Be A Nurse

Annisa Walidatus
Karya Annisa Walidatus Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 28 Januari 2016
Be A Nurse

Pukul 06.00, suasana di depan gazebo asrama putri jurusan Gizi masih terlihat lenggang. Setelah berpamitan pada ibu, aku pun berjalan ke gedung tepat di sebelah gazebo. Ku lihat tulisan besar-besar tertera di depan gedung tersebut, Jurusan Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan Malang. Alhamdulilah, rasanya hati ini meledak tak karuan ketika membaca rangkaian hururf-huruf yang ada di depanku. Rasa tak percaya menghinggapi diriku selama beberapa bulan semenjak aku menginjakkan kaki di kampus ini. Dengan senyum lebar yang merekah, ku mantapkan langkah kakiku untuk masuk ke dalam gedung ini dan menjelajahi berbagai petualangan yang akan ku hadapi selama 3 tahun ke depan. Bismillahirahmanirrahim...

Sembari menunggu kesibukan yang akan muncul tepat jam 08.00 nanti, aku pun berjalan masuk ke dalam untuk membaca beberapa tempelan pengumuman yang ada di kotak besar sebelah kanan pintu masuk. Meneliti satu per satu lembaran yang ada di dalam kotak tersebut, ada pengumuman tentang beberapa nama mahasiswa yang belum mengumpulkan KRS (Kartu Rencana Studi) dan KHS (Kartu Hasil Studi), jadwal kuliah mahasiswa semester 3 dan 5, jadwal dan tempat praktek mahasiswa semester 5. Sepertinya untuk mahasiswa angkatanku belum ada pengumuman tentang jadwal kuliah, sehingga aku tak perlu mencatat jika ada?pengumuman yang berhubungan denganku.

Sekelebat melihat beberapa tempelan pengumuman tadi, hatiku membatin, kok diberi jadwal ya? Kenapa seperti anak SMA, pikirku saat itu. Setahuku, di kampus lain satu hari hanya 1 mata kuliah bahkan mungkin maksimal 2 mata kuliah. Apa memang mata kuliah yang diberikan banyak ya. Nah, itu pertanyaan pertamaku, pertanyaan kedua adalah dari beberapa tempelan pengumuman yang kulihat, ada lembar pengumuman yang berjudul "Nama-Nama Mahasiswa yang Wajib Remidi" lohh ini yang membuatku bingung. Remidi? bukannya itu zaman SMA ya?

Nambah lagi untuk pertanyaan ketiga, agak jauh dari kotak pengumuman terdapat?banner yang berdiri tegak di depan ruang TU (Tata USaha). Banner tersebut memperlihatkan gambar wanita berjilbab dan tidak berjilbab serta?banner yang satu lagi ada gambar seorang laki-laki. Judul dari?banner tersebut "Aturan Seragam", wihh berasa anak SMA kelas 13 hihihi. Kenapa merti ada aturan untuk mengenakan pakaian, padahal di kampus lain tidak seperti itu, bahkan mengenakan pakaian bebas. Jujur, semakin aneh dan penasaran nih. Karena?banner tersebut sangat berhubungan denganku, ku catat saja aturan dari pakaian yang harus dikenakan. Untuk laki-laki & perempuan menggunakan seragam putih-putih, bagi yang berjilbab warna putih model sesuai model kampus sedangkan yang tidak berjilbab rambut diikat rapi, mengenakan pin kampus di letakkan di baju bagian kiri, wajib mengenakan?nametag, serta bersepatu vantovel warna hitam. Untuk yang laki-laki juga sama yang membedakan kerapian rambutnya, alias nggak boleh 'gondrong'.

Jreng jreng jreng... sebegitukah aturan untuk berseragam loo ini belum aturan yang lainnya. Aku penasaran kenapa ya, padahal kalau memang aturannya boleh menggunaan pakaian bebas juga nggak masalah kan, pikirku. Aku pikir mengenakan pakaian yang serba rapi hanya sebatas PPSM (nama ospek untuk kampusku) kemarin ternyata berlanjut hingga saat ini. Belum masuk kuliah saja mahasiswa baru disuruh untuk mengenakan seragam hitam putih dan bersepatu vantovel.

Jam menujukkan pukul 07.00, lobby gedung ini mulai didatangi manusia berseragam sama denganku. Itulah teman-teman seperjuanganku selama ospek kemarin. Aku pun mendatangi teman-teman yang sudah ter-PDKT-in selama masa ospek, kami pun ngobrol banyak membahas kejadian-kejadian selama ospek kemarin. Kemudian, datanglah dua orang temanku yang ditunjuk sebagai ketua angkatan pada saat ospek, kami semua menyebutnya Pak Lurah dan Bu Lurah. Lalu, Pak Lurah membawa beberapa lembar kertas dan dia membacakan beberapa nama yang masuk di kelas 1A dan 1B. Ooh ternyata sebelum memulai perkuliahan harus dibagi kelasnya ya, eeh ternyata SMA kelas 13 hehehe.

