Istiqomah, Bukan Istirahat

Annisa Walidatus
Karya Annisa Walidatus Kategori Motivasi
dipublikasikan 07 Juni 2016
Istiqomah, Bukan Istirahat

Mungkin aku bukan orang yang pertama dalam mendapat hidayah seperti ini. Mungkin aku merupakan orang yang kesekian dan menjadi salah satu orang yang berusaha mencoba istiqomah dalam menjalankan segala sesuatunya, termasuk hal ini. Dan mungkin ini sudah merupakan jalan takdirku dari-Nya, di mana aku bisa memperbaiki diri sebaik mungkin untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sejujurnya, ini merupakan suatu hal yang baru dan menyadarkanku pada salah satu ajaran agama yang kadang atau bahkan belum ku ketahui. Apalagi yang berhubungan dengan Al-Qur’an, sepertinya aku masih sangat jauh mengenalnya.

Hidupku selama itu, lebih tepatnya saat usiaku menginjak angka 20, ternyata kosong. Kosong karena belum pernah menyadari bahwa Al-Qur’an merupakan penetram jiwa yang paling ampun. Dulu sekali, saat aku masih kecil, ibuku selalu memarahiku jika aku tidak membaca Al-Qur’an setiap hari. Dan sampai saat itu juga, perlahan pemahamanku berubah. Awalnya karena takut dimarahi oleh ibu lama kelamaan menjadi suatu kebiasaan yang tidak boleh ditinggalkan. Meskipun pada saat itu hanya membaca dua sampai tiga lembar saja, entah mengapa jika tidak dilakukan ada suatu hal yang mengganjal.

Waktu pun berlalu dengan cepat. Karena saking asyiknya, ketika sudah khatam rasanya senang sekali meskipun khatamnya baru berbulan-bulan lamanya. Namun, ada saja cara setan membujuk manusia. Belajar istiqomah tidak semudah yang diucapkan di mulut, tanggung jawabnya lebih besar dan bukan hanya sebatas di mulut. Aku pun tetap menjalani dengan niat yang benar meskipun pada saat-saat tertentu badanku sudah tidak mampu lagi untuk berpikir dan bekerja lebih keras lagi. Sedikit berpikir, apakah yang ku lakukan ini hanya semata-mata karena tidak mau ketinggalan atau karena ingin merubah diri? Aku masih belajar ya Rabb, belajar untuk memahami ayat suci-Mu.

Memang benar, setiap individu butuh seseorang untuk saling menguatkan dan mengingatkan bahwa jalan menuju surga-Mu itu tidak semudah membalikkan tangan. Akulah yang harus bertanggung jawab atas niatku menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang lebih mengenal dan dekat dengan Al-Qur’an. Ketika zaman sudah semakin canggih dengan adanya Al-Qur'an Mobile yang bisa di download oleh semua pengguna smartphone, tangan ini sepertinya lebih tertarik melihat aplikasi media sosial yang lain. Betapa diri ini terlalu munafik dalam beristiqomah di jalan-Mu ya Rabb. Bisa dihitung dengan jari kapan saja aku membuka aplikasi tersebut untuk sekedar membaca artinya dan mendengarkan lantunan ayat suci-Mu. Padahal sudah diberi kemudahan yang sangat praktis, namun ada saja yang menghalangi niat.

Memang benar apa yang diistilahkan oleh orang-orang, istiqomah bukan istirahat. Melakukan hal yang baik dan konsisten tidaklah mudah karena jaman sekarang godaan semakin banyak dan bermacam-macam cara. Seorang individu seperti aku butuh motivasi dan pengingat sederhana dari orang lain, entah dari sekedar tausiyah harian, tulisan sederhana, yang penting selalu diingatkan. Ya Allah, untuk menjadi hamba-Mu yang benar dan baik ternyata tidak cukup hanya niat saja. Bismillah, merubah mindset dari kata “istirahat” menjadi “istiqomah”.

  • view 126