#Sendiri di Persinggahan

Annisa Mikaila
Karya Annisa Mikaila Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Oktober 2016
#Sendiri di Persinggahan

Saat itu awal bulan Februari tepatnya tanggal 2. Entah saat itu aku merasakan kesendirian. Pada tanggal 1 Februari aku berangkat naik bis dari samarinda ke balikpapan. Hal biasa naik bis sendirian buatku. Dulu aku sering seperti itu. Sesampai di terminal batu ampar aku naik angkot ke bandara sepinggan. Hal yang unik karena pertama kalinya aku naik angkot ke bandara dan benar-benar sampai di pintu depan bandara. Sebuah tempat yang termasuk megah. Pertama kali aku kesana sejak bandara itu di renovasi. Seharusnya aku check in jam 5 tapi jadwal delay sampai jam 11 malam. Benar-benar tak ada teman. Bandara saat itu sangat sepi dan jadwal penerbanganku mungkin jadwal penerbangan terakhir malam itu. 

Sesampainya di bandara Juanda sekitar pukul 12 malam. Berbeda dengan bandara Sepinggan, di Juanda masih banyak orang berlalu lalang saat itu. Aku duduk di depan ruang tunggu sembari menunggu pagi. Aku terlupa satu hal. Aku tidak membawa buku. Aku menikmati kesibukan orang. Pertama kalinya buatku sendirian menunggu pagi ditempat orang-orang yang bepergian. Seharusnya aku bisa saja langsung pulang ke Malang tapi firasatku tak nyaman. Ibuku pun melarang aku berangkat ke Malang saat itu juga. Alhasil aku menelpon pihak travel untuk mengganti jadwal. Syukurnya pihak travel mengiyakan. Aku tak tau berapa lama aku duduk disitu. Awalnya ada sebuah keluarga yang duduk bersamaku namun beberapa menit kemudian mereka pergi. 

Aku sendirian. Melihat kesibukan kakak CS membersihkan dan mengepel lantai sekoridor. Jangan salah, koridor dari gate awal hingga akhir (aku lupa gate huruf apa gate angka). Mungkin mereka heran juga ngapain aku duduk sendirian di bandara sampe jam segitu. Gak enak juga pada jam yang tidak seharusnya perempuan di bandara. Akhirnya aku menuju musholla. Pikirku lumayan untuk tempat tidur sejenak sebelum subuh mumpung sepi, hhee. Lalu aku mendengar suara seseorang melangkah masuk ke musholla dan aku terbangun.   

"Gak papa mbak, tidur aja. Nanti saya kasihtau kalo sudah subuh"

Samar-samar aku melihat. Dia adalah salah satu karyawan Bandara Juanda. Aku merasa was-was tapi aku mengantuk sekali. Aku hanya iya-iya saja. Tak lamaaa

"Hah, sudah subuh. Tadi rasanya mas-mas bilang mau ngebanguniin" batinku

Teernyata mas nya itu masih tidur. Alhamdulillaahnya sudah ramai di mushola itu. Setelah sholat subuh aku masiih berada di musholla sampai jam 7 karena jam 8 aku sudah harus naik travel. "Ya Allah, hanya padamu hamba berserah diri" . Aku takut sebenarnya tapi tidak akan aku tunjukkan karena takut tertipu. 

"Lama sekali jam 7" aku gelisahku

Aku hanya mengutak-atik hp untuk mengisi kesibukan. Waktu semakin berlalu dan jam menunjukkan pukul 7. Aku langsung turun ke bawah menuju travel langgananku. Sesampainya di mobil travel. Aku mulai sedikit tenang walaupun belum sampai kos.

 

  • view 222