Cita-citaku di ENJ 2017

Anton Su
Karya Anton Su Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Juli 2017
Cita-citaku di ENJ 2017

Cita-citaku Ikut Membangun Negri Ekspedisi Nusantara Jaya 2017


Saya tengah memungut rangkaian kata demi kata menjadi sebentuk
tulisan-tulisan. Berharap kumpulan kata itu bisa menjadi sebuah buku. Saya coba
perlahan menulis esai, cerpen dan semburat puisi. Tak begitu banyak memang,
layaknya menabung receh demi receh, itulah yang sedang saya lakukan lewat
tulisan. Seandainya saya diberi kesempatan mengikuti kegiatan Ekspedisi
Nusantara Jaya (ENJ) 2017, saya ingin sekali membuka cerita perjalanan dari
tanah jawara – Provinsi Banten – menuju Sulawesi Tengah. Tentu saja akan ada secercah pengalaman terunik dan terindah, kelak bisa menjadi sebuah momen tak terlupakan. Kemudian kenangan itu akan saya tuliskan usai menjalani Kegiatan ENJ 2017. 

Menulis bagi saya tak ubahnya menyemangati jiwa hingga benar-benar
merasa terus memperjuangkannya walau terasa ketar-ketir menjalani hidup, dan
itulah sebuah proses. Tatkala -- berulang kali saya merasa bosan dan patah -- saat
itu pula saya menulis apa pun agar keputusasaan ini bisa memudar dan berubah
menjadi bara semangat berapi-api. Di seperempat abad tahun depan, saya punya
resolusi bisa mencetak buku. Teringat keinginan Dee Lestari, penulis novel
Supernova sempat berkeluh kesah persis mirif saya, barangkali saya sendiri yang
menirunya. Ia ingin memiliki buku karyanya sendiri, tak laku pun bukanlah soal
besar. Dan tak disangka, bukunya sangat-sangat dikenal oleh pembaca.


Saya mahasiswa Universitas Terbuka jurusan Ilmu Komunikasi. Pernah
magang menjadi juru tulis (reporter-red) di sebuah media lokal Banten. Disitulah
kemampuan saya benar-benar diuji untuk menyelesaikan berbagai macam target
di bawah tekanan bernama media cetak. Hal paling membahagiakan adalah ketika
saya membuat tulisan sosok atau tokoh menginspirasi. Pernah sekali menulis
seorang delegasi ENJ tahun lalu, bernama Eneng Sofiyyah Abdillah
keberangkatan Pulau Ende (Maluku). Dia optimistis dan berfikiran positif. Secara
tidak langsung apa yang saya tulis di koran memengaruhi pembaca terutama para
pemuda di Banten. Dimana hidup itu bukanlah perkara keegoisan melainkan
bagaimana bisa meluputkan keegoisan itu dengan cara memberi manfaat untuk
orang lain.


Lewat ENJ saya merasa terpanggil ingin memberikan secuil tentang apa
yang telah saya lakukan di media lokal sebagai reporter. Di ENJ 2017 ini, saya
memilih Sulawesi Tengah untuk mengikuti rangkaian kegiatan dari Kementrian
Kemaritiman. Saya ingin mewawancarai warga setempat di Sulawesi Tengah
dengan tujuan mencuri dengar permasalahan sosial yang dialami mereka terutama
masyarakat kecil, misalnya nelayan. Bukan hanya itu, saya merasa yakin pulau
berwujud “K” bagian tengah itu memiliki peluang dan potensi pariwisata
khususnya pesisir pantai yang bisa menjadi ajang promosi dengan menyebarluaskan berupa tulisan tentunya lewat media massa baik cetak maupun
online. Misalnya, mengangkat tulisan mengenai barangkali kekayaan alam seperti
terumbu karang dan keelokan pantainya bak gadis cantik nan jelita sehingga dapat
memantik rasa penasaran turis untuk berkunjung ke Sulawesi Tengah. Setiap
wilayah pasti memiliki sebongkah pesona alam yang diantara daerah satu dengan
lainnya akan terasa berbeda.

Lewat tulisan baik berupa berita, esai, kisah
perjalanan maupun cerpen adalah suatu keinginan saya agar tercurahkan semua
pundi-pundi kata dalam otak yang terus berpikir, bahkan memutar-mutar
berkelindan.

 

Esai ini persyarat mengikuti Ekspedisi Nusantara Jaya 2017

  • view 75