Percaya Gak , Suatu Saat Uang Kertas Dan Logam Akan Tergantikan ??

Toha Mukarrom
Karya Toha Mukarrom Kategori Ekonomi
dipublikasikan 17 September 2016
Percaya Gak , Suatu Saat Uang Kertas Dan Logam Akan Tergantikan ??

Hampir setiap hari penggunaan e-money bisa kita lihat , seperti pembayaran e-toll, Bus Trans Jakarta, atau pembayaran belanja di supermarket. E-money merupakan bentuk transformasi dari uang kertas/logam ke bentuk kartu yang berisi chip dan melakukan transaksi secara digital.

             Kita tahu e-money terbagi atas dua kategori. Pertama berbentuk kartu kredit dan kedua kartu para-bayar.

  1. Kartu Kredit

Di Indonesia kartu kredit tidak sepopuler di luar negeri terutama negara maju. Sistem kartu kredit sendiri berarti kita mengambil hutang kepada bank dengan limit tertentu sesuai dengan kemampuan nasabah. Proses dalam pembuatan kartu kredit juga lumayan ribet tidak seperti pembuatan kartu e-money pra-bayar.

 

  1. Kartu Pra Bayar / Aplikasi Dalam Smarthphone

Kartu pra bayar dari segi pembuatannya lebih mudah. Pembuatannya ada dari bank, operator seluler dan lembaga / perusahaan non bank. Untuk dari bank ada beberapa yang sudah mengeluarkan produk e-money pra-bayar ini seperti :

  • BCA (Flazz & Sakuku)
  • BNI (Tap Cash)
  • Bank Permata (BBM Money)
  • CIMB (Rekening Ponsel)
  • Bank National Nobu (Nobu E-Money)
  • BRI (BRIZZI)
  •  Bank Mandiri (Indomart Card, GazCard, E-Cash, E-Toll)

 

 

 Dan untuk Operator Seluler seperti :

  • Indosat Ooredoo (Dompetku)
  • XL (XL Tunaiku)
  • Telkomsel (T-Cash Tap)

Lembaga / perusahaan non bank : Doku (Doku Wallet)

  • Skye Mobile Money (Skye Card)
  • True Money

 

 

 

Dilansir dari detik.com , Bank Indonesia meyakini penggunaan uang elektronik dalam beberapa tahun mendatang akan tumbuh signifikan. Dengan e-money, akan memudahkan transaksi masyarakat tanpa perlu menggunakan uang tunai. Sejauh ini, e-money telah digunakan untuk transaksi micropayment di bawah Rp 5 juta. Meski nominalnya kecil, transaksi melalui uang elektronik di 2013 ini tercatat mencapai Rp 6,7 miliar per hari atau hampir Rp 2 triliun dalam setahun. 

Beberapa alasan meningkatnya nilai transaksi e-money diantaranya dalam hal kepraktisan, peningkatan dalam hal keamanan, biaya transaksi yang lebih rendah dan insentif dari penyedia layanan. Tidak hanya kemudahan yang ditawarkan e-money tapi fitur-fitur lain seperti pembayaran pulsa, token listrik, bayar tol, bayar di supermarket atau mini market. Kita juga harus lebih bijaksana dalam hal penggunaannya terutama penggunaan dalam kartu kredit. Karena sistem kartu kredit yang terlebih dahulu meminjam uang ke bank jadi ada penalti bila telat membayar tagihannya.

 Semoga bermanfaat. Salam Ketik.

 

Sumber gambar dari internet. 

  • view 300