Daerah Tingkat II Kabupaten / Kota. Atau ke Dinas Perindustrian di setiap daerah kabupaten/ kota, kemudian dilanjutkan ke tingkat Propinsi. Hanya perusahaan atau usaha jenis tertentu yang wajib memiliki SIUI. Seperti perusahaan dibidang industri. 
4. SIUP
SIUP adalah Surat izin Usaha Perdagangan adalah surat yang dibuat Pemerintah Daerah untuk usaha perdagangan. Pedagang dianjurkan untuk memiliki SIUP, agar legalitas dalam berdagang menjadi terpenuhi. SIUP memiliki 3 kategori yaitu SIUP kecil dengan kekayaan bersih di bawah Rp 200 juta, menengah kekayaan bersih mulai dari Rp 200 juta sampai dengan Rp 500 juta. , dan besar kekayaan bersih di atas Rp. 500 juta.
5. NPWP
Sebagai Pengusaha yang menjalankan produk industrinya wajib mempunyai NPWP. Syarat membuat NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak yaitu fotokopi SITU, KTP, surat kuasa. Cara cek NPWPnya pun cukup mudah. NPWP ini sangat dibutuhkan dalam mengurus perijinan seperti SKDU.

 

 

  • view 53