Dan yang bikin aku kaget lagi, 1 kela isinya 56 mahasiswa,?whattt?? Kelas apa seminar ini banyak amat mahasiswanya, jadinya?nggak efektif dong. Ckckck, aku berharap dengan kelas besar seperti ini tidak mempengaruhi keefektifan belajar untuk masing-masing individu. Daripada berbingung-bingung ria, mending masuk kelas dulu lah setidaknya mengurangi first day at campus syndrome hehehe...

Saat itu, kelas 1A berada di lantai dua sedangkan kelas 1B ada di lantai bawah dan gedung kelasnya berada di depan kantor jurusan keperawatan. Kebetulan, aku masuk ke dalam kelas 1A, akhirnya aku bersama teman-temanku yang juga sekelas denganku langsung menuju kelas kuliah kami. Saat masuk ruang kelas, terdapat beberapa kursi lipat yang sudah dirapikan menghadap ke arah papan tulis dan layar LCD siap untuk kami gunakan. Lalu, Pak Lurah maju ke depan untuk membentuk kepengurusan kelas yang akan bertanggung jawab selama 1 semester ke depan.

Kepengurusan telah dibentuk, saatnya untuk absensi seluruh anggota kelas ini. Mulai dari absen pertama, sesaat dari arah belakang ada tangan kanan yang langsung terangkat ke atas. Dari absen pertama juga aku mengamati dan menghafal nama-nama teman-temanku yang ada di kelas. Selain menyebutkan nama panggilan juga harus menyebutkan asalnya dari mana. Wahh ternyata banyak sekali yang rumahnya bukan daerah Malang, ada yang dari Kabupaten Malang, Pasuruan, Jember, Banyuwangi, Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Surabaya, Lamongan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, dan yang terjauh Kalimantan. Pasti dalam 3 tahun ke depan, diri ini terpapar berbagai macam budaya hehehe.

Dilanjutkan sesi awal sebelum masuk kuliah, yaitu mengurus KRS untuk semester 1. Dalam mengurus KRS, kami mengisinya secara manual dan belum?online saat itu. Untuk SKS yang harus kami tempuh tak menjadikan kami berbingung ria karena sudah ditetapkan berapa SKS yang harus lunas dalam satu semester ke depan. Dan yang bikin aku kaget adalah SKS yang harus dilunasi dalam semester ini berjumlah 23 SKS!! Masya Allah, batinku... Kyaaa ini mah pembunuhan secara tak langsung hahaha *ngalaydikit. Seharusnya, awal-awal masuk gini harus dikasih SKS yang dikit hehehe *mintaditabok. Okelah bismillah, bisa kok aku kan seterong!!

Setelah KRS dicetak dan diperbanyak, aku pun melihat KRS yang telah disebar oleh ketua kelasku, memastikan apakah penglihatanku yang kurang tajam atau gimana hehehe, siapa tahu salah lihat. Eeh ternyata, penglihatanku tak salah dan angka "23"-pun tak berubah sedikitpun. Okelah aku bisa kok menaklukan kalian-kalian semua *sambilnunjukdaftarmatakuliah! Wuaaa keren-jeren, mata pelajarannya itu SMA banget sedangkan basic-ku bukan SMA melainkan SMK. Ya Rabb, ini tantangan bukan cobaan, yukk cemungut! Bayangin aja, daftar mata kuliah yang ada di depanku itu, sebenarnya sudah familiar di telingaku tapi tapi tapi... ah syudahlahhh*nelenludah.

Nah ada tambahan lagi nih, setiap mahasiswa punya satu dosen pendamping namanya PA (Pembimbing Akademik) di mana dosen tersebut yang akan bertanggung jawab terhadap kita selama kuliah di sini. Ketua kelas kami menginstruksikan untuk segera mencari PA kami masing-masing. Sebelumnya, kami mendapat selebaran kertas lagi untuk jadwal kuliah kami. Denggg apaan ini? Kuliah apa bimbel kok sampai jam 17.00 -_- hemm aku sabaro ya kan emang cuman 3 tahun jadi berasa kelas akselerasi dehh huhuhu. Ditambah lagi sistem pelunasan SKS di sini adalah sistem hutang, welehhh hari ini berasa ditimbuk pake cobek aja nih gue hahaha. Semisal di jadwal mata kuliah Anatomi Fisiologi hari ini ada jadwal mengajar di kelas kami materi tentang "A", tetapi setelah dihubungi beliau tidakbisa sehingga PJ (penanunggung jawab mata kuliah di kelas) harus mencari hari dan jam lain sampai dosen tersebut bisa. Bener-bener deh...

