Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 14 Maret 2016   16:09 WIB
Menanti

7tahun menanti, saling melengkapi, dan pada akhirnya kau memilih sosok lain, dari suku yang sama, dan marga yang sama. Pertama kali aku mendengarnya. Aku bukan membencimu saja, tapi mengutukimu dengan berbagai macam mantraku.
Tapi lambat laun aku mulai berdamai dengan keadaan. Aku mulai menerima keadaan ini dengan ikhlas, bahkan lebih pandai lagi menenangkan diri hingga kini. Karena tak bisa dielakkan ketentuan Tuhan yang telah Dia tetapkan kepada setiap hambaNya. Karena kau bukan hadiah terbaik yang diberikan Tuhan untukku.

Kali ini aku kembali diuji dari kata menanti. 3bulan menanti, itu menjadi salah satu harga mati dari sebuah makna penantian yang menjadi penentu dari sebuah harapan dan mimpi. Dan rasanya hati ini mulai gelisah tiada henti, galau selalu bermain-main dihati, cemas dengan situasi, sedih dan air mata yang terus menghantui.
Beberapa kiriman kepeda....(silahkan isi dengan tepat ????)
Menjadi salah satu penentu langkah ini untuk bisa diakui dan dianggap bahwa aku layak untuk sebuah peredikat.....(silahkan isi dengan tepat ????)
untuk kusandang dibahu ini.

Kali ini berbeda situasi jika dulu aku hanya butuh pengakuanmu saja, kali ini aku butuh pengakuan dunia, karena dengan begitu aku akan dikenang setelah tiada dengan sebuah karya nyata.

Keadaan dimana sama pentingnya, jika kalian menjalin sebuah hubungan pasti kalian ingin diakui oleh pasangan kalian,
tapi kali ini aku lebih membutuhkan pengakuan dunia dan dikenang setelah tiada dan memberi manfaat nyata pada siapa saja.

Lah iyalah..wong situ jomblo sist :D

?

Karya : anum nangin