Juara Dihati "Ibu"

anum nangin
Karya anum nangin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Februari 2016
Juara Dihati

Bagiku waktu adalah Kapan ia berhenti, karena aku benci setiap pergerakan yang diberikan oleh waktu, karena aku harus tunduk pada dia, aku membenci ke tundukan padanya, karena semua begitu cepat buatku, terlalu sadis dia mengubah dan menjalankan semua keinginannya.
Aku ingin waktu menjadikanku kecil saja, sosok kecil yang selalu dicium, digendong, ditimang dan dimanja oleh siapa saja. Aku hanya ingin keadaan itu lebih lama bersamaku. Tapi itu tak ku dapati lagi, yang ku tahu dari ibuku waktu memang cepat berlalu.?

Sekarang kau sudah besar nak, rasanya baru kemarin kau ku susui. Lihat dirimu sekarang ini. Kau sudah memakai seragam SD. Ah? anakku?

Itu kata-kata ibuku, mari ku kenalkan kalian dengan sosok ibuku, sosok malaikat tanpa sayap. Aku menyebutnya itu.

Ibuku adalah malaikat tanpa sayapku
Ibuku adalah super hero tanpa batas
aku adalah penggemar sejatinya melebihi apapun didunia ini.
karena dia adalah nafasku
karenanya aku mengenal dunia
karenanya aku mengenal betapa indahnya dunia ini
karenanya aku mendapatkan kasih sayang
karenanya aku tertawa
karenanya aku pintar
karenanya aku bisa
karenanya aku tetap tegar
karena sayang dan cintanya lah?aku hidup
karena nafasnya aku bisa mendapatkan kebahagiaan
karena doa dan restunya aku berpijak
karena dia juga aku mengenal Tuhanku
Do?amu selalu menyertaiku
Aku mencintaimu ibu

?

Terimakasih ibu telah merawatku dari aku lahir ?sampai akhir hayatmu, bahkan dikala sakitmu pun kau masih memikirkan aku. Smoga Engkau diberikan tempat sebaik-baiknya, berkumpul bersama orang-orang mukmin.

Maafkan anakmu ini yang belum sempat membahagiakanmu walau hanya seujung kuku. Hanya Do'a yang bisa kuhadiahkan kepadamu disetiap saat. Smoga aku bisa menjadi anak sholeha seperti yang engkau harapkan, menjadi anak yang membanggakan untukmu. Karena aku tak butuh pengakuan orang lain untuk menganggapku ada. Aku hanya butuh pengakuan darimu, walau pun tak mungkin kudapati dari itu keluar dari bibirmu yang indah itu. Aku yakin engkau akan mengungkapkan semua banggamu kelak lewat mimpiku. Rajin-rajin datang kemimpi ku ibu. Aku selalu merindukanmu.

?

Terimakasih bu, telah menjagaku disepanjang usiamu. Tertanda anakmu yang selalu merindukanmu.

?

  • view 151