Mirror

anum nangin
Karya anum nangin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Februari 2016
Mirror

Walau kadang sulit untuk berdamai. Tapi memang itulah kami. Bahkan sampai saat ini kami juga sering terlihat seperti kucing dan tikus. Akulah yang tak pernah mau mengalah, akulah sosok yang jadi bos, akulah sosok penyuruh itu. Lihat ini aku, kakak yang jahat itu.

Aku dan adikku yang usia kami tak terpaut jauh. Adikku yang badannya besar, tinggi, dia anaknya sedikit bandal, cengkal (susah diatur). Adikku yang disangka dia kakakku :) karena badannya lebih bongsor dariku.

Aku yang bosi dan dia yang sedikit bandal bagaimana dua manusia ini bisa saling melengkapi satu sama lain, kalau difikirkan sepertinya tidak mungkin, bahkan mustahil. Bukan karena kami adik kakak kandung, tapi kami adalah mirror...
Mirror jika kami saling bersama dan kami saling menatap didalam hati kami berbisik Adikku adalah cerminan diriku. Diriku adalah cerminan adikku itu yang membuat dua manusia ini dengan sifat yang berbeda ini bisa saling menyayangi dengan tulus, dan penuh arti. Karena dia tahu apa yang ku mau, begitu juga sebaliknya. Karena begitulah kami bersaudara, karena begitulah kami menunjukkan kepedulian kami satu sama lain. Karena dengan begitu kami menyadari apa itu arti persaudaraan antara kakak dan adik.

Karena kami adalah Mirror..

  • view 111