Dua Telur Rebus dan Masa Kecilku

Anton Su
Karya Anton Su Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 17 Mei 2018
Dua Telur Rebus dan Masa Kecilku

Dulu sekali, saat aku masih kecil, aku suka dengan suasana pasar. Rasanya nyaman banget. Disana, banyak makanan yang aku suka. Apalagi jajanan pasar zaman dulu, lebih banyak makanan tradisional.
 
Sebelum berbelanja, Mamah biasanya mengajakku sarapan di warung nasi milik ibu berusia paruh baya. Seingatku, rambut ibu itu disanggul dan memakai daster. Mungkin sekarang sudah tua, aku juga tidak tahu nama ibu warteg itu. Dengar kabar, ibu itu buka warteg di rumahnya, tak jauh dari pasar.
 
Dia baik sekali. Pernah, saat Mamah tengah hamil tua, ibu pemilik warung nasi itu, memberikanku dua telur rebus. Dia bilang, untuk bayi kecilnya dan untuk aku. Dari kecil sampai sekarang, aku memanh suka telur rebus, apalagi kalau pakai bumbu. 
 
Hingga berpamitan dan menyudahi sarapan, ibu warteg itu terus menatapku, dia juga tersenyum kepadaku. Sampai sekarang, aku selalu teringat tatapan itu. Tatapan kasihan dan mungkin sayang. 
Barangkali, ibu warteg itu kasihan melihat Mamah tengah hamil tua, dan membawa anak kecil yang tak lain yaitu aku. 
 
Aku  tahu bagaimana keadaan keluarga Mamah, yang tergolong kurang mampu waktu itu. Aku bahkan jarang meminta ini itu, karena takut. Takut, kalau Mamah tidak punya uang. 
 
Setiap ke pasar, aku senang sekali melihat mainan kapal-kapalan di air bak. Kapal itu bisa berjalan hanya dengan menyalakan api di tengah badan kapal. Waktu itu, mainan kapal-kapalan harganya seribuan. Mahal sekali. Mamah selalu bilang, tidak usah beli. Aku juga tidak merengek ataupun menangis. Karena aku tahu, keadaan Mamah seperti apa. 
 
Itu dulu. Sekarang, kondisi keluarga kami mulai membaik. Cukuplah untuk keperluan sehari-hari dan membeli mainan adikku. Bahkan menyekolahkanku hingga Sarjana. Saat ini, aku menulis dan aku bekerja menjadi seorang jurnalis.

  • view 41