Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 3 November 2017   00:14 WIB
Jangan Rusak Bangsa Karena Ego

Sumpah permuda? Apa sih makna yang bisa kalian ambil wahai para pemuda Indonesia?

Sumpah adalah sebuah janji yang Harus Di ingat Dan dilaksanakan, pemuda adalah sosok nyata yang menjalankan sumpah tersebut. Jadi sumpah pemuda bisa dimaksudkan dengan seorang pemuda gagah  yang masih Punya banyakk ilmu Dan gagasan  yang Harus menuntaskan sebuah janji.  Janji yang mana?  Janji para saudara seperjuangan kita yang Sudah Lebih dulu mendahului kita. Sumpah seperti apakah yang Harus kita laksanakan?

Mungkin Kebanyakan pemuda Indonesia menganggap Bahwa para pemuda era 80 an Sudah memperjuangan Hak para pemuda sehingga para pemuda Sudah merdeka dalam Segala hal,  Dan menurut pandangan mereka memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada tgl 28 Oktober adalah suatu Cara untuk tetap menghormati Dan mengenang jasa-jasa mereka.  Tapi tahukah wahai para pemuda era kini,  Bukan itu yang saudara/i kita inginkan, Bukan penghormatan formal,  Bukan pula mengenang dengan bernyanyi Dan update status Di setiap tgl 28 Oktober saja. Lalu untuk apa mereka berjuang mati-matian Kala itu kalau Saja mereka tahu ternyata dimasa yang Serba modern ini jasa mereka hanya dingati 1 tahun Sekali. Lebih baik mereka diam Kala itu kalau kenyataannya kini mereka hanya seperti buah rambutan  yang disukai, disanjung, dan diingat begitu musimnya datang.

Tidak pernah merasa kah diri kita kalau para saudara/i kita menangis Dan merasakan kekecewaaan yang begitu mendalam, sebab apa? yang mereka haarapkan ternyata masih jauhh dari keinginan mereka bahkan mungkin akan semakin jauh Dan semakin jauh dengan berkembangnya zaman.

Mereka berjuang Bukan ingin mengajarkan pamuda/i dimasa depan saling mencaci, memaki, melawan, menghujat,  bahkan mencelakakan satu dengan yang lainnya.

Kita adalah bangsa yang unik, dimana kita mempunyai berbagai  Suku, Ras, Dan Agama yang beraneka ragam. Ini keunikan yang mungkin tidak bisa kita liat Di negara-negara lainnya.  Kala itu keunikan tersebut berkumpul menjadi satu Tanpa pandang warna kulit, apa yang dia baca, apa yang dipakainya,  bahkan apa yang dia makan.  Tapi kini keunikan tersebut berubah menjadi  sebuah bencana Negeri.  Mengapa tidak? Banyak pemuda/i saling mencaci, memaki,  dan menghujat baik secara nyata maupun Di sosial media.  Mengapa kita demikian?  Mengapa marah kita bisa sampai mengubah jati diri Bangsa. Karena begitu sibuknya  saling menghujat kita pun lupa akan tugas utama kita sebagai pemuda/i Bangsa.  Lupa membenah diri, lupa kemampuan diri, lupa menata masa depan bahkan lupa siapa diri kita sebenarnya.

Bukan Sisi peperangannya yang kita contoh tpi Sisi perjuangan,motivasi,dan kegigihan Hati dalam memperjuangan Hak pemuda/i dengan Cara brsatu Bukan berpisah. Kita boleh berbeda tapi kita satu, Bangsa Indonesia.

Wahai saudara/i ku Marilah kita merubah cara pandang kita dalam menyikapi suatu apapun, kalau ada saudara sebangsa  kita yang salah maka berikan dia pengertian  dan arahan  bukan berikan dia cacian,  makian, bahkan sampai menjatuhkan harga dirinya. Kita satu bangsa yang bagaikan 1 tubuh, Maka kalau Ada bagian tubuh yang rusak apakah kita akan membuatnya Tambah rusak??  Tidak Bukan?  Justru kita Harus benahi  bagian yang rusak tersebut.  Kalau Cara kita menyikapi setiap bagian-bagian tubuh yang rusak dengan Cara menghancurkannya secara perlahan Maka tubuh ini tidak akan lagi berfungsi bahkan mungkin akan hilang  seiring waktu. Buat apa memaki,  buat apa lakukan hal negatif?  Tidak akan Ada yang mendapatkan keuntungan dengam kita melakukannya. Karena kemajuan Bangsa ini Bukan Soal siapa yang memimpin tapi siapa yang berjuang.

Mari kita saling memaafkan Dan berjabat tangan,  kita bangun Bangsa ini jauh Lebih baik bersama-sama.

KITA TIDAK SAMA, KITA KERJASAMA!

Karya : Aprilia Salim