#Mungkin aku orang yang tak bisa menerima takdir

Annisa Mikaila
Karya Annisa Mikaila Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 26 April 2016
#Mungkin aku orang yang tak bisa menerima takdir

 

Pagi itu aku menuju ke kantin saat kuliahku berakhir.  Tiba-tiba ada seorang teman ku yang datang. Sebenarnya beliau jauh lebih tua dariku. Entahlah, aku bisa menganggapnya sebagai teman padahal beliau seorang dosen di kampusku. Beliau adalah teman sharingku saat itu karna beliau lebih berpengalaman daripada aku. Sebut saja Mas Yusril. Pada saat itu ada seorang temannya yang mendekatiku tapi entah kenapa aku tidak bisa menerima perasaannya dan ketika kami makan kami mengobrol banyak tentang teman Mas Yusril itu. 

"Gimana kamu sama Mas Aris ?"

"Gak gimana-gimana mas. Gak ngerti aja. Saya bingung. Saya ngerasa seperti dikekang" jawabku

"Oh gitu.. Hmm. Kenaapa kalian gak nikah aja ? Hehehe" tanya Mas Yusril lagi

"Nanyanya ngeriii" 

"Oya, saya mau cerita nih. Gak ngerti ya ini nyambung sama kisah kamu apa enggak."

"Oke, silahkan. Saya dengerin"

"Jadi dulu itu saya suka sama seorang wanita sewaktu saya kuliah di UIN. Bisa dikatakan kami dekat. Kami banyak sharing. Kalo ngobrol sama dia aja saya gak berani natap orangnya."

"Ya iyalah mas, kalo tatap-tatapan kan sakit.. Hhehe"

"Dasar kamu. Oke saya lanjutin ceritanya"

"Namanya saya suka ya sama dia. Saya ungkapin dan saya ingin melamar dia tapi saya bilang untuk menunggu saya sebentar. Ternyata dia bilang dia juga ada rasa sama saya namun beberapa bulan kemudian saya dengar kabar dia menikah. Jujur saya sakit hati sekali. Demi Allah waktu itu saya benar-benar sakit hati. Sampai-sampai saya minta sama Allah. Saya gak tau ya apa yang saya minta itu sekarang saya sesali. Saya ngerasa benar-benar menjadi orang yang jahat. Saya minta sama Allah, Ya Allah jangan buat pernikahan mereka itu bahagia. Saya sangat sakit hati Ya Allah. Kemudian kamu tau apa yang terjadi setelah saya minta do'a itu ?"

"Gak tau lah mas"

"Iya sih bener kamu gak tau. Hahaha"

"Ketawa lagi mas ini"

"Saya menyesal karna saya meminta Allah untuk tidak memberikan dia kebahagiaan setelah dia menikah dengan orang lain dan akhirnya mereka sekarang bercerai. Padahal mereka tinggal di Jakarta ya tapi saya bisa tau kabar itu. Saya kaget ternyata apa yang saya minta dikabulkan Allah tapi disatu sisi saya sangat sedih kenapa saya bisa berdo'a seperti itu. Saya seperti menghancurkan masa depan seorang wanita".

"Mas kali ini emang bener-bener jahat loh. Gak boleh lah ngedoakan orang kayak gitu sesakit hatinya kita. Saya juga sering sakit hati tapi saya akan merasa sakit hati ketika orang yang saya sayang tidak bahagia dengan orang yang dia pilih"

"Nah makanya itu. Mungkin saya termasuk orang teraniaya kali ya. Hhehee"

"And then ?"

"Iya saya langsung menghubungi dia. Saya minta maaf sama dia. Yaa walaupun terlambat setidaknya itu membuat saya menyesal. "

"Mas bilang gitu kalo mas berdo'a seperti itu ?"

"Emmm, gak sih. Hehe"

"Horoor yaa"

"Nah makanya kamu jangan saampai ya ngikutin saya"

"Insyaa Allaah gak"

"Oiya, saya mau kembali ke kampus dulu ya. Ada jam ngajar nih habis ini"

"Wih cepet banget. Oiya saya punya pertanyaan. Kalo kedua orang sudah bercerai berarti istrinya itu bukan tulang rusuk suami dong ?"

"Itu nanti saya jawab kalo kita ketemu lagi ya. Saya janji bakal ngejawab itu. Assalamu'alaikum"

"Laaahh, Wa'alaikumsalam warrahmatullaahiwabarakaatuh"

 

Ternyata Mas Yusril membayarkan makananku. Setelah itu aku pulang ke kos sambil mereview kembali cerita Mas Yusril tadi. Aku dapat pelajaran berharga hari ini. Semoga itu tidak terjadi denganku. 

  • view 134