Hanya Inisial "Cinta Tak Sampai"

anum nangin
Karya anum nangin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Februari 2016
Hanya Inisial

?Ini tempat dimana aku memakai seragam putih abu abu selama 3 tahun, ditempat ini juga ku dapati semua tipe manusia. Itu merupakan salah satu sudut yang ku sukai dari sekian banyak tempat yang ada disekolah ku kala itu. Di tempat ini juga aku mulai mengenal kamu??Key? itu ini sial yang ku berikan untukmu. Entah kenapa hari ini tiba tiba aku teringat akan dirimu. Hari ini ada yang berbeda dari rutinitasku ketika aku berangkat kekantor. Entah mengapa hari ini ada anak sekolah berseragam putih abu abu berangkat ke sekolah sekitar pukul 08.00 pagi, yang notabene bukan jam anak pergi ke sekolah. Tiba-tiba fikiranku melayang saja ke masa masa putih abu abu, Sebenarnya hal biasa saja bertemu dengan anak sekolah Sma tapi yang membuat beda, apa yang terlihatku dari anak itu sama seperti aku saat memakai seragam yang sama kala itu,Ditambah lagi kami bertemu dimoment yang pas,disimpang sekolah dimana kita pertama bertemu..ah fikiran ini terus melayang.

Pertemuan kita yang pertama saat kita rebutan masuk ke ruangan PKS I untuk memperebutkan kursi dikelas yang kita mau, padahal kita sudah tau dan ditetapkan oleh pihak sekolah kita masuk dikelas yang mana, tapi memanglah kita berdua ini kelihatannya siswa yang agak pembangkang jadi lah seperti ini,tapi disitulah awal kita bertengkar,entah sengaja atau tidak kau mentarik ekor rambutku dan aku mulai memarahimu dan memusuhimu. Dan sialnya kita menginginkan kelas yang sama,dan sialnya lagi kita diizinkan pindah kekelas itu,dan sialnya lagi kita rebutan mengangkat kursi ke kelas itu. itulah awal kita berjumpa dengan kesan yang tak ku inginkan sebenarnya. Itu pertemuan kita secara langsung.

Sebenarnya aku sudah tau dirimu sejak kita pertama mulai diospek, itu efek karena kau yang memuakkan dan selalu cari muka didepan senior, dari pertama melihatnya saja aku sudah tidak suka karena tingkahnya, tapi,itu selesai sampai disitu saja. Setelah itu aku biasa saja dengan siapapun termasuk dia karena menurutku siapun yang tak mengangguku aku diam saja,stay cool aja :D karena aku tidak suka berurusan dengan hal hal yang berbau orang banyak. jadilah aku suka ke perpustakaan dan menghabiskan waktu disana.

Dan setelah kelas XI kami dipertemukan lagi,dengan cara yang tak indah itu.

Yah setelah kejadian perebutan kursi itu, hah..aku lega akhirnya aku bisa pindah kekelas yang kumau. Tapi apa mau dikata begitu aku sampai dikelas ?tidak ada lagi meja selain meja paling depan, mau tak mau akulah duduk dipaling depan. Aku ini korban teman sekelasku juga, mereka telah duluan menempati meja belakang, tapi tak apalah yang penting aku dikelas yang kuinginkan. Dan sialnya dia duduk ?bertepatan pas sekali dibelakang meja ku, hah... lengakaplah sudah hidupku duduk dekat dengan musuh.

Kalian tahukan jika bermusuhan itu seperti apakan ,hahaha hampir berbulan bulan kami tak pernah bicara,sampai saat walikelas menyuruh kami untuk membuat kelompok belajar dengan teman yang ada dibelakang kita dan dia adalah sosok yang tepat ada dibelakangku, mau tak mau suka tak suka akhirnya kami bertegur sapa dengan nada yang leibih rendah dan dengan tatapan yang seharusnya, tatapan pertemanan bukan permusuhan. Dari situlah kami mulai saling ngobrol. Anehnya dia orang yang mengasyikkan dan seru gak jaim. Memang benar kata pepatah tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Dari kejadian itu kami jadi rajin saling bertukar cerita sampai bertukar pekerjaan rumah dan dia selalu mencontek padaku, walau sesungguhnya dia lebih pintar dariku menurutku hanya karena malas saja. Dari perbincangan kami yang mulai intens akhirnya dia bertanya ? dulu kita kok maki-makian ya waktu pertama jumpa, dan saling menyalahkan satu sama lain tak d elakkan.? Ttapi kali ini kami tak memutuskan untuk berdiaman dan bermusuhan seperti kala itu. kami saling pandang dan tertawa lepas .Tidak dipungkiri bahwa akhirnya aku mengalah dengan keadaan ini, aku menyimpan rasa sayang yang lebih padanya. Tapi dalam hidupku aku tak akan menyatakannya duluan sampai kapanpun. jadilah aku hanya diam saja sampai sekarang. Aku tak tahu entah dia merasakan hal yang sama atau tidak. Tapi aku tak menyesal pernah memendam rasa itu setidaknya aku pernah bahagia bersama dia walau hanya sebatas sahabat.?

Sebuah ini sial ?Key? ,ah apa kabar kamu?

Masihkah kita bertemu dan bermusuhan,berdamai,tertawa lepas seperti dulu?

Sampai saat ini aku hanya ini kamu jadi sahabat,teman yang sayang padamu?

Dan sampai saat ini aku hanya berani melihatmu dari sosial mediamu yang tak kunjung akfif lagi..!

?

  • view 92