Episode 2

Annisa Mikaila
Karya Annisa Mikaila Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 20 April 2016
Pemberhentian Cinta

Pemberhentian Cinta


Sebentar lagi aku akan menikah namun segalanya berubah...

Kategori Acak

330 Hak Cipta Terlindungi
Episode 2

Setelah sholat dzuhur Ann melihat sisa undangan yang belum tersebar. Dia termenung. Ann ragu entah kenapa kali ini firasat itu semakin kuat. Kemudian Ann mencoba menelpon Abi.

‘Assalamu’alaikum’

‘Wa’alaikumsalam permaisuriku. Ada apa ? Gimana keadaannya hari ini ?’

‘Alhamdulillaah baik. Mas gimana keadaannya ?’

‘Alhamdulillaah baik juga. Ada apa ?’

‘Emm, gak papa Mas. Ini undangannya kurang sesuai sama desain awal kita’

‘Iya kah ? Yauda gak papa, cuman undangan doang kok’

‘Yauda kalo gitu. Ann cuma mau ngasitau itu aja Mas. Assalamu’alaikum’

‘Kamu kenapa Ann ? Gak biasanya kamu kayak gitu ’

‘Kayak gitu gimana ? Ann gak papa kok Mas’

‘Oo, yauda kalo gitu. Hati-hati ya kalo keluar rumah. Wa’alaikumsalam’

Ann merasa tidak tenang. Pikir Ann setelah ia menelpon Mas Abi ia bisa kembali tenang. 

‘Yaa Rabb ada apa ini ? Mengapa hamba ragu sekali. Hilangkanlah keraguan itu Yaa Rabb untuk menyempurnakan agama hamba. Aamiin’

Tak lama adzan ashar berkumandang. Ann kemudian melanjutkan sholat ashar. Ann kemudian iseng melihat facebook di hapenya. Ternyata ada 1 pesan di facebooknya.

‘Siapa ini yg ngirim pesan lewat fb’ gumam Ann

Ada pesan dari seseorang yang bernama Rasti. 

‘Rasti siapa ini ? Kayaknya aku gak punya temen namanya Rasti deh.’

Lalu Ann membuka pesan dari orang yang bernama Rasti itu. 

‘Assalamu’alaikum, ini benar yang nama panggilannya Ann ya ? Kenalin aku Rasti. Kamu pasti kaget kenapa aku hubungin kamu. Aku dapat kabar kalo kamu mau nikah. Apa itu benar ? Kalo gak salah nikahnya sama cowok yang namanya Abi ya. Jadi gini ya mbak Ann. Abi itu dulu pacar saya. Saya pacaran sama dia 4 tahun. Dan saat kami pacaran, aku sempat hamil mbak tapi aku gugurin. Habis itu aku sempet hamil lagi tapi aku perjuangin karna aku gak mau ninggalin bayi yang gak berdosa ini. Aku minta pertanggungjawaban Abi waktu itu tapi dia masih belum siap. Akhirnya aku nunggu sampai akhirnya aku melahirkan dan umur anakku udah 2 bulan. Dan aku kaget Abi mau menikah sama kamu mbak. Aku mohon banget mbak lepaskan Abi untuk aku dan juga untuk anakku. Kasian anakku nanti mbak. Dia yang akan jadi korban karna gak punya ayah. Aku mohon pengertiannya. Wassalamu’alaikum’

Degggg. Kepala Ann rasanya mau pecah setelah membaca pesan itu. Tanpa disadari air matanya mengalir deras. Dia langsung lemas. 

‘Bagaimana ini, pernikahan tinggal seminggu lagi dan sudah sebar undangan. Yaa Allah betapa malunya hamba. Apa yang harus aku katakan ?’ 

Ann menangis sejadi-jadinya. Ann merasa bingung. Binguung sekali. Tanpa pikir panjang Ann menghubungi Mas Abi lagi. Kali ini Ann hanya sms Mas Abi.

‘Assalamu’alaikum Mas. Ann pengen ketemu nanti habis isya yah di tempat makan biasa’

‘Wa’alaikumsalam, iya. Jangan lupa pakai jas hujan ya. Hhehe’

Ann gak sanggup membalas candaan Mas Abi kali ini. Ann hanya diam kemudian ia melempar handphonennya ke kasur. 

‘Aku gak boleh keliatan sedih di depan ayah dan ibu. Bisa merusak suasana. Kali ini aku harus menyimpan rapat-rapat’

  • view 151