Kisah Dinasti Percangkulan Indonesia

Annisa Mikaila
Karya Annisa Mikaila Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 02 November 2016
Kisah Dinasti Percangkulan Indonesia

Pada jaman dahulu kala ...

Dinasti Percangkulan di Indonesia pada masa kejayaan Raja Joko terancam punah karena diam-diam ada yang menyebarkan ajaran dari Dinasti Percangkulan Tiongkok. Petani dilanda galau dan baper karena sebagian besar rakyatnya bekerja sebagai petani sawah dan perkebunan. Petani harus memilih salah satu dari mereka yang akan menemani dikala suka dan duka di tempat kerja.  Suatu hari Geng Petani diskusi di grup pesbuk.

"Kepriben iki ? Pilih sing endi ya" salah satu petani dari Tegal bersuara

"Hemm, gue juga bingung ni bro. Cangkul dari Tiongkok bagus beet tapi mehong" petani Betawi membalas

"Kalo ane kasi syaran mending filih cangkul Indonesia aja lebih hemat" imigran petani dari Arab juga ikut membalas

"Kalo ulun ni, milih yang Tiongkok aja'. Bagus kayaknya'. Jadi lebih awet. Munnya kada awet, nukar (beli) lagi" petani perwakilan Kalimantan ikut mengomentari.

Tiba-tiba . . .

"Wahai rakyatku, bantulah aku untuk Dinasti Percangkulan kita. Mari kita sama-sama meningkatkan kualitas cangkul kita. Aku tanpamu butiran debu~ "

"Eaaaaa aseeek digoyang Pak" Petani Betawi langsung me-Replay komen di atas

"Huuusss, itu Raja yang komen" 

"Eh, iya to ? Kok iso to Raja masuk grup di Pesbuk kita?"

"Rakyatku, ayo kita pelan-pelan membuat cangkul yang emejing agar Dinasti kita tidak punah. Aku tanpamu butiran debuuu~" celetuk Raja Joko

"Ja, Raja. Tapi cangkul kita  gak sebagus punya Dinasti Ongkok " Petani Madura mulai berkomentar

"Tiongkok keleus" 

"Iya, saya tau itu. Tidak papa, saya percaya kita bisa lebih dikenal walaupun memakai cangkul sendiri agar Dinasti Percangkulan Indonesia bisa mendunia. " 

"Saya teh terharu Raja ngomong kayak gitu" kata petani Sunda

"Baiklah geng, Raja butuh dukungan kita dan kita butuh dukungan Raja. Jadi kita harus saling mendukung. Jangan sampai kita kalah sama Dinasti Percangkulan Ongkok" ketua Geng petani muncul

"Tingkooook"

"Tiongkooook keleus"

"Oh iya, maksud saya Tiongkok, hehehe"

 

 

#kisahseandainya

 

 

  • view 134