Teruntuk Seseorang

Anisa Nur'asa Maulina
Karya Anisa Nur'asa Maulina Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 September 2016
Teruntuk Seseorang

Aku bukan seorang pengecut yang hanya mencintaimu dalam tulisan.
Hanya saja aku menjaga kehormatan perasaanku.
Bahwa hanya dengan menenggelamkanmu dilautan kata-kata.
Aku lebih memahami bahwa cinta cukup indah tanpa harus menggebu-gebu.
Mencoba sabar menahan rindu yang membuncah tak karuan.
Mungkin berpura-pura tegar agar terlihat baik-baik saja itu hal mudah kulakukan.
Tapi tak bisa kulakukan lewat tulisan, ia selalu berkata jujur dan terlihat bodoh seakan menghancurkan benteng dalam hatiku.

Setiap penulis akan selalu berusaha agar tulisannya melahirkan kata-kata yang indah.
Diracik sedemikian rupa agar dapat dengan mudah dipahami tetapi mengambil serpihan hati setiap pembacanya.
Berlomba-lomba agar menghasilkan tulisan yang indah.
Sehingga mereka lupa, semakin indah tulisan semakin memporak-porandakan hatinya.
Bahwa sebenarnya tulisan yang indah berasal dari hati yang patah.

Begitupun diriku, Jika katamu tulisanku berlebihan.
Itu hakmu menilai bagaimana aku dimatamu.
Aku hanya suka seperti ini berbincang dengan kata-kata yang kuukir lewat tulisan.
Berterus terang tentang apa yang aku rasakan.
Perihal luka mana yang pernah begitu dalam, atau dikhianati adalah hal yang biasa dirasakan.
Jika kau dengan mudah datang dan pergi tapi kata-kata tidak pernah meninggalkanku sendiri.

Dengan melihatmu tertawa adalah hal lain yang kusuka, itu benar. Karena kau meneduhkan.
Tapi jikalau kau tertawa saat membaca tulisanku, sama saja kau menertawakan perasaanku.
Jika kejujuran tentang apa yang kutulis itu lelucon bagimu, mungkin kau tak pernah tau kenyataan hidup itu seperti apa.
Karena aku percaya bahwa kesedihan tak selalu berwujud tangisan.

  • view 226