Doraemon Dan Kantong Kebijakan

Anton Su
Karya Anton Su Kategori Politik
dipublikasikan 01 Juli 2017
Doraemon Dan Kantong Kebijakan

Doraemon, tokoh animasi Jepang paling lucu. Si robot kucing berwarna biru ini memiliki kantong ajaib di bagian perutnya. Kantong ajaibnya bisa mengeluarkan alat apa saja, termasuk pintu kemana saja, baling-baling bambu dan masih banyak lagi. Doraemon dalam kisahnya sangat suka doreyaki dan ia berasal dari masa depan. Ia dikirim oleh cucu Nobita untuk membantu Nobita yang selalu kesusahan. Meskipun Nobita pemalas, Doraemon tak pelit memberikan alat-alat ajaibnya. Terkadang Doraemon sering menasehati Nobita supaya tidak ceroboh menggunakan alat darinya. Anak-anak yang lahir era 90-an pasti sering menonton tingkah seru robot kucing bersuara serak ini, hingga kini, rutin tayang di televisi swasta.. Meskipun usia saya tak kanak-kanak lagi, saya sering menontonnya.


Doraemon dan Walikota itu ada persamaan, apalagi fungsi dan kemampuannya tiadalah berbeda. Doraemon memiliki kantong ajaib untuk membantu teman-temannya --Nobita, Suneo, Sizuka, Giant-- sedangkan Walikota mempunyai kantong kebijakan yang mampu merubah kotanya lebih maju dan keren, salah satunya membuat masyarakatnya sejahtera. Ketika Doraemon mengeluarkan alat serba bisanya, setali tiga uang Walikota mengeluarkan kantong kebijakan untuk menjalankan amanahnya sebagai orang nomor satu, katakanlah di Kota Serang. Kebijakan-kebijakan yang diambil pun haruslah mencapai kemaslahatan masyarakat, seperti bisa mengayomi dan memberikan solusi atas permasalahan di Kota Serang tercinta.


Kota Serang sebagai etalase Provinsi Banten telah menjadi pusat perhatian masyarakat luar, layaknya Sizuka, Gadis cantik nan jelita yang digilai Nobita begitulah perumpamaannya. Usai berpisah dari induknya Kabupaten Serang, problematika Kota Serang terus bermunculan kian karut-marut, salah satu permasalahan yang terjadi yaitu pariwisata. Destinasi wisata di Kota Serang seolah tak tahu arah, keelokan sebuah wisatanya tak dinilai baik karena penataannya sungguh antah berantah. Sejumlah tempat wisata masih membutuhkan polesan-polesan khusus agar terlihat lebih memesona. Misalnya membangun sejumlah fasilitas umum di lokasi wisata, menata secara terencana dan memperindahnya agar pengunjung mau berlama-lama berkunjung ke Kota Serang. Kota ini memiliki sejumlah pariwisata, diantaranya Pulau Dua, Pulau Tunda, Pantai Karang Bolong, Pantai Gopek, Kawasan Sejarah Banten Lama dan masih banyak lagi. Sayang destinasinya belum mampu memikat daya tarik wisatawan, padahal disektor pariwisata inilah daerah bisa meraup Pendapatannya dengan maksimal.


Kota Serang Cantik One Year One Destination”


Pekerjaan rumah Kota Serang sangat banyak, saat ini saja pembebasan lahan di Kawasan Wisata Banten Lama masih terkendala, belum lagi kebersihan lingkungan di tanah kesultanan yang menjadi pemicu enggannya turis berkunjung lagi. Padahal, Banten Lama memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang sejajar dengan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan tempat bersejarah lainnya. Begitu pula dengan kawasan wisata lainnya di Kota Serang, seperti Pulau Dua, Pulau Lima dan tempat-tempat rekreasi lainnya.


Oleh sebabnya, saya ingin membuat program Kota Serang Cantik One Year One Destination” Pemerintah Kota melalui Walikota beserta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) -- akan mencanangkan pembangunan wisata yang telah ada supaya lebih bagus, indah dan menarik lagi. Misalnya, membangun Kawasan Wisata Sejarah Banten Lama, mulai dari penataan lingkungan, kebersihan, penghijauan, drainase dan kios-kios. Bila sudah rampung dibangun, wisata ini dihidupkan dengan beragam kegiatan bernuansa kearifan lokal, misalnya kegiatan tari tradisional setiap akhir pekan, pelatihan pembuatan gerabah di Museum Kepurbakalaan Banten Lama dan tradisi panjang mulud, tujuannya untuk memberikan ruh terhadap pariwisata di Kawasan Sejarah Banten Lama. Akhirnya turis tertarik berkunjung ke Kota Serang. Bila sudah menjadi destinasi yang kuat, Pemerintah Kota kembali menata sejumlah wisata lainnya sesuai dengan tema dan fokus kepariwisataan Kota Serang, dalam hal ini, Pemkot minimal bisa merubah wajah sebuah wisata lebih cantik, berbudaya dan memesona dalam kurun waktu satu tahun program. Kemudian, berganti atau pindah ke tempat wisata lainnya untuk segera ditata, dibangun dan dirubah sebagaimana mestinya.


