Belajar dari Cinderella

Gina Antika
Karya Gina Antika Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Januari 2016
Belajar dari Cinderella

Cinderella, siapa sih yang tidak mengenal sosok Disney Princess yang baik hati dan berani yang mampu bertahan hidup di bawah kekejaman ibu tiri dan saudara-saudara tirinya. Ada pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Cinderella Si Upik Abu ini. Pelajaran sederhana yang ternyata tidak mudah untuk dilakukan di dunia nyata. ?Tidak semua orang yang kita temui baik, dan tidak semua orang yang kita harapkan baik, akan selalu baik ke kita. Suatu saat kita akan menemukan orang atau orang-orang yang, katakanlah ?jahat?! Bisa berupa dibikin sakit hati, dibikin marah, dihina, dikhianati, dikacangin, di-bully, dan serentetan perlakuan buruk lainnya yang intinya tidak memperlakukan kita dengan baik dan sewajarnya. Apalagi kita tidak pernah mengusik hidupnya, tidak pernah merampas sesuatu darinya, tidak pernah merugikan dirinya, kenal dia atau mereka pun tidak, bahkan bisa jadi baru pertama kali bertemu. Evil people lah. Bahkan bisa jadi orang yang kita prioritaskan dulu karena kebaikannya, yang kita pikir tidak akan mungkin berbuat jahat dan tega kepada kita, pada akhirnya turn into evil.

Kill with kindness katanya. Iya orang-orang kategori evil ini harus dibunuh dengan kebaikan. Sebelum Ibu Cinderella? meninggal ia berpesan ?Have a courage and be kind?. Ia tetap baik dan bertahan untuk tetap baik walaupun tinggal bersama ibu tiri dan saudara-saudara tirinya yang jika dilihat dari perbuatannya entah ordo dan spesiesnya cocok dikelaskan kemana. Karena kata Cinderella ?Where there is kindness, there is goodness and where there is goodness, there is magic?.

Wanita yang memiliki hati baik serta ringan tangan dalam menolong, kelak pasti akan mendapatkan sebuah ?hadiah? istimewa. Cinderella tidak mengharapkan kehadiran seorang pangeran tampan untuk menolongnya keluar dari kesengsaraan. Cinderella bertahan hidup dengan tidak menyerah karena memiliki keberanian di balik sikap lemah lembutnya, karena kebaikan dan keberanian hatinya tersebut, jalan hidup pun mempertemukannya dengan seorang pangeran tampan. Jadi, pangeran tampan dan kaya raya itu adalah bonus saja.

Jadi, jika suatu saat kita ?dijahatin?, kita nggak perlu repot-repot ?ngebales?. Tuhan tidak pernah salah hitung kan. Selalu ada reward and punishment dari Yang Maha Adil. Semua orang itu pada dasarnya baik, semua orang ingin bahagia, tapi terkadang mereka tidak sadar jika cara untuk menggapai bahagia menurut versinya itu, mereka tanpa sadar suka sekali mengorbankan orang lain demi kepentingannya sendiri, entah hartanya, entah perasaannya, entah pemikirannya, entah karyanya, entah tenaganya, bisa semuanya atau sebagian dieksploitasi.

Pokoknya jangan terpengaruh untuk membalas orang untuk berbuat jahat, apa bedanya jika kita membalas perbuatan jahat dengan kejahatan juga, bukankah sama saja? Begitu juga jika kita dihina, jika kita balas dengan menghina balik, jadilah 2 orang hina saling menghina. Tidak perlu menunggu orang berbuat baik ke kita dulu lantas kita baru mau berbuat baik juga ke orang itu. Menunggu dijahatin dulu baru membalas dengan kejahatan juga.

Kita yang menentukan sikap kita ke orang lain, bukan orang lain yang menentukan sikap ke kita. Tapi tetap pilih sikap yang baik. Orang-orang evil ini suatu saat akan sadar dengan perbuatan mereka. Entah sekarang, nanti, besok, lusa, tahun depan, 50 tahun lagi, atau bahkan seumur hidupnya dia tidak pernah disadarkan. Menjadi baik atau jahat itu pilihan. Tapi pilihlah menjadi orang yang baik hatinya, jika belum bisa belajar, jika sudah baik maka bertahanlah dan tetaplah menjadi baik. Pokoknya : Do good and good things always comes to you :)

gambar dari?sini