Teko Cinta Pelepas Penat

Aprilia Salim
Karya Aprilia Salim Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 23 Agustus 2016
Teko Cinta Pelepas Penat

Sepasang suami istri yang mempunyai kesibukan masing-masing, dari terbit hingga terbenamnya matahari mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing.  Mereka tidak mempunyai banyak waktu untuk bersama setiap harinya, karena begitu padatnya aktivitas merekalah yang membuat  rasa kebersammaan itu jarang terdengar ditelinga mereka.

Ketika ayam berkokok pada suasana pagi yang masih diselimuti kegelapan, sang istri sudah harus membuka matanya untuk segera menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Dengan penuh Cinta dan semangat ia mulai membuatkan sarapan pagi dan secangkir Kopi untuk sang suami Tercinta, disamping kesibukannya memikirkan kebutuhan suaminya ia pun tidak lupa membuat secangkir Teh hangat sebagai tanda Cinta dan Semangat untuk dirinya.

Tidak hanya itu, ia masih punya tugas lain yaitu menyiapkan pakaian kerja sang suami. Ia menata rapih makanan dan minuman untuk suaminya di meja makan dan tak lupa pakaian sang suami ditat rapih diatas kasur. Setelah menyiapkan semua itu mulailah ia mengurus dirinya sendiri, ia bergegas mandi lalu merias dirinya dengan rapih nan cantik. Semua itu ia lakukan sebelum sang suami terbangun dari tidurnya.

Ketika semua telah ia kerjakan, bangunlah suami yang sangat ia cintai itu. Bahagianya sang suami melihat kecantikan sang istri ketika ia membuka mata, tidak lupalah memberikan simbol kasih sayang kepada istrinya. Setalah itu sang suami bergegas mandi dan merapihkan diri, ketika merapihkan diri ia dibantu oleh istrinya dalam memakaikan dasi.s

Setelah sepasang suami istri tersebut rapih, mereka pun menyantap sarapan mereka  dengan ditemani secangkir teko hangat dipagi hari. Secangkir teh dan kopi itulah yang membuat suasna pagi itu hangat sehangat Cinta mereka berdua.

Tidak mau terhanyut dalam suasana mereka pun bergegas memulai aktivitas mereka masing-masing, sang suami yang harus bekerja segera melakukan kewajibannya, dan sang istri yang kebetulan juga seorang wanita karirpun bergegas melaksanakan tuganya sebagai karyawan.

---

Setelah moment pagi itu, mereka akan melewati waktu yang panjang dengan segudang tanggung jawab mereka dikantor dalam kesunyian. Tapi mereka tidak mengeluhkan hal tersebut, karena mereka sadar bahwa itu adalah suatu resiko yang memang sudah seharusnya mereka jalani dalam kehidupan.

Jam istirahat pun tiba, mereka pergi makan siang dikantor masing-masing. Lega memang bisa sedikit bernafas lepas karena bisa melupakan sejenak kepenatan mereka dalam bekerja, walaupun demikian walau ditemani dengan banyaknya rekan kerja sekalipun itu semua tidak menjadikan kepuasan  hati tersendiri bagi mereka. Karena yang mereka inginkan adalah kembali kerumah duduk berdampingan dengan ditemani secangkir teko cinta yang hangat.

Namun apalah daya mereka, mereka masih harus menjalani separuh hari lagi untuk menggapai keinginan mereka tersebut. Terkadang tidak mudah memang ketika kita dihadapkan dengan sesuatu yang dapat menghalangi kebersamaan kita dengan orang terkasih, namun percayalah ketika waktunya tiba kita akan merasakan kembali kebahagiaan tersebut dengan orang terkasih.

Dalam menjalani separuh hari tanpa orang terkasih terlebih dengan sebuah beban pekerjaan adalah suatu hal yang sangat membosankan, sehingga dapat membuat kita lemas dan mengantuk. Mereka menyadari betul akan hal itu, oleh karena itu mereka bergegas membuat secangkir teko dalam versi dingin lalu menikmatinya meskipun mereka tengah berada dalam tempat yang berbeda.

Dengan secangkir teko membuat semangat kerja mereka kembali bersinar, merekapun segera mengerjakan semua tugas-tugas mereka dikantor. Tanpa rasa lelah yang menyelimuti mereka membuat semua pekerjaan mereka terselesaikan dengan baik tanpa memikirkan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi mereka dalam bekerja.

Setelah lamanya mereka menjalani separuh hari tersebut, tibalah waktunya mereka pulang kerumah. Karena kantor sang istri jauh lebih dekat dari rumah dibandingkan sang suami maka tibalah sang istri terlebih dahulu kerumah.  Sesampainya dirumah ia segera bergegas membersihkan diri, setelah itu dengan cekatannya ia merapihkan rumah dan membuatkan makan malam untuk suaminya.

Beberapa menit setelah semua pekerjaan dan tugasnya sebagai seorang istri telah selesai, terdengar suara bel yang mengganggu telinganya. Dibukakannya pintu tersebut, dan ternyata itu adalah suami terCintanya. Ketika  iya mengetahui kalau itu dalah suaminya diciumlah tangan sang suami sebagai bentuk rasa hormatnya kepada suami, setelah itu diciumlah kening sang istri sebagai bentuk rasa sayang sang suami kepada istrinya.

Dengan penuh Cinta sang istri membantu suaminya dalam membukakan dasinya,  karena sudah tidak sabar ingin menyantap makan malam yang harumnya mengganggu penciuman dan perutnya itu sang suami pun bergegas membersihkan tubuhnya. Setelah itu sang istri mengajak suaminya untuk menyantap makan malam yang memang sudah tidak sabar untuk dinikmati oleh suaminya tersebut.

Dengan lahapnya ia memakan masakan istri tercinta tersebut, karena nikmatnya masakan sang istri membuat sang suami lupa diri dalam menyantap makanan tersebut. Walau demikian sang istri merasa sangat senang sekali karena suaminya tersebut sangat menyukai msakannya bahkan sampai menjadi lahap dalam memakannya.

Entah lupa atau bagaimana, namun setelah makan sang suami malah sibuk nonton pertandingan sebak bola ditelevisi. Sang istri merasa sedih dan kecewa karena suaminya lebih memilih menonton pertandingan sepak bola dibandingkan harus menghabiskan waktu bersama dengan dirinya. Karena kesal dengan sikap suaminya tersebut sang istripun lebih memilih berdiam diri dikamar. 

Selang beberapa menit sang istri pergi kedapur untuk mengambil minum, tetapi kemudian ia melihat teko dimeja makan. Dari situlah sang istri mempunyai ide untuk membuat secangkir teko hangat, dengan harapan suaminya bisa melupakan acara pertandingan bola tersebut dan menghabiskan waktu bersama dirinya. Mulailah dibuatnya secangkir teko hangat penuh cinta.

Sejadinya teko hangat tersebut, sang istri lalu mengantarkannya kehadapan sang suami. Dari kejauhan ssng suamipun sudah merasakan aroma teko tersebut datang menghampirinya. Ketika teko tersebut ada dihadapannya ditataplah wajah istrinya dengan sebuah senyuman. Disambutlah pula senyuman tersebut oleh sang istri sambil berkata “hentikanlah sejenak kesibukanmu itu”. Setelah mendengar perkataan sang istri, maka dimatikannya televisi tersebut kemudian ia menikmati teko Cinta yang dapat mencairkan suasana dengan sang istri, bagi dirinya hanya secangkir kopi penuh Cintalah yang dapat menghilangkan rasa penat dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan senyuman ia berkata “ terimakasih istriku tercinta”.