The Power Of “Udunan” Ala Ridwan Kamil

Toha Mukarrom
Karya Toha Mukarrom Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 23 September 2016
The Power Of “Udunan” Ala Ridwan Kamil

Beberapa hari lalu saudara-saudara kita yang ada di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang , Jawa Barat mengalami musibah banjir bandang dan tanah longsor. Bencana alam itu mengakibatkan puluhan korban jiwa , puluhan orang luka berat dan luka ringan, ratusan orang mengungsi, ratusan rumah hancur  dan kerugian milyaran rupiah. Ini menjadi sorotan berita nasional dan internasional.

Sebagai manusia yang berbudi luhur tentunya kita akan langsung tergerak untuk bisa ikut membantu para korban bencana alam tersebut. Berbagai lembaga sosial dan pemerintah langsung bergerak untuk bisa membantu para korban. Ada yang turun langsung ke lapangan mencari korban hilang, ada juga yang mengelola bantuan dari berbagai pelosok daerah yang ikut berpartisipasi.

Salah satunya adalah Walikota Bandung , Pak Ridwan Kamil yang ikut berpartisipasi dalam menggalang dana untuk membantu korban bencana banjir bandang dan tanah longsor. Beliau adalah sosok pemimpin daerah kebanggaan warga Bandung yang dicintai oleh warganya. Kang Emil a.k.a Ridwan Kamil suka menggunakan media sosial dalam menyampaikan program pemerintahan atau sebagai personal communications.

Kang Emil langsung mengajak followernya yang ada di Instagram, Twitter dan Facebook untuk bersama-sama membantu korban bencana alam. Karena popularitas beliau sebagai Walikota Bandung dan pengguna aktif sosial media banyak follower yang merespon ajakan Kang Emil tersebut. Kemudian beliau membuat campaign di sebuah Platform Crowfunding asli buatan anak bangsa Indonesia yaitu KitaBisa.com .

 

Gambar  1 . Campaign di KitaBisa.com

Dikutip dari id.techinasia.com , KitaBisa.com merupakan crowfunding untuk kegiatan sosial. Situs crowdfunding ini melakukan validasi terlebih dahulu pada setiap proyek sebelum akhirnya diterbitkan. Bahkan pihak KitaBisa mewajibkan penggagas proyek untuk mengirimkan laporan keuangan dan kemajuan perkembangan proyeknya. KitaBisa melakukan monetisasi dengan mengambil potongan sebesar lima persen dari setiap proyek yang berhasil terwujud.

Setelah Kang Emil membuat akun di KitaBisa.com antusias follower akun media sosial beliau langsung bergerak dengan memberikan donasinya kepada campaign tersebut. Baru sehari ditayangkan , #DonasiForGarut sudah mencapai 200 % lebih dari harapan dan #DonasiForSumedang mencapai 50% lebih.

 

 

Gambar 2. Campaign Hari Pertama di KitaBisa.com

 

Ketika masuk hari kedua ini, Jumat , 23 September 2016 antusiasnya lebih besar lagi. Bisa lihat gambar di bawah ini.

  

Gambar 3.  Campaign Hari Kedua di KitaBisa.com

 

Melihat respons yang besar itu, saya pribadi mendapat pelajaran dari tindakan  Kang Emil , yaitu :

  1. Hidup itu “Udunan” atau patungan

Slogan ini selalu diutarakan ketika Kang Emil membutuhkan kolaborasi program kerja atau mimpi para warga Bandung dengan lembaga lain. Ini mesti bisa ditiru oleh kepala daerah lain juga, karena sebuah mimpi bersama mesti ada dukungan dari warga dan warga juga akan senang bila dilibatkan dalam berbagai program bersama. Karena sudah gak jaman kita menjadi superman tapi superteam.

  1. Pemanfaatan Teknologi Media Sosial

Pengaruh penggunaan media sosial sangat terasa bila itu berupa kegiatan positif. Kebanyakan user mengonsumsi berita-berita yang kurang bermanfaat. Apalagi saling caci dan menyebarkan virus dengki di dalamnya. Yuuk sama-sama ubah mindset kita supaya lebih bijak dalam penggunaan media sosial terlebih itu isinya positif. Perhatian untuk PARA PEMIMPIN / PEJABAT  BANGSA ini  yang besar ini mari manfaatkan media sosial sebagai alat untuk aspirasi dari rakyat secara langsung. 

  1. Menghargai hasil karya anak bangsa

Indonesia butuh pemuda yang mencari solusi bukan pemuda yang saling caci atau dengki. Keberadaan platform crowfunding kegiatan sosial ini terasa manfaat bila kita saling bersinergi untuk bisa membangun Indonesia. Dengan memanfaatkannya teknologi ini berarti kita menghargai hasil anak bangsa karena manfaatnya bisa menyebar ke pelosok negeri ini.

       Sebagai penutup saya ambil statement Kang Emil “Perbanyak Kolaborasi, Kurangi Kata Kompetisi, Karena Kita NKRI

 *Sumber gambar : Instagram Kang Emil 

Hatur Nuhun...

 

Toha Mukarrom