Oleh-oleh Khas Kota Serang Perlu Dimunculkan


Bagai sayur tanpa garam begitulah pariwisata bila destinasi langka oleh-oleh asli lokal (Kota Serang). Fenomena ini benar-benar terjadi di Kota Madani ini, tak perlu jauh-jauh di Kawasan Sejarah Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang sudah terjadi sangat lama, barangkali pemerintah sudah tahu namun nampaknya belum menjadi perhatian. Di Banten Lama, oleh-oleh yang paling banyak dibeli adalah dodol garut. Dodol ini bukanlah asli khas Kota Serang. Dimana oleh-oleh lokal Kota Serang? Pedagang di kawasan tersebut hampir semuanya menjual produk oleh-oleh dari luar daerah seperti peyek jogja, dodol garut dan lainnya. Aneh bukan? Bagaimana identitas Kota Serang bisa dikenal, produknya (oleh-oleh khas Serang) saja orang tidak mengenal. Sama ironisnya di Palima, Kota Serang sejumlah pedagang asongan dan toko di pinggir jalan menjajakan oleh-oleh tahu sumedang. Luar biasa Kota Serang ini. Permasalahan pariwisata seperti itu, telah marak terjadi di Kota Serang, bahkan berlangsung sangat lama dan dibiarkan seolah-olah Kota Serang ini hilang identitasnya. Dan bukan tidak mungkin, bila tidak dijaga, identitas Kota Serang perlahan lesap. Padahal, Serang memiliki produk lokal khasnya seperti sate bandeng.


Andai Aku Walikota rasanya ingin sekali mengembalikan identitas Kota ini dengan produk lokalnya. Namun, produk khas Serang yang bermunculan nampaknya belum mampu terpatri sebagai identitas Kota. Dibutuhkan upaya inovasi pangan baik hasil paskapanen maupun olahan yang beraneka macam dengan cara memunculkan kembali produk kreatif lainnya. Bila berkacama pada Bogor, produk oleh-olehnya sangat banyak, contohnya keripik bayam salah satu kreasi pangan yang paling banyak dikenal sehingga menjadi produk khas Bogor. Dan keripik berbahan dasar daun bayam ini, dihasilkan oleh warga Bogor yang cerdas membuat produk pangan lebih berinovasi lagi.


Serang pun bisa melakukan itu semua, dengan cara mendukung para pelaku usaha yang memiliki produk pangan menarik, berbeda dan khas belum pernah ada di daerah lain -- Bila perlu dilakukan sayembara membuat ide inovasi pangan, sehingga ke depannya Kota Serang memiliki banyak olahan jadi yang unik, berdaya saing dan berciri khas lokas Kota Serang.


Untuk mempercepat kebangkitan identitas Kota, Pemerintah Kota bersegera melakukan tindakan pada pelaku usaha untuk dimudahkan melakukan perizinan dan mendampingi pelaku usaha agar benar-benar menjadi produk khas yang berciri khas. Dalam hal ini diperlukan kerja sama antara Diseprindaginkop, Dinkes, Disporapar Kota Serang dan Pelaku Usaha.


Sinergi


Untuk meningkatkan jumlah turis, setelah memoles destinasi wisata, tentu saja semestinya ada tempat berdekatan antara wisata dan produk oleh-oleh Kota Serang, tujuannya agar ruang-ruang destinasi wisata bisa terisi dengan aneka produk lokal berciri khas Kota Serang yang mempermudah turis membeli produk tersebut.


Saat ini, seperti di Banten Lama, dodol garut sudah melekat bagi pedagang. Pemerintah Kota pelan-pelan memberikan pemahaman kepada pelapak di sekitar wisata selain menjual, para pedagang melek wisata dengan cara memperkenalkan sekaligus menjajakan oleh-oleh khas Serang.
Destinasi wisata yang cantik nan rupawan, oleh-oleh khas Serang bermunculan dan ruh budaya di dalamnya seandainya telah terjaga, tak akan berhasil bila tanpa gencar promosi secara terus-menerus. Tugas Disporapar Kota Serang mempromosikan sejumlah wisata beserta isinya kepada khalayak ramai (masyarakat luas). Seperti membuat desain website tentang pariwisata di Kota Serang yang lengkap, mengajak masyarakat Kota Serang untuk peduli terhadap wisata, seperti memperkenalkan Kota Serang lewat media sosial dan yang bersangkutan Pemkot menyebarluaskan promosi destinasi wisata di media nasional.


Akhirnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang dari hasil pariwisatanya akan meningkat, kemudian hasil dari pendapatan itu digunakan untuk keperluan masyarakat Kota Serang baik pemeliharaan wisata, perbaikan jalan, kesehatan, pendidikan dan lainnya. Walhasil kantong kebijakan sang Walikota bisa sejalan atas dasar memajukan Kota Serang dan kepentingan masyarakat kota yang sebenar-benarnya sebuah kepentingan bersama.


Penulis adalah Mahasiswa Universitas Terbuka Serang, senang berkunjung ke perpustakaan dan hobi membaca. Pria kelahiran Serang, 15 April ini sedang sibuk menggarap skripsi, bila bosan kadang beralih menulis esai dan cerpen, kadang tidur.

  • view 95