Kebohongan

Annisa Walidatus
Karya Annisa Walidatus Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 14 Maret 2016
Kebohongan

Apa yang membuatmu terkadang menyukai satu kata ini? Satu kata yang membuat semua orang yang mendengarmu percaya bahkan tak jarang berbuah salah paham? Apa alasanmu dan selalu berdalih bahwa hal ini merupakan suatu tindakan yang paling benar disaat kondisi apapun? Dan yang terakhir, mengapa hal ini membuatmu kecanduan dan berubah menjadi suatu hal yang biasa? Jujur, aku gagal untuk memahami segala konsep tersebut.

Pernah nggak sih, teman atau sahabat atau siapa pun mengatakan hal-hal yang mengerikan tersebut? Dan dengan santainya mereka melakukannya berulang-ulang, sudah terbiasa dan korbannya bukan hanya kalian saja lohh. Ckckck, atau kalian sendiri yang pernah *bahkan sering berkata demikian hehehe? Hemm, aku yakin kalian pasti pernah melakukannya entah dengan dalih untuk kebaikan atau keburukan.

Beberapa waktu yang lalu, aku pernah mengalami hal ini dan yahh sedikit membuatku mengoreksi diri sendiri. Apa salahku sehingga orang ini berani sekali berkata bohong? Lebay sih ya, tapi emang bikin sebel juga loh, kita nggak salah apa-apa eehh malah dibohongin. Berat ya ngomong jujur? Takut dimarahin mungkin ya kalau dia ngomong jujur hehehe. Tapi, itu hanya spekulasinya dia *tersangka kebohongan, toh kalau dia berkata jujurpun pastinya kita akan menerimanya.

Begitu mahalnya ya sebuah kejujuran. Ternyata perkataan itu ada benarnya juga. Dan hal ini malah membuat seseorang kecanduan, sekali berbohong pasti berikutnya akan berbohong juga. Hellowww, terus maunya apa dong? Ayolah, ini sudah 2016, udah bukan jamannya berkata bohong. Ini juga berlaku untuk kalian semua nih, jangan pernah hal ini dijadikan kebiasaan. Siapa yang akan bertanggung jawab ketika kebohongan yang kalian tumpuk sedikit demi sedikit itu akan meledak suatu saat? Pasti kalian sendiri kan yang akan menanggung segala akibat dari kebohongan yang kalian buat.

Apalagi dengan kedua orang tua, jangan sampai dehh bohong demi alasan apapun! Karena nanti pasti ujung-ujungnya nggak baik, ngerti kan maksudnya? Pasti kalian pernah ngalamin kok, ketika kalian berbohong ada-ada saja kejadian yang tidak diinginkan terjadi kan? Begitu pula denganku hahaha, maklum lah faktor 'kepepet', tuh kan berdalih dan membenarkan faktor tersebut? Jangan sampai orang tua tahu kebohongan yang kita lakukan untuknya dan ujung-ujungnya membuat mereka bersedih lohh. Mereka tidak pernah mengajarkan kepada kita tentang berbohong, selalu menasehati untuk selalu berkata dan berbuat jujur kan.

Aku yakin nggak cuman orang tua saja yang selalu memberitahu bahwa di manapun dan kapan pun harus jujur. Agama manapun juga pasti berkata demikian. Coba tanyakan dalam hati, tenagkah ketika sudah terlanjut berbohong? Pasti nggak tenang kan? Dan untuk menutupi ketidaktenangan tersebut berbagai macam bentuk mimik tubuh pun dikeluarkan.?Please, itu semua nggak akan mampu untuk menutupinya.

Jadi, mulai sekarang perbaikilah segala hal yang sudah terlanjur menjadi kebiasaan, entah dalam bentuk perilaku atau perkataan. Lebih baik mengatakan yang sebenarnya meski pahit, daripada kebohongan yang ditimbulkan menyebabkan efek samping berupa salah paham. Dan dari diri kita sendiri juga harus menyadari pentingnya untuk berubah. Jangan sampai yaa, semua yang dilakukan atau dikatakan dengan cara berbohong akan kembali kepada diri kita sendiri dengan cara yang lebih menyakitkan.

  • view 214