Berhubung hari ini adalah hari pertama kami masuk kuliah, mbak-mbak yang bertugas di TU, beliau menyarankan kepada kami untuk menghubungi dosen yang mengajar pada hari ini. Selang 1 jam, kami harus kembali ke kelas karena kuliah hari pertama akan dimulai, jeng jengggg... kuliah Anatomi Fisiologi lagi huwikkkk mangatt!! Awalnya ku anggap mata kuliah yang bobot SKSnya agak?mainstream itu menakutkan, bener deh. Tapi segala ketakutanku dan su'udzonisme-pun hilang semenjak negara api menyerang eehhh salah fokus hahaha, maksduhku semenjak dosen AnFis (singkatan dari Anatomi Fisiologi) kami memberikan ucapan selamat datang yang begitu hangat *cieeee. Setidaknya dengan hadirnya beliau semangatku tak kocar-kacir lagi hehehe...

Setelah mengikuti perkulahan AnFis selama dua jam, salah seorang temanku yang menjabat sebagai PJ mata kuliah Pengembangan Kepribadian maju ke depan kelas. Dia mengatakan setelah ini dosen yang akan masuk untuk mengisi mata kuliah tersebut. Sebenarnya apa sih mata kuliah Pengembangan Kepribadian ini? Mungkin menurutku dan menurut kalian nggak penting ya. Awalnya aku juga berpikiran demikian, tetapi mata kuliah inilah yang berpengaruh hingga lulus kuliah bahkan dalam dunia pekerjaan. Setelah dosenku menjelaskan prolog dalam kuliah tersebut, aku pun sedikit berpikir dan?flashback saat kejadian pagi hari tadi. Tuuh kan, mesti kalau sudah tahu dan nemu jawabannya pasti bilang "owalahh" hihihi...

Pertanyaan pertamaku tadi adalah kenapa kuliahku diberi jadwal? Karena memang inilah dunia perawat, dimana mata kuliahnya hampir sama dengan dunia kedokteran tetapi yang membedakan adalah kalau dokter lebih pada?cure-nya sedangkan perawat lebih pada?care-nya. Inilah yang sempat membuat stigma masyarakat yang berbeda "perawat adalah pembantu dokter", eehh bukan ya. Kami adalah mitra kerja yang selalu berdampingan dalam dunia kerja. Maka dari itu, dari pihak pusat (Kemenkes) membuat peraturan bahwa seluruh kampus yang menyediakan jurusan kesehatan harus menjalankan SKS blok karena memang jumlah mata kuliah yang harus kami tempuh tidaklah sedikit.

Pertanyaan keduaku adalah kenapa ada sistem remidi seperti zaman SMA? Ini juga sangat menguntungkan bagi mahasiswa DIII seperti kami. Dalam dunia DIII selalu dituntut 75% ahli dalam?skill-nya sedangkan 25% ahli dalam teori. Setelah dipikir-pikir ada benarnya juga karena sub-sub materi yang diberikan sangatlah buuuanyaakkk sedangkan soal-soal yang keluar dalam ujian tidak dapat diprediksi, intinya kami harus lebih banyak menghafal dan sering-sering membaca.

Pertanyaan ketiga tentang ketentuan seragam. Inilah yang membuat kami berbeda dengan profesi lain*ceilehhhh uhukkk. Kami memang harus dibiasakan untuk mengenakan seragam serba putih-putih dilengkapi atribut-atribut lainnya agar saat kami terjun praktek di rumah sakit atau masyarakat, kami siap dan mampu meyakinkan orang lain bahwa kami adalah tenaga kesehatan yang mampu melaksanakan tugas sesuai dengan porsi kami. Sehingga kami sebagai mahasiswa keperawatan harus menjaga integritas sebagai calon perawat. Mungkin terdengar lebay ya hehehe, tapi serius nih apa yang aku katakan.

Dunia perawat itu unik, mempelajari setiap sendi-sendi kehidupan manusia. Tak hanya fisik saja yang kami tangani, tapi keseluruhan aspek kehidupan manusia pun kami jelajahi. Mungkin tak banyak yang mengenal kami karena kami selalu bekerja di balik layar, tapi kami selalu berkomitmen untuk memegang janji kami dan siap mengabdikan diri bagi nusa dan bangsa!?Welcome to nursing world... :)?

  • view 190