Warna Ikhlas

Anna Rakhmawati
Karya Anna Rakhmawati Kategori Motivasi
dipublikasikan 16 November 2016
Warna Ikhlas

Menggambar atau melukis secara manual membuatku belajar, bagaimana jika sudah terlanjur memberi warna yangg salah? '

Tak semudah mendesain dengan bantuan aplikasi komputer yang tinggal memencet undo atau ctrl + z, beres. Apalagi jika warna yang salah adalah warna hitam, maka menutupnya agak kesulitan, harus ditumpuk dengan banyak warna yang diinginkan atau warna putih ketika sudah kering, dihapus dengan tisu basah, dll tergantung kreativitas kita mengakalinya. Lalu, bagaimana jika kita ibaratkan cat hitam itu adalah kesalahan dan kanvas atau kertas itu adalah kehidupan kita, yang sayangnya sama-sama tak bisa di ctrl+z? Kata-kata yang kita ucapkan, perbuatan yang kita lakukan, tanpa sengaja membuat orang lain terluka, tergores, bahkan terjatuh. Penyesalan pasti mengikuti, seharusnya begini, seharusnya begitu. Sudahlah, waktu masih terus berjalan, penyesalan tak berguna jika sudah terlanjur. Bisa kah kita memberi jeda sejenak, memaafkan kesalahan kita dan tidak terus-menerus menyalahkan diri sendiri? Mungkin saja warna hitam itu bukan keputusan yang salah, melainkan warna yang harus seperti itu. Mereka bilang baiknya Mengikhlaskan yang sudah berlalu dan melanjutkan mewarnai bagian yang belum terselesaikan. Akan Selalu ada skenario terbaik yang belum terjadi dan berusaha untuk lebih baik dari sebelumnya. Iya, mungkin begitu saja. Semoga bisa melewatinya.

Hmmm.. Warna ikhlas itu seperti apa? Apakah Seperti yang tak selalu ditangkap oleh mata, tapi mampu terasa oleh hati? Mungkin...

  • view 239