(Bukan) Drama

Annisa Walidatus
Karya Annisa Walidatus Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 Februari 2016
(Bukan) Drama

"Nge-fans", satu kata yang sangat sensitif untuk diperbincangkan *nutupmulut. Tak dapat dipungkiri lagi, setiap orang pasti memiliki seseorang yang dia kagumi, entah dari segi penampilan, kemampuan berpikir, dan lain-lain. Dan kita sebagai manusia juga berhak untuk nge-fans dengan satu orang, dua orang bahkan dengan lawan jenis *ahayy. Ini mungkin bagian yang menarik, lawan jenis *ehemmm. Nggak perlu canggung kok, aku juga manusia biasa yang pernah (dan masih mengalami) yang namanya nge-fans.

Mulai kapan ya kira-kira kita nge-fans dengan seseorang? Kalau aku sih mulai SD *lohh hahaha serius nih. Yahh tapi yang namanya nge-fans ala-ala anak SD hanya sekedar suka dengan teman karena sering digodain. Dan sepertinya nge-fans yang agak serius saat aku menginjak SMA. Hayooo pada ngaku dehh, diantara kalian pasti ada yang masih nge-fans dengan seseorang saat kalian SMA kan? Aku juga kok *baperdikit hahaha.

Ah iya, jadi ingat masa-masa ababil saat itu. Masa di mana kejadian sedikitpun yang berhubungan dengan orang yang kita fans bikin baper. Disenyumin dikit ge-er, disapa dikit langsung alay, apa apa yang dikit-dikit langsung baper hahaha, namanya juga ya fans, mau gimana lagi. Saat itu aku nge-fans sama teman satu angkatanku, menurutku sih anaknya lumayan menarik perhatian. Aduh, jadi ingin tahu nih. Siapa ya namanya? Anaknya seperti apa? Baikkah? Tegaskah? Penasaran sekali rasanya waktu itu.

Mungkin inilah risiko orang nge-fans. Harus menerima kenyataan apapun dan sekedar melihatnya dari jauh pun sudah cukup *miris. Tak lebih, dan aku pun tak berharap lebih. Aku hanya ingin tahu kamu itu anak seperti apa? Setelah telusur demi telusur, kamu anak yang baik, lelaki yang baik menurutku. Tapi ada beberapa sifatmu yang tak ku suka. Aku melihatnya dari wajahmu, meski kita tak pernah saling berkomunikasi. Dibalik kharismamu itu, wajah yang keras dan tegas masih terpancar dan terukir jelas di wajahmu sampai sekarang. Aku pun penasaran, wajahmu itu, apakah bisa luluh? Dan dengan siapa dan apa ukiran itu berubah menjelma menjadi lembut? Hmmm, banyak kata yang tak terungkap ketika melihat wajahmu meski dari kejauhan.

Semakin lama semakin tumbuh, mungkin itu ungkapan yang tepat. Wow, kamu semakin keren! Hanya itu kata-kata yang bisa kuungkapkan ketika itu dan sampai saat ini. Yah, semakin patah hati lagi dehhh. Kamu banyak yang nge-fans *hufettt. Semakin keren semakin banyak cewek yang ada di sekitarmu kecuali aku. Tetap saja aku masih berada di luar areamu. Masih tak bisa masuk ke dalam zonamu sampai sekarang. Kalau kebanyakan orang tinggal masuk saja ke zonamu, terus bisa dekat deh. Nah kalau aku? Buang jauh-jauh lah mimpi bisa memasuki areamu.

Zaman semakin maju dan kita berdua bisa dibilang "sangat dekat" meski aslinya tidak seperti itu. Ada akun?Facebook, Instagram dan lain-lain yang membuat semua terasa dekat. Ciee yang semakin dekat? Kalau mau kepo tentang kamu, tinggal buka akunmu dan aku bisa menjelajah lebih banyak tentangmu. Tapi kok eehhh nih anak, semakin dewasa semakin banyak yang... nge-fans *tepokjidat. Melihat foto-fotomu dikomentarin para kaum hawa, bahkan status yang kamu tulis meski nggak penting, juga banyak?likers dan komentatornya, terutama cewek. Malah, kamu foto selfie sama vewek, aduh! Rasanya pingin gue tabok muke elu, kagak ngarti apa gue disini cuman bisa melongo dan nahan *nasyibb.

Yah, sekali lagi yak, risiko orang nge-fans mau gimana lagi. Aku juga bukan siapa-siapanya?jadi?nggak berhak ngapa-ngapain ke dia. Ya Rabb, sabarkan aku dan tetap teguhkan hatiku ketiha hal-hal tersebut muncul dihadapanku. Aku takut jika hal-hal yang terjadi dihadapanku ini membuatku cepat dalam mengambil keputusan. Entah mengapa, ketika mendengar namanya saja hati ini bergetar. Apa yang hamba rasakan ini? Cemburu (mungkin)? Jatuh cintakah? Atau hanya nge-fans? Aku bingung. Tetap kembalikan aku kepada-Mu, Kaulah pemberi rasa ini. Aku tahu kodratku hanyalah menyembunyikan perasaan, tak mampu untuk mengungkapkan. Hati ini hanya ingin merindunya dalam diam. Dan selalu berharap, semoga bisa menemukan akhir yang indah.

  • view 136