Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 16 Maret 2016   19:44 WIB
Brunella #2

Brunella tak bisa menerima kenyataan pahit tentang hidupnya sehingga membuat dia frustasi. Ayah brunella juga tak kalah frustasinya, Dia tidak bisa menerima jasad istrinya yang sangat dicintai dan dikasihinya kini sudah terbujur kaku didepan matanya. Bagaimana bisa ini terjadi padamu-bagaimana bisa?. Kepergianmu begitu cepat, bangunlah sayang, Besok adalah hari ulang tahun pernikahan kita. Aku sudah menyiapkan kejutan untukmu. Aku sudah membeli kado untukmu, Aku sudah menyiapkan makan malam yang romantis untuk kita. Bangun sayang?bangun?dengan suara bergetar yang nadanya sudah hampir habis ayah brunella mengatakan itu pada jasad istrinya.

Istri yang sangat dicintainya itu. Ibu yang telah melahirkan seorang anak cantik bernama brunella. Kepergian ibu brunella dengan sangat tiba-tiba ini yang membuat ayahnya sangat shock. Brunella dan ayahnya bahkan tak memiliki firasat apapun. Kepergian yang sangat tragis dan sadis. Kepergian dengan menggantungkan tali kelehernya.

Brunella sangat kaget melihat ibunya seperti itu. Apa sebenarnya penyebab ibunya melakukan itu. Rasa curiganya muncul seketika, tapi dia tak tahu ingin curiga kepada siapa. Dia merasa hidupnya semakin gamang dengan peristiwa ini.

Belum lagi kering air matanya menangisi kepergian ibunya. Belum lagi dengan rasa curiga atas peristiwa kematian ibunya yang mendadak. Ayah brunella membuat ulah seketika. Bagaimana bisa ayahnya pergi begitu saja meninggalkannya disaat hatinya sedang berkabung. Mau tak mau, suka tak suka brunella harus menerima kenyataan pahit ini. Cobaan yang bertubi-tubi ini membuat brunella semakin tertekan. Yang ada difikiran brunella kala itu hanyalah ayahnya adalah sosok yang sangat mencintai keluarga, sangat menjunjung tinggi keluarga, tapi sekarang bagimana bisa dia setega ini meningalkan anaknya hidup sendiri.

Dengan keyakinan yang entah dari mana datangnya brunella yakin jika penyebab kematian ibunya adalah ayahnya. Keyakinan itu muncul karena ayahnya tiba-tiba menghilang. Dengan hati yang sudah dimantapkan dan tekad pantang menyerah yang terpatri didalam hatinya. ?Aku harus mencari tahu, apa penyebab kematian ibuku.? Dengan sedikit emosi kata-kata itu keluar dari mulut mungilnya.

Brunella terus berusaha mencari bukti-bukti atas peristiwa ini.? Logikanya mana ada orang mau bunuh diri dengan cara menggantungkan lehernya keatas pintu rumah?, fikir brunella. Seisi rumah habis dibongkar olehnya, dia mencari apa saja kesana-kemari seperti orang kesetanan. Apalah daya sumber informasi tak didapatkan, walau badan ini sudah lemas karena berjuang dengan sangat keras melebihi batasnya. Brunella mulai putus asa, sampai dia mengluarkan terikan yang sangat keras karena marah dan benci dengan keadaan yang sedang dihadapinya saat ini.

?

Karya : anum nangin