Episode 13

Annisa Mikaila
Karya Annisa Mikaila Kategori Project
dipublikasikan 27 Oktober 2016
Kisah Lautan Langit

Kisah Lautan Langit


Kisah persahabatan, cinta dan cita-cita antara 5 orang yang sudah bersama sedari mereka kecil.

Kategori Acak

1.7 K Hak Cipta Terlindungi
Episode 13

Dinda pun sampai di parkiran rumah sakit. Kali ini Dinda benar-benar takut. 

"Bi, kamu harus kuat" gumam Dinda

Dinda pun memberanikan diri untuk masuk rumah sakit. Ada yang dia lupa. Dinda tidak tahu dimana Bi. 

"Oh iya tadi kan ada mas-mas nelpon. Aku telpon balik aja. Assalamu'alaikum mas. Mas tadi yang nelpon saya kan? Ini saya udah di rumah sakit. Mas dimana posisi ?"

"Wa'alaikumsalam. Iya mbak ini saya di UGD. Mbak dimana ?"

"Owalah masih di UGD ya mas. Oke saya kesana"

"Iya mbak, saya tunggu"

Dinda bergegas ke UGD sambil mencari mas-mas yang meneleponnya. 

"Maaf, anda Mas Jono ya ?"

"Oh iya mbak saya Jono. Jono Suprajono. Mbak temennya mas yang kecelakaan itu ya?"

"Iya mas, gimana keadaan teman saya ?"

"Emmm gimana ya. Waduh mbak, nanti mbak lihat aja sendiri ya. Saya gak berani"

"Loh, kenaapa mas ? "

"Medeni mbak pokoke"

"Astaghfirullaahaladzim" Dinda langsung terduduk lemas.

-di lain tempat-

Embun bersama Mas Raga yang menjemput Mas Diska dan Mas Iji terkena macet dipertengahan perjalanan. 

"Ya Allah disaat seperti ini malah macet" kata Mas Raga

"Sabar mas namanya kota penuh mahasiswa ya kayak gini" Embun menenangkan

"Coba telpon Dinda dia di rumah sakit mana"

"Oh iya, hampir aja lupa. Mana ya hapeku mas kok gak ada ?"

"Loh, masa gak ada ? Ketinggalan berarti. Ini telpon pakai hapeku aja"

"Iya paling ya. Ada pulsanya gak ni ?"

"Adaa doong. Ngeceee"

Embun pun menelepon Dinda

"Assalamu'alaikum, Dinda lagi dimana sekarang ? "

"Wa'alaikumsalam, Dinda lagi di Rumah Sakit SA Teh"

"Oh disana. Ini aku sama Mas Raga lagi kenak macet mau jemput dua tuyul itu. Gimana Biru ?"

"Dinda gak tau Teh. Ini masih di depan UGD"

"Semoga dia gak papa. Kamu mau dibawakan apa ?"

"Gak usah Teh, hati-hati aja yaa"

"Oke sippp. Yaudah nanti kalo kami udah sampai rumah sakit aku telpon lagi."

"Iya Teh"

"Yauda, Wassalamu'alaikum"

"Wa'alaikumsalam"

-di suatu tempat-

"Lamee ya Ji" kata Mas Diska

"Yaa ditunggu aja" Mas Iji mulai males ngobrol

"Ji perasaanku ada yang lain nih tentang hari ini"

"Apaan ? Kamu ada perasaan sama aku ?"

"Dihh ! Zizay bombay deh"

"Terus apaan ?"

"Kok aku ngerasa tumben aja ya Biru mau hujan-hujan keluar ? Biasanya dia gak mau keluar sendiri kalo hujan"

"Iya juga ya. Aku baru sadar"

"Halah, kowe iku kapan sadar. Perasaan gak pernah sadar"

"Tapi kenapa ya kok dia gak mau keluar kalo hujan ? Kalo hujan-hujanan kan gak perlu mandi. Irit lagi Dis"

"Weeee iki. Tampang wong susah tenan to ?  Isin aku dadi koncomu"

"Kamu itu nyanyi apa baca puisi sih Dis ? Kok aku gak ngerti"

"Haaaaaaahh. kesel aku ngomong ambe awakmu Ji"

"Kezeeeeeeell"

"Kok lama ya Embun sama Raga ?"

"Kenak macet paling"

"Iya juga ya"

 

-di rumah sakit-

"Maaf mbak saya mau nanya" Mas Jono memulai pertanyaan

"Oh iya mas ada apa ? Tanya aja"

"Mas Biru itu ibunya ada dimana mbak ? Soale dari tadi manggilin ibunya terus"

Deggggg!!

"Emmmm, saya juga kurang tau mas" jawab Dinda

"Ooo gitu ya mbak.. Hehehe . Maaf ya mbak nanya-nanya"

"Gak papa kok mas"

"Sudah aku duga kalo dia nekat mau ngehapus traumanya dia dulu. Bi, kamu gak papa kan ?" gumam Dinda dalam hati

 

 

  • view 131