Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kisah Inspiratif 23 Oktober 2016   11:04 WIB
#Orangtuamu hanya 1 sedangkan pilihanmu lebih dari 1

-kisah seorang teman-

Aku, adalah calon ibu dari buah hati kami. Aku menikah dengan seseorang yang belum pernah aku kenal sebelumnya, belum pernah aku secinta ini dengan seseorang. Ini kisahku semoga menginspirasi kisah kalian yang masih bingung siapa yang kalian pilih. 

Dulu aku adalah seorang mudah jatuh cinta dengan orang lain.  Maklum masih muda gitu hehehe. Langsung aja cerita waktu kuliah ya karena ini yang paling ngenak.  Aku adalah mahasiswa fakultas teknik yang notabene punya banyak sekali teman laki-laki. Di awal semester kuliah aku berpacaran dengan seorang praja IPDN , bisa dibilang LDR lah.  Dilain tempat ada seorang teman sekelasku yang mungkin juga ada rasa denganku. Dari perhatian yang diberikannya aku sudah bisa menebak. Karena ada suatu masalah aku pun putus dengan pacarku namun kami tetap berkomunikasi. Teman sekelasku itu pun menembakku dan aku menerimanya tapi aku tetap masih berkomunikasi dengan mantan kekasihku itu. Sebut saja pacarku yang sekarang adalah Hamda. Hamda adalah orang yang sangat protektif, keras kepala dan suka menyiksa diri sendiri kalo ada sesuatu yang tidak dituruti tapi sebenarnya dia sangat sayang dengan aku. Lumayan lama kami berpacaran. Hamda adalah salah satu mahasiswa yang terkenal di fakultasku. Banyak perempuan yang suka dengannya. 

Pada suatu ketika ada mata kuliah yang dipegang oleh asisten dosen. Aku pun dekat dengan asisten dosen itu. Sebut saja Bang Eza. Berbeda dengan Hamda, Bang Eza ini penyayang, baik, tidak pernah kasar. Karena aku sudah tidak tahan dengan kelakuan Hamda kami pun putus dan aku berpacaran dengan Bang Eza. Setiap ada tugas besar aku minta bantu Bang Eza bahkan pernah aku meminta dia yang mengerjakan. Maafkan aku Bang Eza hehehe. Bang Eza ini pintar aku suka dengan orang yang pintar. Aku sayang dia tapi semua itu seakan hancur karena ibuku tidak merestuinya. Aku butuh alasan pasti kenapa ibuku tidak merestui tapi ibuku tidak pernah bilang. Oke aku akan buktikan ke ibuku kalo Bang Eza adalah orang yang baik. Setelah lulus aku pun pulang ke daerah asalku dan kami pun LDRan. Aku membujuk ibuku agar merestui kami tapi ibuku tetap tidak mau. Aku masih tidak terima karna aku tidak diberikan alasan yang pas kenapa aku harus memutuskan dia. 

Saat aku kembali ke kota asalku, aku diterima kerja oleh suatu instansi. Disana aku bertemu dengan banyak orang bahkan banyak yang lebih tua dari aku. Mungkin do'a ibuku terkabul. Aku bertemu dengan seorang wanita yang dulu kisahnya sama denganku dan dia memaksa menikah dengan orang pilihannya. Dan apa yang terjadi ? Mereka bercerai. Aku kaget. Temanku itu berkata "firasat seorang ibu itu pasti terjadi walaupun tanpa alasan" Tapi aku masih yakin aku bisa membuat ibuku merestuinya. Aku menyempatkan liburan ke kota dimana aku kuliah dulu dan bersilaturahmi dengan Bang Eza -disitu kami belum putus- . Tak sengaja aku mengecek hapenya dan dia berkomunikasi dengan banyak wanita. Mungkin ini maksud firasat ibuku. Sepele sih, aku bisa saja berpikiran dia berkomunikasi dengan teman-temannya tapi entah kenapa aku pun mengakhiri hubungan kami. 

Aku sudah menuruti kemauan ibuku dan aku pun masih sakit hati karena aku tidak bisa bersama dengan orang yang aku sayangi tapi aku cuma punya ibuku, ayahku sudah meninggal saat aku kecil. Siapa lagi yang aku bahagiakan selain ibuku. Aku banyak dekat dengan laki-laki tapi aku tidak memiliki perasaan. Dan aku pun dikenalkan oleh temanku dengan seorang pria yang bernama Angga. Aku mencoba  membuka hati untuk Kak Angga. Saat Kak Angga ke rumahku ibuku merestui kalo aku dekat dengannya dan tanpa alasan kenapa. Singkat waktu kami pun berpacaran selama setahun. Kak Angga adalah satu-satunya pria yang membuat aku jatuh cinta sama dia, yang membuat aku selalu mengalah padahal sebelumnya aku selalu egois dan mau menang sendiri. Kak Angga sukses buat aku menjadi pengalah. 

Kak Angga dekat denganku untuk mencari istri bukan untuk main-main. Dia ingin melamar. Aku kaget. Tapi bener juga sih umruku sudah 24 tahun. Aku agak ragu juga karena kami jarang ketemu dan aku belu terlalu kenal. Niatnya disetujui oleh ibuku dan aku pun mengiyakan. Di saat pernikahanku ibuku bahagia sekali. Aku senang bisa membahagiakan ibuku. Dan aku juga bahagia karena kami menikah. Sekarang aku mengandung calon cucu ibuku. Do'akan ya semoga selalu sehat. Aamiin :)

Itulah sepenggal kisah yang semoga bisa membantu kalian untuk memilih. Orang tua itu cuma 1 dan tolong bahagiakan :)

Karya : Annisa Mikaila