Mahasiswa Ilmu Komunikasi Gelar Seminar Nasional di Jogjakarta

Anton Su
Karya Anton Su Kategori Politik
dipublikasikan 23 April 2018
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Gelar Seminar Nasional di Jogjakarta

SERANG – Mahasiswa Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” Yogyakarta mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Media dan Politik Indonesia” yang bertempat di ruangan M. Soetopo, Jogjakarta, Minggu (22/4/18).

Seminar Nasional Media dan Politik Indonesia digagas oleh Himpunan Mahasiswa Jur danusan IMaKo ( Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi) berkolaborasi dengan KOMAP ( Korps Mahasasiswa Ilmu Pemerintahan), Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai kampus yang berada di Yogyakarta.

Penanggungjawab Kegiatan, Silvester Toni Tokan, menyampaikan harapan kedepannya bahwa kegiatan ini bisa dilanjutkan dengan dukungan sekaligus fasilitasi dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) STPMD “APMD” Yogyakarta.

Seminar Nasional ini juga mendapat apresiasi dan dukungan dari Presiden Mahasiswa, Kepala Prodi Ilmu Komunikasi, dan Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STPMD “AMPD” Yogyakarta.

Dalam Seminar ini ada dua pemateri yang diundang sebagai pembicara yakni Eko Prasetyo, ia merupakan seorang penulis, dan Teguh Hadi Prayitno, yang merupakan wartawan di salah satu stasiun televisi.

Pemateri seminar nasional, Teguh Hadi Prayitno menegaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari peran media tidak dapat dipisahkan dari dunia politik. “Media membutuhkan politik dan politik membutuhkan media,” kata dia, Minggu (22/4/18).

Ia melanjutkan, media memiliki kekuatan untuk menciptakan sebuah isu yang penting. Akan tetapi, sambungnya media juga berperan dalam memasarkan politik, iklan politik, dan pencitraan.

“Media dapat menjamin kepopularitasan seseorang, namun hal itu tidak serta merta menjamin keelektabilitasan seseorang. Media hendaknya bersenyawa dengan detak nadi setiap insan Indonesia.”

Pemaparan pada seminar nasional berikutnya, diberikan oleh pemateri kedua, Eko Prasetyo. Ia memotivasi mahasiswa dengan statement “bergeraklah mahasiswa dan media”. Bahwasanya dunia mahasiswa diibaratkan seperti “pikiran adalah Bunga, ujaran adalah kuncup dan tindakan adalah buah di dalamnya (Ralph Waldo Merson).”

Ia mengutip kata-kata dari William James “Untuk memahami dunia dengan cara yang berbeda, kita harus bersedia untuk mengubah sistem keyakinan kita, membiarkan masa lalu berlalu, memperluas kekinian kita dan melarutkan rasa takut dalam pikiran kita.” ujar Eko. (Asu).

  • view 47