Episode 1 #Pemberhentian Cinta

Annisa Mikaila
Karya Annisa Mikaila Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 20 April 2016
Pemberhentian Cinta

Pemberhentian Cinta


Sebentar lagi aku akan menikah namun segalanya berubah...

Kategori Acak

331 Hak Cipta Terlindungi
Episode 1 #Pemberhentian Cinta

dia, Annisa Puspa.

Perempuan yang selalu merawat bunga-bunga di depan rumahnya. Annisa adalah perempuan pengagum bunga. Namanya pun mengandung bunga. Terkadang ayahnya memanggilnya dengan sebutan ‘Mbak Bunga’.

Kala itu matahari pagi mulai muncul. Ann ke depan rumah untuk menyirami bunga-bunganya. Matahari yang belum begitu menyilaukan mata. Seperti biasa ada seorang pemuda yang melewati rumah Ann untuk berangkat kerja. Nama pemuda itu adalah Farhan. Farhan bekerja sebagai guru relawan di sebuah sekolah. 

‘Assalamu’alaikum mbak Ann, saya numpang lewat ya’

‘Wa’alaikumsalam A, silahkan selama numpang lewat tidak dilarang’

Percakapan dua orang insan hanya sebatas dua kalimat saja. Kalimat sederhana. Ibunya Ann sudah menyiapkan sarapan untuk kedua adiknya yang mau berangkat ke sekolah dan juga ayahnya. Ann sudah lulus kuliah dan pekerjaannya sekarang membantu ibunya di rumah dan juga merawat bunga-bunganya.

 

‘Mbak, nanti ke percetakan undangannya sama Mbak Nina aja ya. Ibu masi repot ngurusin pengajian. Hehehe’

‘Iya bu, nanti Ann sama mbak Nina ke percetakannya’

Sebentar lagi Ann akan menikah dengan seseorang yang bernama Abi. Abi adalah teman kuliah Ann di Malang. Mereka dekat selama 4 bulan dan akhirnya memutuskan untuk menikah. 

‘Mbaaaak, sepatu hitamku yang agak sobek itu dimana ?’ tanya Rafi.

Ann memiliki dua orang adik yang bernama Rafi dan Dwi. Rafi adalah adik bungsu Ann. 

‘Tiap hari kok yang ditanya sepatu sobek terus sih fi. Itu mbak taro di rak sepatu mbak, dipojokan kiri’

‘Mana, gak ada mbak. Cepetan aku telat nih’

Dwi yang jengkel menunggu rafi terlalu lama akhirnya dia yang mencarikan sepatu adiknya itu.

‘Ini loh, makanya kalo nyari itu bener-bener. Kenapa sih mesti sepatu sobek yang dipake ?’

‘Sepatu kesayangan ini A. Hehehe’

‘Cepati sudah, ntar gak dapet angkot lagi’

‘Iyaa, ntar lagi’

‘Ayah, Ibu Dwi sama Rafi berangkat duluan. Assalamu’alaikum’

‘Heeehh, salim dulu sama ayah ibu’ tegur Ann

‘Udah mau telat ni, lagian juga udah pake sepatu ’ kata Rafi

‘Sebelum berangkat kemanapun salim dulu sama orang tua’

‘Iya deeeh’ jawab Dwi dan Rafi

Tak lama ayah Ann yang pergi berangkat kerja. Ayah Ann bekerja sebagai guru di sekolah yang sama dengan Farhan namun bedanya Ayah Ann sebagai guru tetap dan Farhan sebagai guru relawan yang membantu.

‘Mbak bunga, nanti hati-hati ya ke percetakannya’

‘Inggih yah, nanti mbak sama mbak Nina kok ke percetakannya’

‘Yauda, ayah berangkat dulu ya. Assalamu’alaikum’

‘Wa’alaikumsalam warrahmatullaahiwabarakatuh, ayah hati-hati juga ya’

Pagi itu Ann membersihkan rumah kemudian membersihkan diri untuk siap-siap ke percetakan undangan. Tak lupa pula Ann menghubungi mbak Nina. Mbak Nina adalah tetangga Ann dan juga teman kecilnya. 

