Nonton apa ? Bermutu ?

Annisa Mikaila
Karya Annisa Mikaila Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Februari 2016
Nonton apa ? Bermutu ?

Vernon A. Magnesen mengatakan "Kita belajar berdasarkan 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan"

Berdasarkan kata-kata dari Ibu Vernon, menonton televisi berarti termasuk belajar 50% dari apa yang kita lihat dan dengar. Bayangkan, 50% !! Maka tidak kaget jika orang yang menonton televisi terutama anak-anak meniru dari apa yang mereka lihat dan dengar sehingga belajarnya menjadi 90% dan akan ingat apa yang mereka katakan dan lakukan.?

Pada tahun 2015 saya kaget membaca berita (lagi) tentang seorang anak SD yang meninggal karena meniru adegan di sinetron televisi yang memang sangat tidak bermutu dan menurut saya sinetron tersebut sangat merusak moral anak-anak karena menggunakan kekerasan walaupun adegan aslinya dilapangan hanya sebuah adegan botek-botek (pura-pura) tapi ketika ditayangkan di televisi adegan itu menjadi nyata.

Waktu saya masih sekolah dulu, mungkin terakhir SMP saya sering nonton televisi karena semenjak SMA saya sekolah di asrama dan tidak diperkenankan nonton televisi. Acara-acara yang saya tunggu bersama adek saya setiap hari Minggu itu biasanya kokos (kartun) Let's go (kalo gak salah, cerita tentang tamiya gitu), Ultraman, Doraemon, Detective Conan, Hamtaro, One Piece. Kalo selain hari Minggu mungkin nonton Avatar, Spongebob, Upin ipin. Tapi sekarang ? Sekarang lebih banyak dimunculkannya acara-acara musik yang isinya menghujat rekannya sendiri, acara gosip, FTv dan sinetron yang esensinya tentang cinta-cintaan yang belum sesuai umurnya, rebutan harta, mencelakakan saudara sendiri dan terlebih lagi saya kurang suka kostum pemeran anak sekolah yang sangat tidak pantas dilihat khalayak umum.?

Saya kadang ketawa kalo ngeliat karakter Sandy di kartun spongebob yang disensor karna bajunya yang bisa dibilang memamerkan aurat namun disinetron dan FTv tidak ada sensor sama sekali. Film-film luar negeri yang ditayangkan pun juga begitu, untuk adegan kekerasan pun disensor namun untuk sinetron Ana* Jala**n adegan berantem pun tetep dimunculkan. Alangkah Lucunya ya negeri kita ini ^^?

Sebaiknya sinetron-sinetron yang tidak bermutu yang merusak moral segera dihilangkan, diganti dengan sinetron yang mendidik. KPI juga seharusnya konsisten untuk membuat peraturan dalam penayangan acara televisi. Seharusnya, sinetron atau acara televisi yang tidak bermutu segera diberikan sanksi karena pengaruhnya sangat besar bagi anak-anak bangsa. Kelihatannya sepele memang, tapi apa yang tertanam dari acar-acara tersebut akan membawa dampak buruk bagi masa depan mereka.