Pengantar Pesan

Dien Aplianty Salam
Karya Dien Aplianty Salam Kategori Motivasi
dipublikasikan 17 Maret 2016
Pengantar Pesan

Pernahkah kamu merasa senang ketika menerima pujian?

Pernahkah kamu terharu saat ada mereka yang berterimakasih padamu?

Pernahkah kamu begitu bersemangat ketika ada mereka yang menginspirasimu?

Pernahkah kamu merasa nyaman dengan mereka yang selalu mendukungmu?

Pernahkah kamu merasa marah ketika ada orang yang membantah argumenmu?

Pernahkah kamu sebal terhadap mereka yang tak mendukungmu?

Pernahkah kamu membenci orang yang tak mengindahkanmu?

Saya pernah.?Lalu dengan itu ada mereka yang pernah saya sukai, ada mereka yang pernah saya benci, ada mereka yang pernah membuat saya nyaman bersamanya, ada mereka yang pernah saya ketusin, ada pula mereka yang pernah begitu membuat saya bersemangat.

Pernahkah kamu mendapatkan kiriman barang yang diantar oleh kurir ke rumahmu? Lalu kamu menerima bungkusan itu, membukanya kemudian melihat isinya. Satu hari kamu mendapatkan barang yang dikirim adalah barang yang memang kamu butuhkan. Hari lainnya kamu mendapatkan barang yang kamu tak merasa membutuhkannya. Hari berikutnya kamu mendapatkan barang yang membuat kamu bingung kenapa pengirimnya mengirimkan itu untukmu. Ketahuilah, pengirim itu memerhatikanmu, dan melihatmu membutuhkan semua barang yang ia kirimkan untukmu sehingga ia mengirimkannya melalui kurir yang ia pilih.?

Tak perlu berpikir keras. Hanya butuh kesadaran dan hati yang terbuka untuk menerimanya. Ternyata hidup ini tak jauh dengan cerita kurir sang pengantar pesan. Kita bertemu dengan orang-orang yang memberikan perasaan-perasaan senang, kesal, marah, sedih, terharu, dalam setiap tindakan, sikap atau ucapannya pada kita. Sadarkah bahwa ini semua skenarioNya? Di setiap peristiwa selalu terselip makna maupun pesan yang kita butuhkan. Senang, kesal, marah, sedih, terharu, kecewa, bukan sebatas warna-warni perasaan yang harus kita rasakan agar hidup seperti pelangi. Tapi jauh dibalik itu Sang Pemilik mengetahui kita membutuhkannya untuk suatu kebaikan, peningkatan kualitas hidup. Lalu Dia memilihkan mereka untuk mengantarkan pesan -pesanNya melalui mereka yang terpilih. Terpilih karena bisa jadi merekalah yang paling baik menyampaikan pesan itu.

Kini tak perlu lagi membenci atau merasa kecewa berlebih pada manusia yang bertugas mengantar pesan-pesan itu. Karna setiap kali kita mendapatkan kiriman yang membahagiakan maupun mengecewakan, kita pasti berterimakasih atau menanyakan maksud dari pengiriman barang itu langsung kepada sang pengirim barang, bukan pada kurir. Yang kita butuhkan adalah berdialog denganNya, Sang Maha Mengetahui hidup ini.

Hidup ini ternyata saling tarik menarik, saling kuat menguatkan, saling ingat mengingatkan, saling bantu membantu dengan caraNya yang paling indah. Terimakasih untuk kamu yang terpilih untuk mengantar pesan-pesanNya kepada saya. Sungguh saya beruntung memiliki kamu yang pasti berlabel ?terbaik? untuk mengirimkan pesan itu pada saya. Saya pun pengantar pesan. Semoga kita selalu bisa melakukannya dengan baik. Karna jika sudah terpilih, pasti Ia memampukan kita.

Salam Hangat dibalik Rintik Hujan

?

?

*Sumber Foto:?http://3nity.com.my/product/envelope/

  • view 229