‘Assalamu’alaikum Mbak, nanti Ann minta tolong temenin ke percetakan, bisa ?’

‘Wa’alaikumsalam, Iya Ann ibumu sudah bilang kemaren kok. Jam berapa perginya ?’

‘Setengah jam lagi ya mbak. Ann mau sarapan dulu. Hehehe’

‘Oke, siap. Ni aku juga mau sarapan juga. Nanti kamu aku jemput deh’

‘Oke mbak. Assalamu’alaikum’

‘Wa’alaikumsalam’

Ann menyetrika baju yang akan dipakai setelah itu dia sarapan. Pagi itu ia hanya makan sedikit. Entah kenapa menuju moment yang bahagia itu justru Ann kurang merasakannya. Tiba-tiba hp Ann berdering.

‘Assalamu’alaikum, Ann aku di depan’

‘Wa’alaikumsalam, Iya mbak. Ann tinggal pakai kaos kaki ini’

Pernikahan Ann seminggu lagi berlangsung. Entah firasat apa itu. Mungkin semacam keraguan tapi menurut Ann keraguan semacam itu wajar untuk orang yang mau menikah.

‘Ciye, makin cantik aja yang mau nikah nii’

‘Apaan sih Mbak. Beginilah karunia Allah gak bisa di rubah tapi harus dijaga’

‘Iya sih. Ini kita ke percetakan mana ? Yang di deket emol itu kah ?’

‘Bukan Mbak, Ann udah pesen di percetakan depan kantor walikota’

‘Owalah, oke. Siap princess cantik. Haha’

‘Mbak, kok Ann kayak ragu gitu ya mau nikah ini. Entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal’

‘Wajarlah itu Ann. Kakakku dulu y juga gitu. Buktinya sekarang udah muncul dua tuyul’

‘Iya, mungkin ya. ’

Sesampainya di percetakan. Ann melihat hasil jadi undangan yang dia pesan. Undangannya kurang sesuai dengan desain awal namun ya sudahlah Ann gak mau berdebat dengan orang lain. Ann kemudian membayar tagihan undangannya dan membawa undangan itu ke mobil mbak Nina.

‘Gimana Ann ? desainnya cocok ?’

‘Ada yang kurang gimanaa gitu mbak tapi yaudahlah Ann lagi males berdebat lagian cuma undangan aja’

‘Ohh iya, Okee. Jadi ini undangannya dibagi-bagi aja yah. Kita yang jauh-jauh ntar Ririn sama Adit bagian yang deket’

‘Ngikut mbak aja. Hehehe’

‘Yeee, yang mau nikah juga siapa. Hahaha’

Seharian itu Ann dan Mbak Nina membagikan undangan untuk kerabat yang terbilang jauh dar rumah Ann. Ann ingin pernikahan yang sederhana tidak seperti pernikahan lainnya yang memakai gaun yang mahal. Ann ingin pernikahannya khidmat kemudian disambung dengan acara walimahan sederhana yaitu makan-makan. 

‘Lumayan capek juga ya mbak’

‘Iya Ann. Tapi demi princess aku rela kok. Hehee’

‘Udah mau sore aja ni. Kita segera pulang yuk mbak. Belum sholat dzuhur’

‘Siap princess’

Sesampainya di rumah. 

‘Assalamu’alaikum’

‘Wa’alaikumsalam, gimana mbak undangannya ?’ tanya ibu

‘Sudah bu disebar. Tadi bagi-bagi juga sama Ririn dn Adit’

‘Alhamdulillaah’

‘Mbak sholat dulul ya bu. Tadi mau sholat di jalan mbak ngerasa baju mbak kotor tadi’

‘Yauda, ndang sholat dulu aja’

 

Bersambung...

  • view 178

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    ^_

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    waawwwww....harusnya tulis kata bersambung di awal cerita biar bikin penasaran pembaca.

    Btw kita sudah kenalan belum ya? salam kenaaalll..berkunjung

    Oh ya typonya di perbaiki yah ntar kena tilang polisi bahasa
    semisal kata di- dan ada kalimat yang kurang

    • Lihat 3 Respon